Suara Pembaharu ideas 2018

SUARA PEMBAHARU - Penyebaran prilaku Konsumerisme dan gaya hidup hedon, seakan telah menjadi wajah baru bagi masyarakat Sulawesi Utara. Menjamurnya pusat perbelanjaan di sepanjang pesisir pantai Manado dengan berbagai icon hiburan, bisa jadi pelopor beralihnya sikap tersebut.
Anak-anak sedang asik membaca di stand Komunitas Pecandu Buku
Harus diakui sangat jarang dewasa ini, kita melihat keinginan kalangan kaum muda maupun kaum tua Sulut melahirkan budaya membaca, terlebih bagi mereka yang notabene berdomisi di Kota Manado dan kota/kabupaten sekitarnya.

Kita akan lebih mudah disuguhkan kehadiran masyarakat yang rela mengantri di Bioskop, tempat karoeke, Pub, maupun diskotik ketimbang perpustakaan, studi baca atau ruang diskusi ilmiah.

Melihat tergerusnya budaya membaca tersebut, yang hampir merasuk keseluruh masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat Sulut, ‘Komunitas Pecandu Buku’ yang digagas Fiersa Besar dan Aulia Angesti, 18 Juli 2015 di Kota Bandung memberi angin segar dan unik.

Lewat keterwakilannya Di Sulut, Shinta Salowe, mulai bergerak menyebarkan virus membaca dan diawali di pusat perbelanjaan kota Manado, Mega Mas, Minggu (1/5) sejak pukul 06.00 hingga 10.00 Wita. Shinta pun memulainya dengan dibantu beberapa teman di Kota Manado, membuka stand membaca buku gratis.

“Komunitas ini bermaksud menjawab keresahan atas berkurangnya budaya membaca buku. Untuk Manado sendiri ini kali pertamanya dilaksanakan. Buku yang dipajang pun adalah kumpulan buku kawan-kawan dan saya sendiri,” jelas Shinta

Shinta menggambarkan, visi Komunitas Pecandu Buku adalah menyebarkan virus membaca di kalangan kaum muda ke seluruh nusantara. Metode awal penyeberan informasinya adalah melalui penulisan ulasan buku yang dimuat lewat sosial media instagram (akun instagram @pecandubuku), karena sasaran utama dari komunitas ini adalah para anak muda yang aktif menggunakan sosial media terkini.

Komunitas ini pun sudah memiliki perpistakaan yang berlokasi di Jl. Pasirjaya IV no 1 buah batu, Bandung. Selain itu, Komunitas ini juga melakukan temu anggotacyang rutin dilaksanakan tiap bulannya yang dinamakan Pecandu Buku Bersila. 

"Mimpi Komunitas Pecandu Buku adalah agar anak muda bisa menjadikan budaya membaca sebagai salah satu kebiasaan yang positif sebagai bentuk pengembangan potensi diri," ungkap Shinta.

Shinta pun berharap, semoga saja lewat gerakan ini intensitasnya membaca bisa mengikis budaya hedon dan konsumerisme masyarakat Sulut.

Tokoh pendahulu Sulut cukup dikenal dalam sisi pengetahuannya, mulai dari Arie Frederik Lasut sosok Pejuang Kemerdekaan yang juga Ahli Geologi, Maria Walanda Maramis sang Pejuang Kemajuan dan Emansipasi Wanita, Robert Wolter Monginsidi Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang juga Guru, Sam Ratulangi, Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Ahli Matematik dan Fisika

“Semoga semangat pendahulu bisa kembali lagi,” ucapnya. 

Jika anak Muda Sulut, bersama ingin membangun budaya membaca lewat komunitas ini. Shinta pun menjelaskan bisa lewat mengunjungi akun sosial media, instagram @pecandubuku, Line @pecandubuku, Twitter @pecandu_buku, facebook pecandu buku. Atau bisa lewat perwakilan Sulut, line shintasaloewa, ID Instagram @shintasalowe dan whatsapp, 081806150093. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.