Bantuan Peningkatan Ekonomi Di Boltim, Diduga "KJ"
SUARA PEMBAHARU - Bantuan peningkatan ekonomi bagi pedagang kecil di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diduga Kurang Jelas "KJ". Pasalnya pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tidak tahu-menahu soal harga satuan dari kontraktor dan pihak kontraktor pun enggan untuk dikonfirmasi.
"Jumlah penerima keseluruhan 400, karena setiap kecamatan 40 orang penerima. Kalau soal harga, saya tidak tahu, tapi disitu sudah ada beras 25 Kg, gula pasir 25 Kg, minyak kelapa 25 Kg dan timbangan 1 unit. Nanti silahkan tanya sama Pak Dedi Sugeha harganya," ucap Kepala Dinas Perindag Boltim, Mochtar Limbanadi. Saat dikonfirmasi media ini, usai pemberian secara simbolis kepada penerima. Selasa (29/12).
Dedi Sugeha yang merupakan salah satu staf di Disperindag Boltim yang juga sebagai koordinator kegiatan ini mengungkapkan, hari pertama pembagian di Kecamatan Kotabunan dan Tutuyan dan selanjutnya di Nuangan dan 2 Kecamatan di Modayag. Untuk spesifikasi harga lebih tahu pihak kontraktor.
"Kami hanya menerima mentahnya. Perusahaan yang memegang pengadaan ini yakni CV. Aulia Sejati, alamatnya mungkin kotamobagu, namun saya lihat ada juga orang kerja CV itu orang Boltim namanya Alul. Ini bersumber dari APBN lebih spesifiknya DAK," katanya saat dihubungi via telfon.
Namun, katanya, walaupun ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dengan jenis dana Dana Alokasi Khusus (DAK), tetap yang melakukan lelang proyek pengadaan ini tetap Pemerintah Daerah (Pemda).
"Untuk harganya memang dia sedikit naik-turunkan, saya tidak tahu pasti harganya, karena kami hanya menerima langsung barangnya. Untuk kalkulasi harga keseluruhan atau per penerima saya tidak tahu," kilahnya.
Ketika ditanya lagi soal isu yang beredar di masyarakat terait harga keseluruhan barang yang akan diterima warga sebesar Rp. 7 Juta, sugeha pun membantahnya. "Tidak sampai begitu harganya," tutupnya.
Namun sayangnya, pihak Kontraktor yakni CV. Aulia Sejati saat dihubungi media ini via telfon sudah 2 kali, tidak mau mengangkat telfonnya di nomor (08525666xxxx). Pertama kali ditelfon diriject, telfon ke dua malah nomor hp itu sudah tidak aktif. (Dany)

Post a Comment