![]() |
| Rapat Pansus LKPJ Gubernur Sulut |
SUARA
PEMBAHARU – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung
Jawaban (LKPJ) Gubernur Sulut, beri catatan kepada pemerintah provinsi (Pemprov)
Sulut usai membahas LKPJ Gubenur 2010-2015.
Akhir masa jabatan Gubernur Sulut, Pansus yang dipimpin Edwin
Lontoh dan anggota-anggota pansus Noldy Lamala, Andrei Angouw, Ivone Bentelu, Amir
Liputo dan lainnya. Memasukan catatan penting dari hasil pembahasan, karena
dalam mensejahterakan masyarakat Sulawesi Utara (sulut) perlu memperhatikan
Kehidupan masyarakat dalam bidang kesehatan dan lingkungan hidup.
Ini Catatan
di Bidang Kesehatan oleh Pansus LKPJ Gubernur Sulut.
1. Data-data
dari dinas kesehatan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam laporan.
2. Ditemukan
bantuan Alat kesehatan sejak tahun 2014 sampai sekarang belum digunakan padahal
itu sangat dibutuhkan dalam puskesmas. Dengan alasan alat tersebut belum bisa
dipakai menunggu pihak ketiga untuk pengoprasian.
3. BKKM belum
memiliki gedung, tapi sarana fasilitas untuk gedung tersebut telah diadakan.
4. Begitu besar
animo masyarakat menunggu gedung bangunan baru dari BKKM dan untuk sementara
menggunakan gedung dari perbatasan.
5. Khusus
Untuk rumah sakit Prof Kandow, ada bantuan 8 miliar dari APBD Provinsi tapi
masih memerlukan tambahan dana khususnya untuk pengadaan alat kesehatan.
6. Ruslah RRI
untuk dapat dipindahkan, karena mempengaruhi alat-alat dirumah sakit Prof
Kandow.
7. Perlunya pelebaran
jalan masuk keluar rumah sakit Prof Kandow.
8. Rumah sakit
Ratumbuisang perlu diperhatikan.
9. Penambahan
tenaga kesehatan dan tenaga apoteker di RS kandow.
10. Pemerataan
tenaga medis, alkes, dan obat-obatan sampai ke daerah-daerah terpencil
perbatasan.
11. Pemerintah memberikan
subsidi kesehatan kepada masyarakat miskin untuk asuransi kesehatan.
12. Mengenai tumpang tindih aturan yang ada, maka
perencanaannya ditinjau kembali dan dimatangkan disesuai dengan regulasi /
peraturan yang ada.
Ini Catatan
di Bidang lingkungan Hidup.
1. Program
yang banyak namun tidak diimbangi dengan
dana yang memadai, sehingga pembangunan pembangunan yang berwawasan lingkungan
tidak dapat tercapai secara optimal.
2. Pembangunan
jalan provinsi sudah mencapai target tapi tidak dilengkapi pembangunan
drainase.
3. Hampir
semua jalan provinsi tidak di lengkapi dengan sarana penerangan jalan.
4. Kualitas
aspal Provinsi perlu di tingkatkan.
5. Terkait
dengan penghijauan di pinggir jalan agar perencanaan jangka panjang.
6. Pembebasan
lahan tol Manado-Bitung segera dituntaskan.
7. Alokasi
anggaran untuk pemeliharaan jalan sangat kecil sehingga perlu ditingkatkan. (IH)

Post a Comment