SUARA PEMBAHARU - Wacana heboh yang diusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Keendikbud) Muhadjir Efendy terkait full day school atau sekolah sehari penuh, menuai berbagai komentar dari sejumlah tokoh pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispend) Boltim, Yusri Damopolii saat dikonfirmasi menurutnya, wacana ini masih patut dikaji kembali, karena itu hanya cocok untuk daerah perkotaan.
"Sedangkan untuk daerah Boltim, harus dipertimbangkan sematang mungkin. Karena tingkat pemahaman pendidikan orang tua kepada anak itu masih rendah," katanya.
Anak-anak, katanya, seperti di daerah ini tidak sama seperti di kota-kota besar. Mereka masih membutuhkan nuansa untuk bermain dan memberikan kebebasan bersama-sama dengan orang tua, karena ketergantungan mereka kepada orang tua masih begitu tinggi.
"Saya fikir jika itu diterapkan secara nasional, maka daerah ini belum siap. Belum juga beban kerja guru akan meningkat. Sekarang kompensasi pemerintah pusat terhadap penambahan jam, apakah sudah dipertimbangan," tanya Damopolii.
Ditempat terpisah, Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri I Bulawan Yurike Kojongian berargument, bahwa bagus juga wacana full day school jika diterapkan, namun memang harus lebih dikaji lagi melalui beberapa segi.
"Misalkan, dari segi karakter anak, kompetensi serta jumlah tenaga pendidik dan kontribusi pemerintah pusat dalam penganggaran di sekolah," paparnya saat ditemui sejumlah media di ruang kerjanya, Selasa (16/8).
Seperti, lanjutnya, keadaan anak murid yang ada di sekolah ini, sepulang sekolah mereka kembali bermain di lingkungan sekolah. Itu menunjukkan bahwa minat anak-anak ingin berlama-lama disekolah sangat tinggi.
"Untuk masalah kompetensi serta jumlah tenaga pendidik di daerah ini memang masih terasa kurang," ucapnya.
Sedangkan untuk penganggaran, memang harus dipertimbangkan oleh pemerintah, karena tenaga pendidik juga harus bertahan di sekolah dari pagi sampai sore hari agar ekschool tetap efisien.
"Namun hal ini juga mempermudah bagi guru yang sudah sertifikasi namun masih kurang jam, mereka bisa memanfaatkan jam ekschool yang ada," tutupnya. (Dany)
Post a Comment