 |
| Sambutan Gubernur Sulut, S.H Sarundajang saat rapat paripurna penjelasan terhadap Ranperda 2014, Selasa (7/7) |
SUARA PEMBAHARU -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (sulut), gelar Paripurna dalam hal Penyampaian Penjelasan gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2014 di di DPRD Provisi Sulut, Selasa (07/07).
 |
| Forkompindo saat proses paripurna Ranperda 2014 |
Rapat Paripurna di hadiri Rapat Istimewah ini dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sulut Dr.Steven Kandouw dan di dampingi wakil ketua Stevanus Vereeky Runtuh, Wenny Lumentut,Marthen Manoppo serta anggota dewan lainnya. Hadir pula dalam kesempatan ini Gubernur Sulut DR.SH.Sarundajang serta Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulut Ir.Siswa Mokodongan, Kepala BPKP, Perwakilan Bank Indonesia, Kapolda Sulut,dan Korem Santiago serta Danlantamal dan Kejaksaan Tinggi (Kejati). Hadirpulah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Sekda prov Sulut.
Dalam hal penjelasan Ranperda yang disampaikan oleh Gubernur SH. Sarundajang berdasarkan audit Badan Pemeriksa Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) secara garis besar gubernur SH. Sarundajang.
 |
| Anggota DPRD Sulut saat mendengan laporan Ranperda Gubenur tahun 2014 |
"Berdasarkan hasil BKP Kami sangat mengapresiasi, berkat kerja sama dan dukung dari mitra kerja sehingga mendapatkan WTP pada tahun 2015" jelas. Guebernur dalam penyampaian ranperda APBD 2014.
 |
| SKPD sedang menyimak saat paripurna ranperda 2014 |
Sarundajang juga menambahkan " dengan semangat yang tinggi kita mampu menjaga persaudaraan dan kestabilan daerah samapi tingkat nasional, maka terkait dengan ini maka kita butuhkan adalah kesungguhan dan kemitmen sehingga bisa bekerja keras dan tuntas,saya mengajak seluruh staf bekerja sama untuk terus bergendengan tangan dalam membangun, belajar dari masa lalu dan pengalaman untuk melakukan lompatan kedepan, pahamilah bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari kekayaan", tutup SH.Sarundajang.
(ADV)
Post a Comment