SUARA PEMBAHARU- Sebutan Kota Cakalang untuk Bitung bukan tidak berdasar, Kota yang memiliki 53 unit pengolahan ikan ini menyimpan cerita manis masa masa dimana produksi ikan melimpah.
Masa itu dimulai pada era tahun 80 an hingga akhir 2014 silam, masa dimana stok ikan seperti tanpa batas, bahkan mampu menjadikan Bitung sebagai sentra produksi berbagai jenis ikan kaleng dan mengekspor ratus ton Tuna segar setiap bulan.
Namun, menurut Basmi Said, Ketua Asosiasi Unit Pengolahan Ikan (UPI) Kota Bitung saat menceritakan kisah sukses Bitung sebagai pusat industri perikanan terkemuka dikawasan Timur Indonesia, Selasa (13/01/2016). Semua itu telah berakhir tahun 2015 lalu, dimana moratorium Menteri Kelautan dan Perikanan menghantam seluruh sendi sendi industri perikanan kota "bukan" Cakalang ini.
" tiga perusahaan pengolahan besar yang tersisa saat ini, lainnya kolaps karena tidak lagi bisa mendapatkan bahan baku ikan" katanya dengan mimik sedih.
Bahkan saat ini unit pengolahan yang tersisa dan masih bisa tetap berproduksi, harus mendatangkan ikan dari pulau Jawa dan Sumatera.
" kami datangkan ikan dari Jawa dan Sumatera, karena stok di Bitung sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan produksi" jelas sosok yang punya hobi bersepeda ini.
Basmi juga yakin Tahun 2016 industri perikanan masih akan tetap terpuruk.(Licin)
Post a Comment