Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, Suarapembaharu.com - Setiap daerah memiliki budaya masing- masing, begitu juga dengan daerah Sangihe yang terletak di ujung utara dari Sulawesi Utara memiliki berbagai budaya yang unik dan menarik diantaranya Upacara Adat Tulude.

Dan upacara Adat Tulude kali ini menjadi yang paling istimewa karena merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun (Hut) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe ke 593 tahun dengan pemerintahan baru Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana dan Wakil Bupati Helmud Hontong.

Bupati mengungkapkan rasa syukurnya pada perayaan acara Adat Tulude kali ini. Diungkapkan Jabes, perayaan adat ini memiliki makna yang sangat mendalam dan sakral. Karena di dalamnya terkandung ungkapan hati untuk mensyukuri segala berkat dan anugerah Tuhan yang telah dikaruniakan sepanjang tahun yang berlalu.

"Serta memohon ampun atas segala kesalahan serta semua dosa yang pernah dan telah dilakukan sepanjang tahun yang silam serta memohon penyertaan Tuhan dalam hidup," ungkap Bupati.


Upacara adat Tulude bukanlah menjadi suatu kebiasaan yang bersifat seremonial semata. Ritual budaya ini berfungsi sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sangihe selain itu menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki daya  saing tersendiri dalam nilai kebudayaan dan sejarah.

Berbagai tahapan Upacara Adat Tulude di Rumah Jabatan bupati Sangihe, Rabu (31-1-2018) menarik perhatian berawal dari penjemputan secara adat dalam memasuki tempat upacara adat. Selanjutnya ada pemukulan Gong dan Tambur sebagai pertanda upacara adat dimulai.

Kemudian kue Tamo yang menjadi kue adat diarak ketika memasuki tempat upacara. Kue Tamo ini merupakan warisan dari para leluhur yang sangat dihargai dan dijunjung tinggi oleh masyarakat secara turun temurun.

Dia juga diibaratkan sebagai batang pohon besar tinggi dan agung menjadi tempat berteduh. Akar, kulit dan daunnya sebagai obat penawar dari segala penyakit. Kue ini dibuat oleh masyarakat yang diramu dari hasil tanaman yang sesungguhnya adalah simbol berkat TYME yang harus disyukuri. Kue ini juga merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari upacara adat Tulude sebab kue ini harus dinikmati oleh seluruh masyarakat yang hadir dalam upacara adat.

Yang menarik juga dari perayaan kali ini dimana semua aktivitas perekonomian dan aktivitas tenaga kerja diliburkan agar masyarakat dapat memaknai dengan benar perayaan Upacara Tulude. Sehingga masyarakat datang berbondong-berbondong untuk melihat upacara adat.

Selain itu Pergelaran kesenian daerah diantaranya tari empat wayer, masamper, musik bambu yang dilakukan semalam suntuk selesai upacara Tulude. Meski perayaan diwarnai dengan cuaca hujan namun semangat masyarakat Sangihe dalam mengikuti upacara adat tak pudar karena juga telah disediahkan tenda di lokasi perayaan upacara adat turude,"bupati.

Reporter : Reynaldi Tulong
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.