SUARA PEMBAHARU - Sedikitnya 18 tentara dari Yonif 44 tewas dan hampir tiga lusin tentara pemerintah lainnya terluka selama hampir 10-jam bentrokan berat dengan bandit Abu Sayyaf di Basilan, Sabtu, (9/4).
Komando Mindanao Barat (Western Mindanao Command) pun diam dan tidak mau berkomentar terkait hal ini, bahkan mencegah wartawan memasuki markas pusatnya termasuk ke media center.
Satu-satunya informasi resmi yang keluar tentang bentrokan itu, dibuat oleh Mayor Filemon Tan Jr, juru bicara Komando Mindanao Barat, pada hari sebelumnya. Dia melaporkan 22 tentara terluka dalam aksi baku tembak yang berlangsung di Sitio Bayoko di Barangay Baguindan di kota Tipo-tipo.
"Sekitar 120 bandit diyakini anggota Abu Sayyaf dihadapi oleh pasukan Yonif 44 pada hari Sabtu pagi," ucap mayor Tan.
Tapi sumber, yang meminta tidak disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk melepaskan informasi sensitif, mengatakan satu peleton dan seorang perwira terhapuskan (wipe out) dalamn kontak tembak yang dimulai pukul 07:00 malam dan berakhir pukul 05:00 pagi.
"Empat tentara terbunuh, telah dipenggal," ungkpa sumber.
Gubernur Mujiv Hataman dari Daerah Otonom regional Mindanao Muslim mengatakan, ia juga mendapat laporan sejumlah prajurit tewas dalam bentrokan dengan kelompok Isnilon Hapilon.
Dia mengatakan sumbernya di lapangan tidak bisa memastikan berapa jumlah tentara yang terbunuh.
Dia mengatakan Kelompok Hapilon juga berusaha untuk membawa orang-orang bersenjata lebih banyak dari Sulu dalam mengantisipasi operasi militer yang lebih serius sebagai akibat dari bentrokan berdarah ini. (AAA)



Post a Comment