Suara Pembaharu ideas 2018

SUARA PEMBAHARU - Anggota Polres Boalemo dan Sat Brimob Polda Gorontalo melakukan pengamanan sengketa lahan antara perusahaan gula PT. PG dan masyarakat.
Pengamanan sengketa lahan oleh kepolisian boalemo
Kejadian bermula, Kamis (19/5) pukul 10.00 wita TKP lahan PT.PG Gorontalo dusun Nantu desa mekar jaya kecamatan wonosari kabupaten Boalemo, telah terjadi penebangan tanaman karet perusahaan yang di lakukan masyarakat gabungan dari dusun nantu desa mekar jaya dan desa jatimulya.

Awalnya saat security perusahaan melakukan penyemprotan tanaman jagung milik masyarakat di sela-sela tanaman karet yang berjumlah 2 hektar, tiba-tiba datang sekelmpok mayarakat di bawah pimpinan saudara Cani, Budiono, Kamani udi , sance, dan cipto yang di perkirkan berjumlah 100 orang mempertanyakan kepada security perusahaan mngapa melakukan penyemprotan tanaman jagung milik masyarakat, pihak security perusahaan menjawab bahwa mereka hanya melakukan perintah dari pimpinan perusahaan,  mendengar jawaban tersebut sekelompok masyakat langsung mengambil tindakan melakukan penebangan pohon karet secara membabi buta, dengan berpencar  ke seluruh lahan yang di tanami karet yersebu dengan menggunakan parang.

Pada pukul 13.00 wita anggota polsek wonosari Polres Boalemo bersama anggota sat sabahra Polres Boalemo, melakukan mediasi di lapangan dengan cara mengundang saudara Cani dan Budiono agar merintahkan kepada seluruh  masyarakat yang melakukan penebangan tanaman karet agar berhenti menebangi pohon karet  dan berkumpul di salah satu titik jalan yang telah ditentukan pihaknkepolisian.

Pda pukul 15.30 wita kelompok masyrakat tersebut sudah berkmpul di salah satu titik jalan dan kapolsek wonosari bersama anggota dan sabahra Polres Boalemo memberikan arahan kepada kelompok masyarakat trrsbut bahwa tindakan yang di  lakukan tersebut salah dan melanggar hukum.

Adapun kerugian dari pihak perusahaan akibat ulah dari kelompok masyarakat tersebut di perkirakan 40 hektar tanaman karet di tebang, di mana setiap hektar  terdapat 500 pohon tanaman karet, sehingga di perkirakan srkitar 20 ribu pohon yang di tebang pada kejadian tersebut.   Dalam kesempatan ini kelompok masyarakat meminta kepada pihak perusahaan agar memberhentikan penyemprotan tanaman jagung yang berada di sela-sela tanaman karet, dan apabila hal ini di lakukan maka kelompok masyarakat akan melakukan hal yang sama.

Setelah pertemuan tersebut antara kelompok masyarakat bersama dengan salah satu ormas yakni laskar merah putih menyampaikan bahwa ada pihak-pihak lain yang memprovokasi tindakan masyarakat ini, oleh sebab itu perlu dilakukan penyelidikan oleh pihak perusahaan dan kepolisin.

Untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dan menyelesaikan permasalahan tersebut maka dilakukan pertemuan di kantor polsek wonosari antara perwakilan kelompok masyarakat yakni saudara Cani, kamani udi, sance dgn perwakilan perusahaan yang di wakili Fadli yang di saksikan langsung oleh waka polres Boalemo kompol Roni Enggahu, kabag ops, kasat intel, kasat narkoba, kasat sabahra, kapolsek winosari, perwakilan pemerintah kecamatan Wonosari i nengah kerta, sekdes desa mekar jaya, pertemuan akan dilanjutkan agar persoalan tersebut cepat terselesaikan. (RH)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.