Suara Pembaharu ideas 2018

SUARA PEMBAHARU - Kenaikan iuran BPJS yang akan dimulai 1 April ini mendapat respon keras beberapa tenaga medis, karena sampai saat ini prosedurnya masih berbelit-belit hingga berimbas pada penanganan pasien dan tenaga kesehatan menjadi lambat.
Hindun Ainun Rahim

Salah satunya Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Manado, Hindun Ainun Rahim. Hindun Menilai, prosedur melalui BPJS sangat ribet dan membuat penanganan menjadi lambat, hal ini sangat berbahaya terhadap pasien gawat darurat karena ini dapat menyumbangkan pada kematian.

"Angsuran Bpjs naik???, tidak naik saja sudah mnyusahkan rakyat, baiknya BPJS ditiadakan. dengan prosedurnya yg berbelit-belit membuat penanganan orang atau tenaga kesehatan menjadi lambat. Contohnya jika kasus kegawatdaruratan maternal neonatal yang harusnya membutuhkan pelayanan yang cepat menjadi lambat akibat prosedur dari Bpjs, yang ada hanya akan menyumbangkan kematian," tegas Hindun.

Lanjutnya, kemarin saja para dokter dan SpOG sampai melakukan demo di Jakarta karena ribetnya sistem pelayanan BPJS, banyak kasus pun sudah terjadi. 

"Rujuk sana rujuk sini, semuanya harus seuai alur dan akhirnya penanganan lambat, dan yang terjadi ibu atau bayi mati dalam rujuk merujuk," geramnya.

Hindun merasa, bukan dalam kasus kebidanan saja hal ini terjadi, tapi dari berbagai kasus pasti merasa ribet dengan BPJS.
"Siapa bilang pemerintah membantu kita?, yang ada kita "Rakyat" yang saling membantu," ungkapnya. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.