SUARA PEMBAHARU- Banyak nama jalan di kota Bitung yang tidak sesuai dengan sejarah, sepantasnya pemerintah jangan pernah melupakan sejarah dan menghargai seluruh elemen yang pernah punya kontribusi dalam membangun kota ini hingga seperti ini.
Pernyataan itu disampaikan oleh salah satu Tokoh pemuda kota Bitung, Royke Tangkudung pada diskusi interaktif yang digelar Journalist Bitung Club di cafe Double O Paks Kompleks kantor Wali Kota Bitung, Jum'at (20/5/2016).
Mengangkat tema " Menelisik Sejarah Kota Bitung Yang Tercecer ", Royke menyampaikan betapa selama ini sejarah kota Bitung tidak pernah benar benar serius dibukukan sebagai langkah menjaga eksistensi daerah dalam proses pembangunan.
"Kita lupa peran semua elemen masyarakat dalam membangun kota ini, sebagai contoh sederhana, kenapa pemkot tidak mengganti saja nama jalan siswa yang menuju ke SMA N 2 dan SMP N 2 dengan nama jalan Milton Kansil sang pelopor pendidikan gratis sebelum diterapkan secara nasional. Kenapa tidak ada jalan Ponengoh di Girian Bawah yang notabene adalah sosok Tokoh sentral kampung itu sejak dulu, " jelasnya.
Pada kesempatan diskusi interaktif itu juga dijadikan cikal bakal atau embrio dimulainya penulisan kembali sejarah yang akan digagas oleh journalist Bitung club melalui pembentukan tim pencari fakta sejarah, tim penulis sejarah, dan tim penyunting
" ini akan menjadi langkah awal kita untuk menggali sejarah kota ini melalui tim yang akan dibentuk oleh Journalist Bitung Club bekerjasama denganemkot Bitung, " jelas Ferdy Pangalila mewakili rekan journalist lainnya. (Arham dila Licin)
Post a Comment