SUARA PEMBAHARU — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Belum memiliki tenaga ahli dalam menggunakan alat penentuan arah kiblat di sejumlah Mesjid di Boltim. Hal ini diutarakan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Haji dan Islam, Ma'Mur dan Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Boltim, Ahmad Soleh, saat dikonfirmasi media, Kamis (17/12).
"Kemenag Boltim sebenarnya sudah ada 1 orang yang pernah ikut bimbingan tekhnis pemakaian alat, namun yang bersangkutan masih merasa belum mahir. Makanya kami masih memanggil tenaga ahli dari Kemenag Kotamobagu," kata Ma'Mur
Selama Kemenag berdiri di Boltim, seingat saya sudah 10 Mesjid yang kami tentukan arah kiblatnya. Dalam menentukan arah kiblat, katanya, ada berbagai macam cara. Ada yang menggunakan Miswalah yang berbentuk papan, ada juga menggunakan alat yang namanya theodolit alat canggih.
"Yang paling gampang menggunakan aplikasi di handphone android, yakni aplikasi penentuan arah kiblat. Itu memang langsung bisa dapat kemena arah kiblat dan berapa jarak antara anda berada sekarang dengan posisi Ka'bah dan tingkat keakurasiannya bisa terjamin," ungkapnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Boltim, Ahmad Soleh juga mengakui kekurangan tenaga ahli dalam penentuan arah kiblat di Kemang Boltim. Menurutnya jika ada Mesjid yang mau melakukan penentuan arah kiblat yang baru, maka silahkan menyurat ke kantor.
"Kami akan memanggil tenaga ahli dari Kemenag Kotamobagu dan kami juga akan turun bersama, jika semua sudah selesai, maka kami akan mengeluarkan sertivikat. Data sejumlah Mesjid yang sudah ditentukan arah kibkatnya oleh Kemenag akan kami data lagi," tandasnya.
Hal ini dipermasalahkan oleh warga Desa Bulawan II, karena Mesjid mereka dirubah arah kiblat secara mendadak dan ini membuat bingung warga setempat. Seperti yang diutarakan Usman Manoppo dan Tomi.
"Sudah lama Mesjid kami arah kiblatnya seperti itu, namun ada oknum Kemenag yang tiba-tiba merubah arah kiblat Mesjid ini dengan sejumlah dalil yang dia jelaskan ke kami," ungkap Usman.
Di tempat terpisah Tomi, juga warga yang sama menanyakan bagaimana cara menentukan arah kiblat dalam Ajaran Islam yang sebenarnya.
"Saya bingung sebenarnya, ada berapa cara sebenarnya dalam menentukan arah kiblat dan bagaimana caranya. Kan sekarang ini kami sedang membangun Mesjid baru, namun untuk sekarang ini masih Sholat di Mesjid yang lama. Makanya jangan Mesjid baru selesai dibangun, lalu dirubah lagi," pinta Tomy. (Dany)

Post a Comment