![]() |
| Ilustrasi 6 Parpol menyatu di pilkwako Manado |
Penulis : Sahrul Setiawan (Wartawan suarapembaharu.com)
PANGGUNG politik Manado terus memanas pasca menyatunya 6 partai politik (Parpol),
untuk memenangkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado. Stigma partai pemenang
yang di bangun Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebelumnya, sepertinya tidak lagi ampuh untuk
Pilwako Manado. Walau sebelumnya, berhamburan figur hebat yang mengambil
formulir maupun melakukan komunikasi persuasive untuk bisa diusung dari parpol
berlambang banteng ini.
Baca ; Masih Bernyalikah Parpol Sulut Melawan
`Keperkasaan` PDI-P. http://www.suarapembaharu.com/2015/05/masih-bernyali-kah-melawan-keperkasaan.html
Kini, sudah tidak ada
lagi partai tertentu yang mendominasi laga pertarungan Pilwako Manado, entah
PDI-P yang mampu membangun stigma partai pemenang atau Partai Demokrat sebagai
partai pemenang di Manado di Pilwako 2010 dan Pileg 2014. Perimbangan tersebut
semakin menarik untuk dicermati, apakah kehadiran 6 partai politik di Manado
yang bergabung (Pargab) akan terus bersama hingga memasuki babak awal
pertarungan dan memaksa partai lainnya membangun koalisi baru melawan Pargab?,
ataukah ini hanya sekedar stategi membangun bargaining di Pilwako dan berakhir
dengan koalisi baru?.
Mungkinkah Tersisa Duel Dua Petarung?
Bisa dianalisa, Pargab
dengan 21 kursi di DPRD Manado terdiri dari Partai Golkar dengan 5 Kursi,
Partai Gerindra 5 Kursi, Partai Hanura 4 Kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 4
kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2 kursi dan Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia 1 kursi, tentunya amat diperhitungkan di Pilwako nantinya.
Tinggal 19 kursi tersisa di DPRD Manado yang
dapat dikendarai menuju Pilwako, Partai Demokrat dengan 9 kursi, PDI-P 6 kursi,
Partai Nasdem 3 kursi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1 kursi.
Laga pertarungan Pilwako Manado akan terlihat menarik,
jika 19 kursi tersisa membangun koalisi baru melawan Pargab hingga menyisakan
duel dua petarung di Pilwako. Siapaun pasti sulit memprediksi, siapa yang
nantinya akan keluar sebagai jawara.
Tapi, jika Partai Demokrat yang secara aturan telah
memenuhi syarat mengusung pasangan calon di Pilwako dengan 20% suara atau
ditotalkan 8 kursi di DPRD Manado, tetap bersikeras melawan Pargab. Tentunya kondisi
tersebut, tidak akan menyenangkan bagi PDI-P karena belum bisa memenuhi syarat
mengusung calon. PDI-P harus kembali berhitung dan mencari formula baru agar bisa
mengusung calonnya di Pilwako 9 Desember nanti.
Yakinlah
Setiap Parpol Ingin Menang Dan Berkuasa?
Pembuktian siapakah pemenang di Pilwako Manado,
pastinya akan terlihat di Desember 2015. Panggung politik Manado akan berada
dibawah panji Parpol apa, untuk menjawab tantangan nantinya.
Tapi masih diyakini, setiap parpol memiliki target
untuk bisa berkuasa dan menang dalam Pilkada manado, entah bagaimana strategi
dan manuvernya, masih sedang berproses.

Post a Comment