SUARA PEMBAHARU - Terkait banyaknya pemberitaan terkait, pembunuhan dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara disebabkan terhambatnya urusan skripsi. Pihak kampus melakukan klarifkasi, karena pelaku masih berada di semester 6 dan belum sedang mempersiapkan ujian skripsi, Senin (2/4).
Bahwa pada hari ini Senin 02 Mei 2016 telah terjadi pembunuhan dosen senior fakultas keguruan & ilmu pendidikan oleh seorang mahasiswa UMSU.
terkait motif dan modus operandinya kita minta agar pihak yang berwenang segera merealisnya. Tapi ada beberapa hal yang pasti tentang dugaan motif yang berkembang diberbagai media. Yakni tidak benar soal Skripsi. Karena tersangka masih semester 6. Di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, seluruh mahasiswa hanya dimungkin untuk mulai mengajukan judul dan menyusun skripsinya pada semester 8 atau sekurang-kurangnya semester 7.
Olehkarenanya jika ada info yang berkembang bahwa peristiwa pembunuhan ini terjadi merupakan bagian dari acces korban memperlambat Skripsi tersangka telah gugur karena tersangka belum masuk ketahap itu.
Kemudian. Mahasiswa & seluruh Civitas Akademika UMSU adalah insan yang menjunjung tinggi hukum. Tanpa terkecuali. Seluruhnya mengutuk dan "geram" atas apa yang dilakukan tersangka hari ini di UMSU.
Jika UMSU adalah negara & pengadilan yang diberi kewenangan untuk menyelesaikan perkara tersebut, Maka dipastikan UMSU akan jauh lebih tegas dalam memberi tindakan pada pelaku. Jadi tidak benar jika mahasiswa melakukan penghambatan, penghalangan dan sejenisnya. Yang benar adalah situasi agak sulit dikendalikan karena korban pembunuhan seperti ibu (orang tua) bagi insan UMSU. Secara fhisikologi apa yang dialami korban telah menimbulkan kemaharahan bagi banyak orang. Namun begitupun seluruh civitas akademika masih dapat menahan kemarahan yang berlebihan serta masih bisa berfikir yang semestinya. Mahasiswa yang tidak dikoordinir secara langsung itu dapat mengenali hak dan tanggung jawabnya dalam menghadapi pelaku kriminal. Menahan dan menutup akses agar pelaku tidak melarikan diri sampai diserahkan kepada yang berwajib.
Semua kita sangat berduka atas kejadian hari ini. Sebagai bentuk kemanusiaan kita. Diharapkan kepada seluruh pihak jangan coba-coba "mempelintir" kejadian yang sesungguhnya. Mengembangkan berita yang bertendensi negatif demi mencari keuntungan dari peristiwa yang terjadi. (MO3)

Post a Comment