Suara Pembaharu ideas 2018

Koordinator KIPP Sulut Baharudin Pitajaly (kiri), Koordinator JPPR Sulut Sahrul Setiawan (tengah) dan Juru Bicara Koalisi Donny Rumagit (kanan),.
SUARA PEMBAHARU – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sulawesi Utara (Sulut), Komite Independen Pemantau Pemilu Sulut dan Yayasan Pelita Kasih Abadi (PEKA) Sulut bentuk Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pilkada di Sulawesi Utara, demi menjaga terjadinya praktik-praktik kecurangan di pilkada Serentak nanti.

Mengambil lokasi Hotel Rock Rand Manado, Sabtu (19/9) Koalisi Kawal Pilkada Sulut ini menegaskan, bahwa kehadiran mereka adalah untuk mengawal dan menjaga jalannya pilkada serentak di Sulut.

Juru Bicara Koalisi Kawal Pilkada Sulut, Donny Rumagit, dalam konfrensi pers menyampaikan perlunya Koalisi ini dibentuk demi menjaga dan mengawal proses Pilkada di Sulut agar tidak keluar dari aturan main yang ditetapkan. Menurutnya, fenomena Pilkada di Sulut telah menjadi perhatian secara Nasional, salah satunya terkait penetapan calon kepala daerah yang merupakan mantan Narapidana (Napi).

“Kami menilai proses demokrasi di Pilkada di Sulut perlu diawasi, hal tersebut harus dilakukan dengan turut mengawal untuk mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Ini juga bukan hanya tanggung jawab yang diletakkan pada penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu). Konsen nanti yang sedang kita dalami dan telah dilakukan kajian lewat bukti-bukti otentik, mulai dari aspek penetapan DPT, seleksi pasangan calon kepala daerah, hingga praktek politik uang,” jelas Donny yang juga mantan Ketua Korda GMNI Sulut ini.

Tak hanya itu, soal pengawasan proporsional dan mendorong adanya transparansi dalam Pilkada, Ketua KIPP Sulut, Baharudin Pitajaly menilai, bahwa Koalisi kawal Pilkada Sulut ini  memiliki sejumlah tugas penting dalam melakukan pendidikan politik pada masyarakat. Adanya praktek politik yang ‘berlawanan’ dengan aturan main Pilkada perlu dikaji secara baik dalam rangka mewujudkan pemimpin yang demokratis.

“Tugas utama dari Koalisi Masyarakat yang didalamnya tergabung JPPR, KIPP dan Yayasan PEKA Sulut itu tidak lain adalah bagaimana melakukan pemantauan terhadap proses politik yang ideal, bagaimana kita kemudian melakukan juga pendidikan politik pada masyarakat. Jika masyarakat cerdas dan tau memilih pemimpin yang baik, tanpa ada intervensi politik atau money politic maka pemimpin yang terlahir di Sulut maupun di Manado kedepan adalah yang benar-benar terseleksi karena prosedur demokrasi yang tepat. Inilah yang akan kami lakukan, memang sejauh ini sudah ada data yang akan kami dalami dari laporan masyarakat untuk diproses lanjut, kita juga akan bersinergi penyelenggara Pemilu di Sulut sesuai porsi dan tugas kami,” ucap Bahar dihadapan sejumlah wartawan.


Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Yayasan PEKA Sulut, Sonny Thios Brant, dan beberapa aktivis pro demokrasi. Bedasarkan informasi, Koalisi Masyarakat ini akan turun kesemua daerah di Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Utara yang menggelar hajatan Pilkada. Bahkan juga menginvestigasi lebih jauh kasus E2L-David Bobihoe dan posisi Imba-Bobi Daud. (IRN)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.