Suara Pembaharu ideas 2018
Showing posts with label sosial. Show all posts

Forum Solidaritas Mahasiswa Papua di Kota Studi Makassar


Makassar, suarapembaharu.com - Ratusan Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa Papua di Kota Studi Makassar, turun kejalan dalam rangka menggalang dana diseputaran Jl. A. Yani dan Jl. Jend Sudirman Makassar, Rabu (20/3/2019) sore.

Kegiatan penggalangan dana ini dilakukan untuk membantu para korban bencana banjir bandang di Kab. Sentani, Jayapura, Provinsi Papua.

Kordinator Lapangan, Demis Tabuni yang di wawancarai awak media menyampaikan sangat berterima kasih kepada masyarakat Kota Makassar yang sudah ikut berpartisipasi untuk menyisihkan sebagian rezekinya kepada saudara-saudara kita yang menjadi Korban bencana Banjir Bandang.

"Harapannya semoga apa yang teman-teman mahasiswa papua upayakan di Kota Makassar dapat dapat menjadi berkat dan memberi manfaat serta meringankan beban Masyarakat yang menjadi korban dalam bencana Banjir Bandang di Sentani," ungkap Demis.

Diketahui, berdasarkan data yang di rilis BNPB Bencana Banjir Bandang yang terjadi di Kabupaten Sentani, Jayapura menyebabkan 89 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka dan 74 orang hilang.

Selain itu ratusan rumah penduduk rusak parah, Sekolah,  rumah ibadah dan jembatan serta satu unit pasar rusak berat dalam bencana tersebut.

(AndreowReza)

Ist.
Suarapembaharu.com - Pasca Mahkama Konstitusi (MK ) mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 153 Ayat 1 Huruf f Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Beberapa perusahan perbankan di Sulawesi Utara ternyata masih menerapkan aturan ketenagakerjaan yang melarang sesama karyawan perbankan untuk bisa kawin karna terbentur dengan aturan ketenagakerjaan .

Dari data yang berhasil di rangkum Suarapembaharu.com serta berdasarkan pengakuan beberapa karyawan dari BANK SulutGo yang meminta identitas mereka di sembunyikan karna berkaitan dengan privasi instansi, mengaku sampai saat ini perusahannya masih menerapkan peraturan yang lama dan melarang sesama karyawan perbankan untuk menikah.

Mengacu dari amar putusan MK pada sidang pleno yang di laksanakan di Gedung Mahkama Konstitusi Kamis (14/12/2017) lalu, atas permohonan yang di ajukan delapan pegawai, yakni Jhoni Boetja, Edy Supriyanto Saputro, Airtas Asnawi, Syaiful, Amidi Susanto, Taufan, Muhammad Yunus, dan Yekti Kurniasih, akhirnya Ketua Majelis Hakim MK Arif Hidayat mengabulkan permohonan tersebut dan melegalkan peraturan serta memperbolehkan sesama Kariawan di lingkungan Perusahan PT dan Persero bisa menikah meskipun satu kantor dan perusahan .

Yang menjadi pertanyaan dari para kariawan Bank Sulutgo apakah Putusan MK Nomor 13/PUU-XV/2017 bisa di berlakukan oleh Perusahan Bank di daerah dalam hal ini BANK Sulutgo.?

Tentu dengan adanya penerapan ketentuan larangan untuk menikah di perusahan Bank Sulutgo sangat merugikan karyawan yang telah bekerja dan mengabdi di perusahaan dan berpotensi kehilangan sumber mata pencahariannya.

Sementara dalam konstitusi diatur hak setiap orang untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Ketentuan di dalam UU Ketenagakerjaan dirasakan menghambat pemenuhan hak berkeluarga yang dijamin dalam konstitusi.

Sangat di harapkan adanya perubahan Peraturan atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 13/PUU-XV/2017 bisa di tetapkan di indonesia terutama di Provinsi Sulawesi Utara agar bisa menjamin Hak- Hak para Kariawan yang mengalami hal demikian.(Ive)

Ilustrasi.
Talaud,Suarapembaharu.com - Berani pacaran terus ngajak teman sekantor ke pelaminan? Maka siap-siap Anda akan mendapatkan SP3 yang disusul dengan surat PHK dari pihak manajemen. Ini akan terjadi dalam kehidupan asmara Anda karena banyak perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang masih menganut larangan ini.

Larangan ini pun diperkuat dengan payung hukum Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU No. 13/2003 yang berbunyi, “Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan pernikahan dengan pekerja lainnya di dalam satu perusahaan, KECUALI telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama”.

Berpegang dari aturan tersebut , sampai saat ini hampir seluruh perusahan di Indonesia masih menerapkan peraturan yang dinilai sangat kontrafersial.

Khusus di Kabupaten Kepulauan Talaud, penerapan aturan tersebut ternyata masih sangat kental dan hampir seluruh perusahan PT (Persero) maupun beberapa lembaga pemerintah lainnya masih menerapkan aturan tersebut. Dan anehnya berbagai perlakuan intimidasi sampai pada pemutusan hubungan kerja (PHK) tak segan- segan di berlakukan terhadap karyawan jika melanggar aturan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, sebagai insan Jurnalistik saya berkeinginan untuk bisa  mengali informasih dari salah satu pasangan Kekasih yang kebetulan mengalami hal tersebut .

Sebut saja Arjuna dan Melati. Salah satu pasangan dari sekian pasangan kekasih yang mengalami hal tersebut , kepada Suarapembaharu.com Jumat (1/3) mengaku dengan terbatasnya waktu dan jarak bagi karyawan yang bekerja untuk dapat bersosialisasi dengan lawan jenisnya di luar jam kerja, maka akan mempersempit ruang menemukan jodohnya.

Sehingga relasi hubungan yang intens dengan rekan sekantor akan menimbulkan ketertarikan satu sama lain yang berakhir pada jenjang pernikahan. Namun, pada saat memutuskan akan melaksanakan pernikahan mereka terganjal pada ketentuan yang melarang pernikahan antar karyawan satu kantor. Salah satu pasangan harus mengalah untuk keluar dari perusahaan yang telah mempertemukan mereka.

Ketentuan ini diatur dalam Pasal 153 ayat (1) huruf f UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dinyatakan “Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama”.

Frasa kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama inilah yang mendasari perusahaan untuk melarang karyawannya menikah sesama karyawan jika ingin tetap menikah maka salah satu karyawan tersebut harus mengundurkan diri.

Tentu dengan adanya ketentuan ini sangat merugikan karyawan yang telah bekerja dan mengabdi di perusahaan dan berpotensi kehilangan sumber mata pencahariannya. Sementara dalam konstitusi diatur hak setiap orang untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Ketentuan di dalam UU Ketenagakerjaan dirasakan menghambat pemenuhan hak berkeluarga yang dijamin dalam konstitusi.

Berdasarkan PN Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 13/PUU-XV/2017 dalam perkara pengujian Pasal 153 ayat (1) huruf f UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan akibat hukumnya dari putusan MK ini.

Hak Konstitusional adalah hak-hak yang diatur dalam UUD 1945. Legal standing pemohon berdasarkan Pasal 51 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi.

Sangat di harapkan adanya perubahan Peraturan atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 13/PUU-XV/2017 bisa di tetapkan di indonesia terutama di Kabupaten Kepulauan Talaud agar bisa menjamin hak- hak para karyawan yang mengalami hal demikian.(Ive)


Guru dan Siswi MAN Model 1 Manado saat donor darah.
Suarapembaharu.com - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di halaman MAN Model 1 Manado, Senin (18/2/2019) pagi.

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan tersebut, dalam rangka memperingati Milad ke 21 MAN Model 1 Manado. Donor darah ini bekerjasama dengan PMI Manado dan melibatkan PMR MAN Model 1 Manado.

"Donor darah ini merupakan bentuk sumbangsih MAN Model 1 Manado dalam mendedikasikan untuk masyarakat," kata Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, H. Syarif Afiat Salim Raya.

Diakuinya, dalam Milad ke 21 MAN Model 1 Manado ini tidak hanya melaksanakan donor darah. Pihaknya juga melakukan berbagai kegiatan dan lomba seni dan olahraga yang diikuti SMA/SMK dan MAN se-Sulawesi Utara.

"Semoga donor darah ini diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar serta menjalin silaturahim antar Sekolah-sekolah yaang ada di Sulawesi Utara," ujar Syarif Raya, sapaan akrab Kepala MAN Model 1 Manado.(tsir)



Bitung, suarapembaharu.com - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bitung, gelar aksi solidaritas untuk membantu korban bencana alam di Gowa, Makassar dan sekitarnya, Jumat (25/01/2019).

Gerakan yang dipelopori oleh Sekretasris DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bitung, Herlan Tabisi ini menyisir seputaran pasar Girian dengan pengeras suara.

"Aksi ini salah satu pergerakan memohon partisipasi serta uluran tangan warga kota Bitung untuk membantu para korban bencana banjir di Sulawesi Selatan," kata Herlan.

Semoga dengan uluran tangan warga Bitung, lanjut Herlan, bisa meringankan beban saudara kita yang telah terendam banjir.

"Nantinya hasil dari aksi pengalangan dana akan kami salurkan dalam bentuk barang makanan serta obat-obatan," pungkasnya.

(YaserBaginda)

Talaud, suarapembaharu.com - Salah satu tradisi unik dengan menari mengelilingi kampung yang sampai saat ini masih di lestarikan oleh warga di Kabupaten Kepulauan Talaud dalam mengawali Tahun yang baru adalah MABARIS.



MABARIS adalah salah satu Tradisi warisan nenek moyang yang masih di jaga kelestarian nya secara turun temurun oleh warga talaud sampai saat ini .

Untuk melestarikan tradisi tersebut , Satuan TNI AD dan TNI AL melonguane akhirnya ikut ambil bagian dalam perayaan MABARIS tersebut dengan di ikuti seluruh jajaran serta masyarat, Kamis (10/01/2019) kemarin.

Dandim 1312 Talaud Letkol  (Arm ) Gregorius Eka Setiawan, beserta Danlanal melonguane Letkol  (Mar) Augustinus Purba sebagai petinggi TNI yang bertugas di Kabupaten Talaud  ikut ambil bagian dan menjadi pelopor dalam perayaan tersebut .

Meskipun di guyur hujan, namun antusias warga serta seluruh peserta Mabaris , terlihat bersemangat mengikuti alunan lagu sambil bergoyang mengelilingi kota melonguane .

Dandim 1312 Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan kepada media ini mengatakan, dengan di laksanakan nya Tradisi Mabaris kiranya bisa mepererat tali persaudaraan dan menjaga serta melestarikan salah satu tradisi kearifan budaya yang sampai saat ini mulai terkikis seiring perkembangan jaman.

"Mengawali Tahun yang baru ini mari kita Ciptakan kebersamaan antar sesama, dalam bingkai NKRI. rasa cinta tanah air serta menjaga keutuhan NKRI harus ada dalam sanubari kita sebagai rakyat yang berdaulat agar bisa terhindar dari perpecahan demi keutuhan bangsa," pungkasnya.

(Ive)

Manado, suarapembaharu.com - Abdul Wahid Ibrahim (AWI) dalam masa reses ketiga menggelar di Kelurahan Sindulang Satu, Lingkungan IV, Kecamatan Tuminting, Rabu (05/12/2018) kemarin.


Menariknya dalam kegiatan yang menampung aspirasi rakyat ini, PD Pasar Kota Manado jadi perbincangan hangat dalam menyampaikan aspirasi.

Turut hadir, Ketua DPD PAN Kota Manado, Bobby Daud, Kabid Limjamsos Dinas Sosial Manado, Jhonli Lubis, serta perwakilan dinas lainnya dan puluhan warga.

Inti dari semua aspirasi yang dilontarkan masyarakat kepada politisi PAN dapil Tuminting-Bunaken ini mengenai penataan pasar khususnya di bersehati yang tidak berpihak pada pedagang. Apalagi warga Sindulang paling banyak merupakan pedagang pasar.

Menanggapi keluhan masyarakat, Abdul Wahid Ibrahim menegaskan semua aspirasi akan dikawal untuk dibicarakan di DPRD bersama pimpinan. Selanjutnya akan diteruskan ke dinas terkait dan Wali Kota Manado.

“Memang sampai saat ini di PD Pasar Manado belum ada penyelesaian. Karena itu akan saya perjuangkan sampai ke Wali Kota Manado,” katanya.

Sementara itu, Kabid Limjamsos Dinas Sosial Manado, Jhonli Lubis menambahkan terkait penerima PKH dan rastra tidak bisa keduanya. Untuk itu, dirinya meminta warga segera masukkan nama-namanya tersebut agar tindaklanjuti. 

(Laks)

Cicilia Londong bersama James Karinda saat menyaksikan khitanan massal.
Suarapembaharu.com - Puluhan anak-anam di Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan II, Kecamatan Singkil kompleks Masjid Al Muhajirin, Kota Manado mendapat bantuan khitanan atau sunatan masal dari anggota dewan DPRD kota Manado dari partai Demokrat, Cicilia Londong, Selasa (20/11/2018).

Sunatan masal itu juga turut dihadiri Anggota Dewan Provinsi Sulawesi Utara, James Karinda yang melihat langsung proses khitanan.

"Saya berharap kegiatan sosialisasi ini bukan hanya sampai disini saja. Dan ini juga bukan untuk dalam rangka pemilu tapi ini adalah silaturahmi kita," ucap James Karinda saat memberi sambutan.

Disisi lain, Cicilia Londong mengatakan, kegiatan khitanan masal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Singkil Dua.

"Saya sempat berbicara dengan masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan, bahkan banyak yang memberikan masukan ke saya untuk melaksanakan kegiatan khitanan masal ini. Dan saya sangat bersyukur kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat juga bantuan masyarakat Singkil," ungkap Cicilia kepada Suarapembaharu.com.(Nanang Naholo)

Anggota TNI bersama warga membangun jembatan darurat.
Suarapembaharu.com - Warga Desa Moronge Induk, Kecamatan Moronge, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akhirnya membuat jembatan darurat dari kayu. Jumat (9/11/2018) pagi.

Dengan semangat gotong royong, kerja bhakti pembuatan jembatan darurat itu dipimpin langsung oleh Plh Danramil 1312-02/Lirung Kodim 1312/Talaud dan Camat Moronge.

"Jembatan darurat ini dibuat agar aktifitas warga desa moronge induk dan desa moronge selatan dapat berjalan dengan baik, sekalipun ini masih dalam keadaan darurat," ujar Dandim.

Selain itu, jembatan ini juga merupakan akses perekonomian warga kedua desa.

"Jembatan ini juga nantinya bisa membantu warga dalam mengakses hasil kebun mereka untuk dijual, karena sebagian warga mereka berkebun. Semoga dengan dibangunnya jembatan darurat ini bisa meningkatkan perekoniam warga," harap Dandim Talaud.

Jembatan darurat ini panjangnya sekitar 6 meter dan sudah mencapai 75 persen.

"Panjangnya sekitar enam meteran. Dan akan dilanjutkan pada pekan depan," tandasnya.

(tsir)

Pasaman, suarapembaharu.com - Masyarakat negeri Panti Timur merasa kecewa kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, pasca banjir yang melanda.


Pasalnya, masyarakat di Nagari Panti Timur merasa dipermainkan kepala BPBD Pasaman, Masfed Kenedi atas janjinya.

Wali Nagari Panti Timur Asran Irsyah, menyampaikan bahwa kepala BPBD Pasaman Masfet Kenedi pernah menjanjikan akan meminjamkan excavator untuk penanganan dampak bencana banjir jebolnya sungai di daerah itu sehingga aliran sungai merusak persawahan warga. Namun hingga saat ini janji itu belum ada kejelasan.

"Masyarakat yang terdampak banjir menunggu janji kepala BPBD Pasaman untuk bantuan alat berat excavator guna memperbaiki tanggul sungai yang jebol. Saat itu beliau menyanggupi permintaan masyarakat tersebut dan menyampaikan akan segera mendatangkan excavator, namun hingga kini belum ada kejelasan", kecam Wali Nagari Panti Timur, Asran Irsyah, Minggu (04/11/2018) kemarin.

Asran Irsyah mengatakan, akibat janji kepala BPBD Pasaman tak ada kejelasan, akhirnya masyarakat di Nagari Panti Timur iuran menyewa alat berat excavator untuk penanganan dampak banjir di Jorong Khatimahar dan Lundar.

Hal yang sama dikatakan kepala Jorong Lundar, Miran, dia juga menyampaikan kekecewaannya tehadap kepala BPBD itu.

"Kami merasa di anak tirikan BPBD Pasaman. Daerah lain disediakan alat berat untuk penanganan dampak bencana, sementara kami sudah bermohon - mohon, namun belum juga dikabulkan", kata Miran.

Miran mengungkapkan, usai janji kepala BPBD untuk meminjamkan alat berat itu, kepala BPBD tersebut menyuruh membuat laporan bencana.

"Surat laporan itu telah kami antarkan langsung ke BPBD Pasaman, namun sampai sekarang tak ada kejelasan. Kami dari masyarakat kecewa," kecamnya.

Miran juga membenarkan bahwa khusus Jorong Lundar juga terpaksa menyewa alat berat. Sebab katanya, kalau tidak cepat ditangani akan menyebabkan gagal panen.

Namun ia katakan, sekarang sungai itu telah jebol kembali. "Bagaimana lagi kami akan menyampaikan hal ini. Kami mohon kepada media tolong kami, kami mohon bantuan,".

Sementara kepala BPBD Pasaman, saat dikonfirmasi,membenarkan adanya janji tersebut.

"Ya memang benar saya berjanji, namun harus sabar, alat berat BPBD tidak ada, alat berat PU yang diharapkan, namun katanya rusak", kata Masfed.

"Semua ada prosesnya, seperti harus rapat OPD", ungkap kepala BPBD Pasaman ini.

(Darlin)

Makassar, suarapembaharu.com - Persekutuan Mahasiswa STT INTIM Makassar gelar latihan kepemimpinan Mahasiswa Tahun 2018 dengan tema "Pemimpinan Generasi Milenial".


kegiatan ini dimaksudnya dengan tujuan membina para kader-kader persekutuan Mahasiswa untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan dan mampu menjawab masa depan Gereja, Masyarakat dan Negara. 

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tahun 2018 ini telah berlangsung selama tiga hari yakni, mulai tanggal 19-21 Oktober 2018. 

Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa PM STT INTIM Makassar, Julio Katiandago, mengatakan latihan kepemimpinan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para kader-kader persekutuan yang tetap memiliki jiwa nasionalis dan oikumenis di Era milenial serta mampu menjawab tantangan zaman.

"Latihan ini juga dimaksudkan agar pola-pola hidup konsumeris senantiasa dibiaskan karena, generasi milenial akan menjadi seorang yang indiviual dan acuh tak acuh kepada sekitarnya," kata Julio (22/10/2018).

Sementara itu, Ketua Panitia LKM, Dennys Putra Nande, menjelaskan kegiatan ini nantinya dapat menjawab permasalahan-permasalahan di Gereja, Masyarakat dan Negara.

"Melalui kegiatan ini juga revolusi industri 4.0 dan Indonesia Emas yang di prediksi 2045 kita tidak mengalami kemunduran tetapi, dapat menyesuaikan dan menjawab permasalahan-permasalahan sosial yang muncul," pungkasnya.

(AndreowReza)

Makassar, suarapembaharu.com - Rangakaian kegiatan Dies Natalis ke-XIX IPPEMI Makassar diakhiri dengan malam puncak dengan tema "19 Tahun IPPEMSI Mengarung Bakti", (17/10/2018) kemarin di Hotel Amaris Panakukkang Makassar.


Ketua Panitia pelaksana, Yafet mengatakan, bahwa sebelum sampai ke perayaan malam puncak  yang merupakan puncak dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya Bakti Sosial.

"Yang di adakan di Kecamatan Simbuang kabupaten Tana Toraja dan Seminar Kebangsaan yang berlangsung di Ruang Pola kantor Gubernur Sulawesi Selatan," katanya.
 
Sementara itu, Ketua 1 IPPEMSI Makassar, Alvianus Somba, menjelaskan kegiatan lain yang dilaksanakan sebelum malam puncak ini, Dewan Pengurus juga melaksanakan malam Refleksi yang dihadiri oleh beberapa mantan Ketua IPPEMSI sebagai pembicara dengan bertema" Quo Vadis IPPEMSI Makassar".

"Kami berharap bahwa Refleksi yang telah dilakukan tersebut menjadi sebuah momentum agar Roh  IPPEMSI tetap terpatri dalam setiap sanubari kader. IPPEMSI harus tetap berkomitmen untuk berjuang, akhirnya selamat Dies Natalies IPPEMSI Maju Terus Berbakti," Tutupnya.

(AndreowReza)

Manado, suarapembaharu.com - Pembuatan Portal di Pasar Bersehati menjadi polemik dan mendapat kritikan oleh Srikandi PDIP Theresia Pinkan Nuah soal biaya masuk.


Menurut Pinkan, biaya masuk kendaraan ke Pasar Bersehati sangat mahal bagi masyarakat. 

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Dirut PD Pasar kota Manado Fery Kientjem, Jumat (12/10/2018). Menurutnya, sebelum membuat portal seharusnya sudah ada kritikan pada biaya tersebut. 

"Waktu belum ada portal masih manual harganya tetap sama untuk kendaraan mobil dan motor. Mengapa saat kami membuat portal lalu mendapat kritikan," tanya Fery.

Dia juga menjelaskan manfaat dari portal tersebut agar supaya terhindar dari pungli.

"Kami memasang portal supaya menghindar dari pungli, meningkatkan  keamanan kendaraan. Kami juga memberitahukan kepada pengendara yang kehilangan karcis masuk agar supaya membawa STNK motor untuk ditujukan ke petugas supaya menghindari dari pencurian motor yang semakin marak ini," tambah pria berambut putih itu. 

Selain itu, Ferry menjelaskan, pihaknya menerima kritikan-kritikan pedas soal Pasar di Kota Manado dari siapapun.

"Saat kami membuat  membuat penertiban, kami dinilai sangat kejam, padahal ini untuk kebaikan kota Manado dan kebaikan pasar bersehati," Jelasnya.

Saat ditanyakan soal parkir dibayar 2 kali, Fery mengungkapkan untuk pembayaran dua kali itu bukan dari kami.

"Masuk di pasar cukup membayar satu kali saat masuk portal. Dan saya juga perlu ingatkan, mobil yang parkir di atas 5 jam akan dikenakan biaya 50 ribu, dan untuk roda dua diatas 5 jam itu 25 ribu," pungkasnya.

(NanangNoholo)

Manado, suarapembaharu.com - Srikandi PDIP, Theresia Pinkan Nuah, meminta Pemkot Manado untuk membongkar portal parkir yang ada di pasar Bersehati karena dinilai memiliki tarif yang mahal.


“Saya sangat tidak setuju dengan portal parkir di pasar bersehati dengan tarif yang sangat mahal. Karena sangat merugikan pedagang maupun pembeli yang datang ke pasar itu. Mana mungkin pasar yang minim tetapi dikenakan harga retribusi parkir yang tinggi, lebih tinggi dari tarif di Mall. Usul saya lebih baik dibongkar dan tarif yang tinggi itu dihentikan,” kata Pinkan Nuah, Kamis (11/10/2018).

Dia juga menambahkan, seharusnya Direktur PD Pasar tidak melakukan kebijakan yang banyak merugikan pedagang dan para pembeli. Selain merugikan, ini juga menuding bahwa portal parkir tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Tarifnya lebih murah kalau parkir di Mall. Lagipula pasar itukan milik Pemkot seharusnya Dirut jangan ambil keputusan sendiri untuk membuat portal parkir itu. Yang lebih berwenang untuk masalah retribusi parkir adalah Dinas Perhubungan,” tandas Caleg Dapil Wenang – Wanea ini.

Dengan tarif yang begitu besar, lanjut Pinkan Nuah, pedagang banyak yang mengeluh. Apalagi pasar merupakan tempat yang umum tempat keluar masuk banyak orang.

“Tidak boleh main-main dengan kebijakan untuk masyarakat. Untuk pedagang yang berjualan disitu harus beberapa kali masuk keluar, namun dengan adanya portal tersebut banyak yang mengeluh,” pungkasnya.

(NanangNoholo)

Manado, suarapembaharu.com - Bantuan kemanusiaan peduli bencana gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala tahap dua dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, akhirnya tiba di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), setelah menempuh perjalanan darat sekira 30 jam.


Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Kepala Dinas Sosial Kota Manado Drs Sammy Kaawoan atas nama Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan, diterima Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said atau akrab disapa Pasha Ungu, Senin (08/10) pagi.

"Saya bersama teman-teman pejabat dari Kota Manado diutus Bapak Walikota Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Bastiaan, untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dan kepedulian pemerintah dan masyarakat Kota Manado bagi korban bencana di Kota Palu, termasuk di Sigi dan Donggala,” ujar Kadis Sammy, sambil menyerahkan paket bantuan secara simbolis. 

Dijelaskan Kadis Sammy, bantuan yang diberikan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Sulteng, merupakan hasil penggalangan bantuan yang dikumpulkan Pos Komando (Posko) Peduli di Kantor Walikota Manado. 

“Ini adalah bantuan tahap kedua, setelah tahap pertama yang diantar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Manado. Nantinya, ada juga bantuan tahap ketiga yang saat ini sedang dikumpulkan di Posko Peduli di Kantor Walikota Manado,” tukas Kadis Sammy, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dra Deasy Lumowa, Kepala Dinas Perindag Maisye Wolah SE, Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dr Nora Lumentut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir Philips Sondakh, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Xaverius Runtuwene SIP serta Staf Ahli Walikota Manado Drs Atto Bullo. 

Wawali Palu Sigit Purnomo Said menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Kota Manado yang telah ikut membantu meringankan beban korban bencana di Kota Palu maupun Sigi dan Donggala.

“Terima kasih saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Palu kepada pemerintah dan masyarakat Kota Manado yang telah ikut membantu menyalurkan bantuan bagi kami. Bantuan ini sangat berharga ditengah upaya pemulihan korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya,” tandas Wawali ‘Pasha Ungu’, seraya menyampaikan salam dan hormat untuk Walikota Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan.

“Salam saya dan Pak Hidayat Walikota Palu untuk Pak Walikota Vicky dan Wakil Walikota Pak Mor, terima kasih untuk perhatian dan kepeduliannya kepada kami,” tukasnya. 

Seperti diketahui, rombongan bantuan kemanusiaan Pemkot Manado untuk Palu, Sigi dan Donggala, dilepas Walikota Vicky Lumentut bersama Wawali Mor Bastiaan dan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Manado Peter KB Assa ST MSc PhD di halaman Kantor Walikota Manado, Sabtu (06/10) lalu.
Selain bahan kebutuhan pokok, pakaian dan obat-obatan, Pemkot Manado menyertakan 50 orang tim relawan yang terdiri dari Tagana (Taruna Siaga Bencana), tenaga kesehatan, Satpol PP, serta tenaga dari BPBD Manado.

(NanangNoholo)

Manado, Suarapembaharu.com - Setelah selesai melaksanakan embarkasi barang bantuan untuk korban bencana alam gempa dan tsunami di Dermaga Satrol Bitung, Sulawesi Utara. Kapal KN Gajah Laut 4804 bertolak menuju kota Palu, Sulawesi Tengah.

Komandan KN Gajah Laut 4804, Letkol Maritim Beny Hermawan mengatakan pengiriman bantuan dengan menggunakan KN Gajah Laut ini merupakan atas arahan Kepala Bakamla RI Pusat melalui Deputi Ops Lat, Laksda TNI Semi Joni kepada Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah Brigjend Pol Bastomy Sanap.

Komandan KN Gajah Laut Letkol Maritim Benny Hermawan saat menerima bantuan dari warga Sulut.
KN Gajah Laut 4804 membawa sejumlah bantuan air mineral, mie instan, ikan kaleng, susu, selimut, perlengkapan bayi, pakaian serta tenda dan terpal dan kebutuhan lainnya.

"Bantuan tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat Sulawesi Utara dan FKPA Sulawesi Utara, bantuan dari Lantamal VIII Manado, Isku Unsrat Manado dan Madrasah Ibtidaiyyah At-Taqwa Perkamil Manado," ujar Komandan KN Gajah Laut 4804, Letkol Maritim Beny Hermawan di Dermaga Satrol Bitung, Jumat (5/10/2018).

Hermawan menambahkan, total bantuan yang di bawa KN Gajah Laut 4804 menuju kota Palu dan Donggala antara lain makanan berjumlah 143 item, perlengkapan bayi sebanyak 23 item dan pakaian 32 item.

"Direncanakan bantuan tersebut tiba di kota Palu pada besok pagi," tandas Komandan KN Gajah Laut 4804, Letkol Maritim Beny Hermawan.
(tsir)


KN Gajah Laut 4808
Manado, Suarapembaharu.com - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Zona Maritim Tengah mengirimkan bantuan ke Palu, Sulawesi Tengah dengan menggunakan Kapal Bakamla KN Gajah Laut 4804 dari Dermaga Satrol Bitung, Sulawesi Utara. Jumat (5/10/2018).

kapal KN Gajah Laut 4804 itu membawa sejumlah air air mineral, mie instan, ikan kaleng, selimut, tenda dan susu serta pakaian dan kebutuhan lainnya pasca gempa dan tsunami melanda Kota Palu dan Gonggala.

Ka Zona Maritim Tengah Bakamla RI Brigjen Pol Bastomy Sanap melalui Kabid Operasi Kolonel Maritim Heriwansyah Agam mengatakan, bantuan tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat Sulawesi Utara dan FKPA Sulawesi Utara.

"Selain itu Bakamla RI juga mengirimkan, tenaga relawan FKPA Sulut untuk membantu sebagai tenaga medis di Kota Palu dan Donggala," ujar Kolonel Maritim Heriwansyah.

KN Gajah Laut 4804 berangkat siang tadi pukul 02.0 WITA dari Dermaga Satrol Bitung dan diperkirakan tiba di Palu besok pagi. Selanjutnya setelah bongkar muatan bantuan bencana, kapal akan melanjutkan Operasi ke Balikpapan dan selanjutnya ke Kupang dalam rangka melaksanakan operasi GANET 2018.

Heriwansyah menambahkan, pengiriman bantuan tersebut merupakan tindak kepedulian BAKAMLA RI dalam membantu meringankan masyarakat Palu dan Donggala dalam menghadapi dan pemulihan bencana gempa dan tsunami.
(tsir)

Minut, Suarapembaharu.com - Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Kodim 1310/Bitung menggelar bakti sosial pengobatan gratis di Balai Desa Karegesan, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (27/9/2018).


Pengobatan gratis tersebut, Kodim 1310/Bitung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara dan Puskesmas Kauditan.

Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat mengatakan, pengobatan gratis ini diperuntukan bagi masyarakat sekitar khususnya di Desa Karegesan.

“Kegiatan bakti sosial pengobatan gratis ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu melalui momen ini diharapkan akan semakin memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat,” ujar Nandar sapaan akrab Dandim Bitung.

Nandar berharap pengobatan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Minut ini akan terus terjalin dan ditingkatkan, sehingga ke depan kegiatan serupa akan terus berlangsung demi membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Utara pada umumnya.

“Ini bentuk tanggungjawab sosial kita (Kodim) terhadap masyarakat di wilayah teritorial,” tandasnya.

Tercatat sebanyak 157 orang memeriksakan kesehatannya. Kegiatan bakti sosial ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT TNI yang Ke-73 tahun 2018.
(tsir)

Makassar, suarapembaharu.com - Kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Makassar, Korneles J. Galanjinjinay, terpilih jadi ketua umum masa bakti 2018-2020.


Ketua Cabang GMKI Makassar, Basthian Littu membeberkan kongres kali ini ada dua kader GMKI Makassar yang maju sebagaincalon ketua umum PP GMKI.

"Itu artinya semangat kekaderan serta semangat pengabdian kader GMKI Makassar sangat mumpuni," bebernya, Kamis (20/09/2018).

Kongres GMKI kali ini, kata Basthian, telah berhasil memilih nakhoda yaitu, baru Korneles J. Galanjinjinay sebagai ketua umum (cabang makassar) dan David sitorus Sekretaris umum (cabang bandung).

"Korneles adalah putra maluku yang juga mantan ketua cabang GMKI makassar. sekalipun ada dua calon dari makassar tapi ini adalah bagian dari strategi untuk makassar merebut kembali ketua umum. kita telah menunjukkan gaya pertarungan yang elegan dan cantik kita sudah memperlihatkan kapasitas kita bahwa makassar punya kader-kader yang mumpuni semoga GMKI makassar dan GMKI secara keseluruhan selalu melahirkan kader terbaik yang berkapasitas dan berkualitas untuk kepentingan bersama," pungkasnya.

(AndreowReza)

Bitung, suarapembaharu.com - Wali Kota Bitung, Max Lomban memanggil management PT Agro Makmur Raya (AMR) dan PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Rabu (12/09/2018).


Kedua perusahaan minyak kelapa itu dipanggil Wali kota untuk menghadiri pertemuan terkait keluhan warga Kelurahan Madidir Unet dan Madidir Ure soal dugaan pencemaran udara.

Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sadat Minabari dan Kepala Dinas Kesehatan, dr Franky Soriton, perwakilan komisi C DPRD dan perwakilan warga.

Wali kota menegaskan, pihaknya tidak memprioritaskan siapapun dalam menyikapi masalah itu.

“Sebab pada intinya, Pemkot Bitung sangat melindungi investor untuk masuk di Kota Bitung, akan tetapi pihak perusahan juga harus mentaati aturan-aturan yang ada seperti aturan lingkungan hidup,” katanya.

Pengembangan perushaan dan operasional produksi jangan sampai masyarakat yang menerima dampaknya.

“Ini akibat ketidaktaatan perusahaan dalam hal meminimalisir akan terjadinya polusi udara. Kami harapkan ada terobosan dan upaya pihak perusahaan dalam meminimalisir soal dugaan polusi udara yang pasti mengganggu masyarakat sekitar,” katanya.

Pertemuan itu kemudian dipimpin Sekda serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang mewajibkan kedua perusahaan itu melakukan upaya menekan dan meminimalisir terjadinya polusi udara.

“Kami memberikan waktu sampai satu bulan. Jika tidak ada upaya dari perusahaan, kami akan memberikan sanksi tegas yang berupa sanksi administrasi,” katanya.

Warga menyampaikan terimakasih kepada Wali kota dan jajarannya yang telah menindaklanjuti keluhan mereka.

Namun sayangnya kata salah satu perwakilan warga, Charles Saranti, pihak PT AMR hanya mengirimkan perwakilan yakni Humas, Suwandi yang tak bisa mengambil keputusan.

“Itu yang sangat kami sayangkan, padahal jika yang hadir management yang bisa mengambil keputusan maka keluhan kami akan langsung terjawab,” kata Charles.

Menurutnga, keluhan warga soal PT AMR tidak hanya polusi udara seperti debu sisa olahan batubara yaitu tumpukan flay ash serta cerobong boiler mengakibatkan debu hitam berterbangan.

“Belum lagi serangga logong yang ikut bersama abu Copex/Bungkil serta PHK sepihak yang dilakukan PT AMR terhadap warga sekitar perusahaan yang perlu ditanggapi langsung oleh pihak yang bisa mengambil keputusan,” katanya.

Akhir pertemuan, kedua perusahaan berkomitmen untuk segera memperbaiki sistem penanganan dampak dari masalah yang dikeluhkan warga sekitar dengan menambah frekuensi dan mencari upaya-upaya lainnya.

Dan pihak Dinas Lingkungan Hidup akan melayangkan surat teguran kepada PT AMR dan MNS untuk segera membenahi dugaan polisi udara.

(YaserBaginda)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.