![]() |
| Amirullah Hidayat |
Pembentukan Densus 88 sepertinya dilakukan tanpa pikir panjang, termasuk rekruitmen personil yang tidak profesional. Hal ini terbukti dengan kematian para korban yang tidsak melalui persidangan. Kematian ini mengakibatkan Densus 88 tidak profesional dalam pemberantasan teroris terutama personil dan pengumpulan informasinya, apalagi pembentukan Densus 88 sangat mendadak pasca peledakan BOM Bali, jadi di bentuk bukan secara profesional dan tidak heran hasilnya seperti ini.
"Kita selaku Relawan Jokowi-JK mendukung pemberatas teroris di Indonesia, tetapi harus dilakukan secara profesional apalagi melekatkan konsep teroris pada agama tertentu, karena agama yang ada di Indonesia tidak mengajarkan kekerasan. Untuk menjaga profesional dalam pemberantasan teroris di Indonesia, lebih baik BIN mengganti tugas tersebut dan densus 88 di bubarkan," ungkapnya.
Menurut Amir, BIN sangat punya kemampuan mumpuni dalam mendeteksi persoalan teroris, baik itu kemampuan intelijen, kemampuan analisis, kemampuan investigasi, kemampuan personil maupun lainnya, karena BIN dibentuk untuk itu.
"Kita yakin jika BIN yang mengambil alih, tidak ada lagi kematian seperti Siyono," tegas Amirullah yang juga wakil sekretaris Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (MO3)

Post a Comment