![]() |
| Lurah Sario, Meilin Lasut |
"Yang pasti saya merasa kecewa, karena apa yang terjadi tak seperti apa yang diberitakan. Kami dari pihak Kelurahan tidak pernah melakukan memark up dalam artian menaikkan harga raskin, walau satu sen," ucap Lasut.
Lasut juga menambahkan bahwa pihak kelurahan juga merasa kecewa karena sampai hari ini tidak ada konfirmasi terkait pemberitaan tersebut. Jika seperti ini, pemberitaan terlihat berat sebelah atau tidak seimbang, karena hanya melihat dari satu perpektif.
"Seharusnya kan saya diberi hak jawab akan hal ini. Tapi, hingga saat ini belum ada. Kemudian, saya tidak pernah mengatakan akan mengembalikan uang warga karena ada kesalahan administrasi, Namun diberitakan seolah-olah saya mengatakan hal demikian," tambah Lasut.
Ditambahkan Lasut, dirinya akan mengambil langkah hukum karena pemberitaan tersebut dianggap telah mencemarkan nama baiknya.
"Saya sempat menelpon salah satu wartawan yang membuat berita tentang saya, dan mengajaknya bertemu untuk membuat klarifikasi. Namun, tidak direspon dengan baik dan malah mengeluarkan kata-kata yang membuat saya marah. Saya akan melaporkan hal ini kepihak yang berwajib, pihak kepolisian," tegas Lasut.
Sebagaimana informasi yang dirangkum Suarapembaharu.com, harga raskin Rp 1.600/kilo, dituding ditambahkan harganya oleh pihak kelurahan menjadi Rp 3.000/kilo. (JM)

Post a Comment