![]() |
| Tangan pasien yang diduga terinfeksi Virus Antrax |
Informasi yang dirangkum, EA dan SL diduga tertular Virus Anthrax setelah menyembelih dua ekor sapi milik EA, Jumat (15/4).
Awalnya EA yang melihat dua ekor kerbau yang berada di samping rumahnya terkulai lemas dan tak ada tanda-tanda mencurigakan dan khawatir kedua ekor sapi tersebut mati sia-sia, EA lantas memanggil anggota keluarganya SL untuk bersama-sama menyembelih dua ekor sapi tersebut. Setelah menyembelih, EA dan SL membagi-bagikan daging sapi kepada masyarakat di desa Pentadio Barat.
"Sempat ada yang datang untuk membeli. Tetapi saya tidak mau jual. Saya niat hanya untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat," ujar EA saat ditemui di RSAS Kota Gorontalo.
Selang dua hari kemudian, tepatnya Minggu (17/4), EA dan SL mengalami demam, pusing dan gatal-gatal. Awalnya di lengan terdapat bintil merah, karena gatal, EA dan SL terus menggaruk hingga akhirnya berubah menjadi luka melepuh.
Karena masih terus mengalami demam, pusing dan gatal-gatal, kedua petani itu lantas berobat ke Puskesmas Telaga Biru, Rabu (20/4) Setelah diidentifikasi, pihak Puskesmas Telaga Biru langsung merujuk keduanya ke RSAS Kota Gorontalo pada pukul 14.00 wita.
Menurut EA, dirinya sama sekali tidak mengetahui bila kerbau yang disembelihnya terserang penyakit antraks. Bahkan pria berkulit sawo matang itu mengaku heran karena dirinya sama sekali tak mengkonsumsi daging sapi yang disembelihnya.
"Mungkin karena kena darah kerbau itu. Sebab, masyarakat yang makan dagingnya sampai sekarang tak apa-apa," ungkap EA.
Sementara itu tim medis RSAS dr.Benny menjelaskan, pihaknya sudah memberikan tindakan medis. Saat ini EA dan SL masih dalam tahap pemeriksaan.
"Keduanya masih diduga mengidap gejala antraks," ujar dr.Benny.
Lebih lanjut dr.Benny menjelaskan, untuk kepastian apakah positif Anthrax, akan diketahui setelah hasil laboratorium.
"Untuk pengujian laboratorium rencananya besok (hari ini,red) pagi pukul 08.00 wita," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Pentadio Barat Mahyudin mengatakan, aparat desa beserta pihak Puskesmas dan Dinas Peternakan sempat datang ke lokasi pada pukul 11.00 wita. Namun, saat itu kedua sapi sudah disembelih.
"Untungnya masih ada sebagian daging yang tersisa. Daging itu langsung dibawa untuk diuji laboratorium. Sampai saat ini tim kedokteran dan Dinas Peternakan belum memberitahukan hasilnya," ungkap Mahyudin. (AAA)

Post a Comment