![]() |
| Walikota Manado, GS Vicky Lumentut |
SUARA
PEMBAHARU – Lima tahun pimpin Manado dengan program sentuh langsung masyarakat,
bahkan anggaran yang dipergunakan hampir mencapai keseluruhan Pendapatan Asli
Daerah (PAD) Manado. Apakah berbading lurus dengan apresiasi masyarakat kepada
Walikota Manado, GS Vicky Lumentut (GSVL)?
Sejak terpilih Walikota Manado, Lumentut mencetuskan delapan program
berbasis kebutuhan masyarakat, yakni pengobatan gratis bagi warga Manado lewat
program Universal Coverage (UC), program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL),
Santunan duka bagi warga yang meninggal dunia sebesar Rp2,5 juta, meningkatkan
honor petugas kebersihan menjadi Rp2 juta perbulan, memberikan insetif bagi
para Rohaniawan, meningkatkan upah Kepala Lingkungan (Pala) yang hingga
sekarang sudah menjadi Rp2,25 juta perbulan, bantuan pendidikan bagi siswa yang
kurang mampu, dan kenaikkan tunjangan kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Program ini pun belum termasuk dengan, bantuan warga yang
terkena musibah kebakaran sebesar Rp10 juta, bantuan rumah hunian bagi warga
yang terkena musibah banjir bandang 2014 sebesar Rp 3,6 juta, bantuan rumah
ibadah dan lainnya.
Kepala BPBD Manado, Maximilian Tatahede menyampaikan, bantuan
rumah hunian yang diberikan kepada warga Manado akibat banjir bandang 2014,
anggarannya mencapai Rp 54 Miliar. Bentuk keprihatinan Walikota Manado terhadap
masyarakatnya, hingga semua anggaran dari bantuan ini diambil dari APBD Kota
Manado.
“Anggaran bantuan untuk warga yang terkena banjir mencapai
Rp54 milliar dan kesemuanya di ambil dari APBD Manado,” ucap Maximilian.
Kepala BPBD Manado ini juga menambahkan, jika dihitung-hitung
anggaran yang digunakan untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan
masyarakat bisa mencapai 100% dari PAD Manado.
“PAD Manado berkisar diangka Rp 200 milliar, untuk bantuan
banjir saja sudah mencapai Rp 54 milliar, belum jika ditambahkan dengan bantuan
kesehatan, bantuan duka Rp 2,5 Juta, bantuan rumah kebakaran Rp 10 juta,
insetif rohaniawan, honor kepala lingkungan Rp 2,25 juta, honor petugas
kebersihan Rp 2 juta dan lainnya. Bisa dipastikan hampir semua PAD Manado
digunakan langsung untuk masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu warga kelurahan Buha, Bryan Koloway merasa sangat
terbantukan dengan program kesehatan Walikota Manado karena disaat istrinya
melahirkan, dirinya hanya menunjukan KTP warga Manado kemudian mendapat
perawatan yang baik dan tanpa mengeluarkan anggaran.
“Saya sangat merasakan program kesehatan ini, disaat istri
melahirkan. Saya pribadi berterima kasih kepada walikota Manado atas bantuan
tersebut, walau tak bisa menyampaikan secara langsung. Pribadi pemimpin seperti
ini harus terus dipertahankan karena akan sangat membantu warga seperti kami,”
ungkap Bryan.
Hal serupa pun telah banyak dirasakan dan diungkapkan warga Manado
dengan program-program Walikota Manado,
walau tak secara keseluruhan terangkum. (MO3)

Post a Comment