![]() |
| Wasekjen DPP PAN, Muhammad Rodli Kaelani |
SUARA
PEMBAHARU – Jelang pendaftaran calon kepala daerah Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada) serentak tahap pertama tinggal 6 hari. Semua partai politik
sibuk menyiapkan dan memproses para calon andalannya, begitu juga para kandidat
kepala daerah (Kada) semakin intens melakukan konsolidasi dan lobi politik di “injury
time”.
Tak terkecuali Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai
yang memiliki banyak potensi untuk mengusung dan memenangkan calon-calonnya di
beberapa daerah di Indonesia. Namun karena tingkat dinamika dan kompetisi yang
ketat, hal tersebut mendapat perhatian Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amin Rais
dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN, Sutrisno Bachir (SB). Hal ini
disampaikan langsung Wasekjen DPP PAN, Muhammad Rodli Kaelani saat dihubungi.
Rodli menjelaskan, perhatian kedua petinggi PAN ini dikarenakan
banyak keluhan dan komplain yang diterima mereka berdua dari beberapa daerah, menyusul
juga banyaknya kader PAN yang sulit diakomodasi dan diusung sebagai calon
kepala daerah (Kada). Padahal para kader tersebut merupakan pimpinan PAN
ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang memiliki elektabilitas kemenangan cukup
signfikan. Tapi malahan, terlihat Tim Pilkada DPP PAN seringkali mendorong
calon dari luar yang belum terbukti berkomitmen dengan PAN.
“Jadi Ketua Dewan Kehormatan dan Ketua MPP PAN meminta kepada
DPP PAN agar lebih aware dan memprioritaskan untuk mengusung kader PAN dalam
Pilkada nanti,” jelas Rodli
Lanjutnya, Beliau berdua juga telah berkomunikasi dengan Zulkifli
Hasan selaku Ketua Umum DPP PAN untuk melakukan evaluasi dan meninjau calon-calon
kepala daerah yang akan diusung PAN.
“Kedua petinggi PAN ini telah berkomunikasi dengan bang Zul
selaku ketua Umum DPP PAN serta meminta agar, formula tim Pilkada DPP yang
mengurusi persiapan dievaluasi dalam meninjau calon-calon kepala daerah yang
akan diusung PAN,” tambahnya.
Menurut Rodli, kader-kader PAN yang berpotensi menang dan
terbukti dalam kerja politik Pileg, wajib didahulukan untuk diusung dalam
Pilkada, karena akan menjadi pioner sekaligus jangkar pembangunan dan perubahan
daerah yang nantinya akan digawangi PAN sebagai Partai Reformasi dan Advokasi. (MO3)

Post a Comment