Suara Pembaharu ideas 2018

SUARA PEMBAHARU- Hari ketiga pasca penertiban warga MASATA di Kecamatan Matuari, Kota Bitung, yang dilakukan, Jum'at (05/02/206), sejumlah warga yang masih bertahan untuk mengangkut sisa bangunan dan perabotan rumah tangga, mulai mengeluh kelaparan dan kekurangan air minum.
Salah satunya adalah Wempie makalew (60), mantan Kepala Lingkungan selama 30 tahun di Sagerat ini mengaku belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah, walau hanya untuk makan.
"Kami masih bertahan karena membereskan barang yang katanya akan diangkut menggunakan truck dari pemkot, namun kenyataannya, kami harus angkut sendiri barang barang ini, dan sampai saat ini Dinas Sosial belum memberikan bantuan apapun" jelasnya kepada media ini saat berkunjung kelokasi Ex MASATA tersebut, Minggu (07/02/2016).
Wempie, yang biasa disapa Pala' ini juga merasa pemerintah Kota Bitung tidak adil terhadap warga ditempat tersebut.
"Kenapa warga dari luar Bitung mendapat fasilitas yang sangat banyak dari pemerintah, diberikan tanah, dibangunkan rumah, tetapi kami yang notabene asli disini dibiarkan seperti ini" katanya lirih.(Licin)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.