Suara Pembaharu ideas 2018

Walikota Manado, GS Vicky Lumentut
SUARA PEMBAHARU – Lima tahun pimpin Manado dengan program sentuh langsung masyarakat, bahkan anggaran yang dipergunakan hampir mencapai keseluruhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manado. Apakah berbading lurus dengan apresiasi masyarakat kepada Walikota Manado, GS Vicky Lumentut (GSVL)?

Sejak terpilih Walikota Manado, Lumentut mencetuskan delapan program berbasis kebutuhan masyarakat, yakni pengobatan gratis bagi warga Manado lewat program Universal Coverage (UC), program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL), Santunan duka bagi warga yang meninggal dunia sebesar Rp2,5 juta, meningkatkan honor petugas kebersihan menjadi Rp2 juta perbulan, memberikan insetif bagi para Rohaniawan, meningkatkan upah Kepala Lingkungan (Pala) yang hingga sekarang sudah menjadi Rp2,25 juta perbulan, bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu, dan kenaikkan tunjangan kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Program ini pun belum termasuk dengan, bantuan warga yang terkena musibah kebakaran sebesar Rp10 juta, bantuan rumah hunian bagi warga yang terkena musibah banjir bandang 2014 sebesar Rp 3,6 juta, bantuan rumah ibadah dan lainnya.

Kepala BPBD Manado, Maximilian Tatahede menyampaikan, bantuan rumah hunian yang diberikan kepada warga Manado akibat banjir bandang 2014, anggarannya mencapai Rp 54 Miliar. Bentuk keprihatinan Walikota Manado terhadap masyarakatnya, hingga semua anggaran dari bantuan ini diambil dari APBD Kota Manado.

“Anggaran bantuan untuk warga yang terkena banjir mencapai Rp54 milliar dan kesemuanya di ambil dari APBD Manado,” ucap Maximilian.

Kepala BPBD Manado ini juga menambahkan, jika dihitung-hitung anggaran yang digunakan untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bisa mencapai 100% dari PAD Manado.

“PAD Manado berkisar diangka Rp 200 milliar, untuk bantuan banjir saja sudah mencapai Rp 54 milliar, belum jika ditambahkan dengan bantuan kesehatan, bantuan duka Rp 2,5 Juta, bantuan rumah kebakaran Rp 10 juta, insetif rohaniawan, honor kepala lingkungan Rp 2,25 juta, honor petugas kebersihan Rp 2 juta dan lainnya. Bisa dipastikan hampir semua PAD Manado digunakan langsung untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu warga kelurahan Buha, Bryan Koloway merasa sangat terbantukan dengan program kesehatan Walikota Manado karena disaat istrinya melahirkan, dirinya hanya menunjukan KTP warga Manado kemudian mendapat perawatan yang baik dan tanpa mengeluarkan anggaran.

“Saya sangat merasakan program kesehatan ini, disaat istri melahirkan. Saya pribadi berterima kasih kepada walikota Manado atas bantuan tersebut, walau tak bisa menyampaikan secara langsung. Pribadi pemimpin seperti ini harus terus dipertahankan karena akan sangat membantu warga seperti kami,” ungkap Bryan.


Hal serupa pun telah banyak dirasakan dan diungkapkan warga Manado dengan  program-program Walikota Manado, walau tak secara keseluruhan terangkum. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.