![]() |
| TM (54 tahun) warga desa Tateli |
Lewat pengakuan korban yang tercatat sebagai mahasiswi Unsrat ini mengaku, saat dirinya sedang tidur tiba-tiba kaget dan bangun dari tidurnya. SR melihat pelaku masuk ke kamarnya kemudian melakukan kekerasan sampai memperkosanya. Dalam kondisi terdesak, SR pun sempat melakukan perlawanan hingga pelipis sebelah kanannya robek dan mata dan dadanya memar.
TM, ibu dari SR ditemukan sudah tidak bernyawa lagi karena dicekik dan masih berada dirumahnya, sementara SR telah dibawa masyarakat setempat ke rumah sakit Prof. Kandow Malalayang dan kasus kini dalam penyelidikan Kepolisian Polresta Manado dan Polsek Pineleng.
Kronologis kejadian yang didapat wartawan suarapembaharu.com, sekira pukul 06. 50 wita TN sempat menelpon melalui HP kepada anak kandungnya Coan Rambing (26 tahun) namun sayangnya telfon tersebut tidak sempat diterima. Sementara SR yang telah diperkosa sekira Pukul 07. 35 wita berlari keluar rumahnya dengan hanya menggunakan handuk mandi sambil berteriak minta tolong kepada tetangganya Setyobudi, (56 tahun) kemudian korban menyampaikan bahwa ibunya telah dibunuh sementara dirinya telah diperkosa.
Sekira pukul 07.40 wita, Babinsa desa Tateli dua, Serda Nedi Bolung mendatangi tempat kejadian dan meminta tolong kepada masyarakat setempat untuk membawa SR ke rumah sakit Prof Kandow Malalayang. Kemudian pukul 08.00 wita, Babinkantibmas, Bripka Fengki Songke tiba dilokasi kejadian. Setelah itu aparat kepolisian Polresta Manado tiba dilokasi kejadian dan langsung melaksanakan olah TKP. Dan pukul 10.55 wita, tim forensik Polda Sulut tiba dilokasi kejadian dan mengevakusi korban meninggal dunia ke Rs. Bayangkara Polda Sulut.
Sahrul Setiawan

Post a Comment