![]() |
Kejadiannya bermula pada, Jum'at (27/5/2016) Rinaldy Djafar (9), Angga Ibrahim (9), dan Firmansyah Midu (11) siswa kelas 3 disekolah yang terletak di Girian Weru Satu itu memberikan informasi kepada teman sekelasnya bahwa pengelolah kantin menggunakan pembungkus bekas jajanan yang diambil dari tempat sampah untuk digunakan kembali membungkus makanan yang dijualnya, merasa tidak berbuat seperti yang dikatakan bocah kelas 3 sekolah dasar itu, Amaciy kemudian memukul wajah anak itu.
" Saya hanya memukul wajahnya dengan pelan, karena saya juga tahu tidak boleh memukul anak anak dengan keras, dan ada saksi anak kelas 5yang melihat hal itu saya juga bilang kepada anak anak itu untuk tidak suka menyebar berita bohong, " katanya.
Tidak terima perlakuan pengelolah kantin yang juga merangkap sebagai keamanan disekolah itu, Sulastri Martorejo, orang tua salah satu dari 3 siswa tersebut mendatangi sekolah bersama keluarga siswa yang lainnya untuk "menghakimi" Amaciy. Beruntung kejadian tersebut tidak berlangsung lama, kepala SD Cokroaminoto Girian, Samsia Pusung langsung memanggil ketiga orang tua siswa tersebut bersama pengelolah kantin.
" Menurut salah satu orang tua siswa, persoalan tersebut sudah dilaporkan kepihak berwajib, dan kami juga pihak sekolah sudah menegur pengolah kantin tersebut untuk tidak lagi melakukan hal serupa dikemudian hari, sedangkan proses hukumnya kami serahkan kepihak berwajib, tetapi saya menyesali juga persoalan ini sampai ketangan polisi, seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan disekolah, " kata Samsia, Sabtu (28/5/2016).
Kejadian ini sempat menjadi perhatian pengguna jalan yang melewati depan sekolah tersebut, karena belasan keluarga siswa yang diduga dipukul itu "mengepung" gerbang sekolah tersebut. (Arham dila Licin)
Post a Comment