Suara Pembaharu ideas 2018

SUARA PEMBAHARU - Momentum hari Kartini, sosok yang teguh dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender tentunya telah meninggalkan jejak-jejak perjuangan bagi kita semua terutama para srikandi-srikandi masa kini. Hal ini disampaikan Anggota DPRD kota Manado Komisi D, Fatma Bin Syech Abubakar.

Kartini
 "Kita tahu bahwa Ibu Kartini merupakan sosok perempauan yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Kita tahu bersama bahwa tradisi membuka ruang sempit kepada perempuan, lewat dipingit dan ditempatkan pada posisi nomor dua. Akibatnya kesetaraan gender menjadi timpang,"ucap Fatma lewat saluran telfon.

Lanjutnya, hal ini tentunya sangat disayangkan akibat bias patriarki. Dalam meninjau hal tersebut, Srikandi PPP menambahkan, oleh karna itu, kita seharusnya melanjutkan perjuangan-perjuangan itu.

"Saya dan teman-teman di Komisi D dalam waktu dekat akan membuat undang-undang tentang terkait menindak lanjuti diskriminasi terhadap perempuan dan memperjuangkan hak-hak mereka," ucap srikandi PPP ini.

Ditempat terpisah, Anggota DPRD kota Manado Lilly Walandha mengungkapkan, dengan adanya momentum hari Kartini kita perlu mendobrak hal-hal banyak hal tentang diskriminasi terhadap perempuan.

"Karena Kartini, sampai sekarang kita (perempuan) dapat lebih berkreasi. Kalau tidak ada yang mendobrak, mungkin sampai sekarang hak perempuan terus terjepit. Makanya kita harus dengan sebaik-baiknya tidak bersembunyi dibelakang layar dan berupaya untuk sekolah setinggi-tingginya. kemudian kalau dipercayakan dalam pekerjaan, harus lebih rajin dan harus bersaing." ucap Politisi Partai Demokrat ini.

Fauziah Tompoh sendiri menilai, Kartini dianggap sebagai pelopor perjuangan emansipasi di Indonesia.hingga namanya kerap dihubung-hubungkan dengan kata feminisme.

"Apa yang terlanjur lekat dengan sosok Kartini sebenarnya hanyalah sebagian proses hidupnya yang gelisah atas keadaan sosial yang buruk. Kegelisahan yang sama juga harus hadir dalam jiwa perempuan-perempuan saat ini, yang kadang kala memahami emansipasi secara kebablasan, atau malah membiarkan "diskriminasi" terus mengakar," ucap Fauziah. (JM)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.