Suara Pembaharu ideas 2018

SUARA PEMBAHARU- KEK Bitung adalah satu diantara beberapa kawasan ekonomi khusus yang ditetapkan pemerintah pusat yang tujuannya untuk menarik investasi sebanyak mungkin melalui produk unggulan. Dengan luas 534 hektare, KEK Bitung akan terbentang dari ujung Kelurahan Manembo nembo, hingga perbatasan Bitung-Manahasa Utara.

Pembangunan kawasan yang akan menelan biaya 1,7 Triliyun Rupiah ini, diproyeksikan mampu menampung 97.500 tenagakerja terampil. Kawasan Ekonomi Khusus ini ditargetkan dapat beroperasi pada 22 Mei 2017, atau setahun lebih sedikit dari hari ini, 27 Februari 2016, dengan proyeksi dapat menarik investasi 32,89 Triliyun Rupiah dari tiga kegiatan industri utama dan satu kegiatan pendukung. Yaitu, industri kelapa, perikanan, dan farmasi, serta pusat logistik.

Mega proyek juga didukung dengan berbagai fasilitas infrastruktur yang nantinya akan memperlancar jalannya seluruh sistem yang ada di dalam "kota baru" tersebut. Seperti, jalan Tol Manado-Bitung, perluasan runway Bandara Sam Ratulangi, Bendungan multifungsi Kuwil, pembangunan Instalasi Air Bersih, dan rencana jaringan jalur kereta api Sulawesi Utara.

Impian besar pemerintah Kota Bitung terhadap mega proyek ini patut diapresiasi, niat awal mensejahterakan rakyat tentunya hal yang sangat "wajib" didukung seluruh masyarakat. Sejak ditetapkan melalui PP Nomor 32 Tahun 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pemerintah Kota Bitung terus melakukan persiapan, baik lahan, sumber daya manusia melalui pendirian sekolah khusus mendidik tenaga profesional dibidang logistik, serta berbagai persiapan lainnya. Walikota Bitung, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan KEK Bitung, tentunya diharapkan  betul betul mampu menjadikan KEK sebagai "istana megah" buat masyarakat Bitung sendiri. Kita semua berharap, orang Manembo nembo, Sagerat, dan Tanjung Merah tidak sekedar berjualan asongan diluar pagar "istana megah" tanpa mendapat tempat spesial didalamnya. Kita semua tidak ingin, warga Girian Bawah yang nanti bibir pantainya akan habis direklamasi untuk rencana akbar ini, hanya bisa melihat hiruk pikuk kegiatan puluhan triliyun yang ada didalam "istana megah" dari luar pagar tinggi dengan keamanan kelas wahid.

Walikota terpilih Bitung, yang tahu persis dari nol persoalan yang ada, kita harapkan juga mampu menjadikan KEK sebagai satu kekuatan besar kota ini menghadapai persaingan super ketat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus hadapi. Kita akan kedatangan tenagakerja tenagakerja terampil dari berbagai negara Asean, belum lagi dari daerah luar Bitung yang diyakini akan masuk mengisi 97.500 kuota tenagakerja didalam kawasan berikat tersebut. Semoga kita tidak hanya jadi penonton, seperti yang kita takuti selama ini, semoga kita bisa jadi tuan dirumah sendiri, seperti yang kita harapkan juga selama ini. Welcome KEK, Welcome MEA. (Arham dila Licin, wartawan Suara Pembaharu Biro Bitung)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.