Suara Pembaharu ideas 2018
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Korban.
Manado, Suarapembaharu.com - Kejadian tragis kembali menghebohkan masyarakat kota Manado. Bagaimana tidak, Rabu (20/3/2019) sekira pukul 09.40 Wita, Audi Sanger (40) warga Kelurahan Singkil II, Kecamatan Singkil ini melompat dari Jembatan Soekarno.

Hal tersebut dilakukannya dengan melompat dari jembatan Soekarno. Beberapa saksi mata yang melihat kejadian itu langsung menolong korban.

"Saya saat itu berada diatas perahu dan melihat korban sudah berada di atas air dan langsung bergegas menolongnya. Saya melihat dia sudah akan tenggelam dan saya langsung membawanya ke atas perahu," kata Aiman Mopangga.

Para saksi pun langsung membawa korban kedarat dan memberi pertolongan pertama.

Diketahui, korban menggunakan baju biru dan bertuliskan RSJ Ratumbuysang. Tak lama dari itu, Tim identifikasi Polresta Manado melakukan  pengecekan fisik korban.

"Korbannya sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi," kata Humas Polresta Manado, Iptu Tomi Oroh.(tsir)

Masjid yang terletak di Kota Chrichurch Selandia Baru.
Manado, Suarapemabahru.com - Pengurus Wilayah Mathla'ul Anwar Sulawesi Utara mengecam dan mengutuk keras penembakan yang dilakukan oleh teroris di dua Masjid yang terletak di Kota Chrichurch Selandia Baru. Aksi teroris yang dilakukan pada saat Sholat Jum'at tersebut menewaskan 40 orang sampai saat ini.

Ketua Wilayah Mathla'ul Anwar Sulut Awaluddin Pangkey dengan tegas mengutuk keras tragedi itu dan mendorong agar Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Selandia Baru dan Australia agar menindak tegas para pelaku aksi terorisme itu.

"Ini merupakan perbuatan seorang psikopat yang menembak secara membabi buta sambil mendokumentasikan aksinya, Mathla'ul Anwar mengutuk keras kejadian ini dan kami berdoa bagi para korban,Insyallah mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan mati dalam keadaan Syahid," jelasnya Jum'at (15/03).


Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengecam keras penembakan brutal di dua masjid yang ada di Christchurch yang menewaskan total 40 orang. Dengan tegas, PM Adern menyebut penembakan brutal ini sebagai serangan teroris.

"Kami meyakini 40 orang kehilangan nyawa mereka dalam aksi kekerasan ekstrem ini," ucap PM Ardern dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Jumat (15/3/2019).

"Sudah jelas bahwa ini sekarang hanya bisa disebut sebagai sebuah serangan teroris," tegas PM Ardern. (*)

Tim SAR saat mengevakuasi korban. #photo Humas Basarnas Manado.
Bolmong,Suarapembaharu.com - Evakuasi penambang emas tanpa izin yang tertimbun longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, terus dilakukan Tim SAR Gabungan.

Hingga hari ini, Rabu (6/3) tercatat sebanyak 27 korban yang sudah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.

"Selama ini tim SAR telah mengevakuasi 27 orang dengan rincian 9 orang meninggal dan 18 orang yang selamat. Korban terakhir yang kita evakuasi pada pukul 14.40 Wita," kata Humas Basarnas Manado, Fery Ariyanto kepada Suarapembaharu.com, Rabu (6/3/2019) sore.

Sampai saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri BPBD masih terus dilakukan.(tsir)

Proses evakuasi korban longsor di Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Suarapembaharu.com - Jumlah korban longsor Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara terus bertambah. Dalam pendataan terakhir ada 6 meninggal dunia.

Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada yang tertimbun.

Humas Kantor Basarnas Manado, Fery Ariyanto mengatakan, sampai saat ini yang berhasil dievakuasi sebanyak 25 orang.

"Enam orang meninggal, 19 orang selamat dan mendapat perawatan intensif oleh tim medis," kata Fery Ariyanto kepada Suarapembaharu.com, Kamis (28/2/2019) pukul 03.30 Wita.

Sampai saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri serta instansi terkait masih terus melakukan pencarian para korban yang masih tertimbun.(tsir)

Proses evakuasi korban longsor PETI Bakan. #photo_BasarnasMdo
Suarapembaharu.com - Korban longsor di Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Peti) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow yang berhasil dievakuasi sebanyak 17 orang.

"Hingga Rabu (27/2) sore, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban sebanyak 17 orang, 3 diantaranya meninggal dunia," ujar Humas Kantor Basarnas Manado, Fery Ariyanto, Rabu (27/2/2019).

Fery Ariyanto menambahkan, tim SAR gabungan sampai saat ini masih terus melakukan upaya pencarian korban yang masih tertimbun longsor.(tsir)

Proses evakuasi para korban longsor pertambangan e emas tanpa ijin (Peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Suarapembaharu.com - Warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow digemparkan dengan terjadinya longsor di Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI), Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 23.00 Wita.

Dari data yang diterima Suarapembaharu.com, ada sekitar 30 orang pekerja tambang dikabarkan tertimbun material longsor.

Sampai berita ini diturunkan, 12 orang berhasil di evakuasi oleh masyarakat sekitar dengan dibantu aparat Babinsa dan Babinkamtibmas dengan cara manual.

Sampai saat ini, proses evakuasi masih dilakukan dengan menggunakan alat seadanya.(tsir)

Suarapembaharu.com - Nasib naas menimpa Seorang penambang batu di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dirinya tewas setelah tertimpa longsoran batu saat melakukan penggalian lubang batu.

Korban atas nama Jufri Marsiano. Kejadian yang menewaskan Jufri ini terjadi di Desa Tateli II Jaga IV, Kecamatan Mandilang.

Diduga, korban tidak menyadari adanya reruntuhan dari atas bukit, sehingga tak sempat menyelamatkan diri.

Berdasarkan informasi yang diterima Suarapembaharu.com dari seorang penambang batu yang juga rekan korban, Timotius Mahalubi (62) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang duduk tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Tiba-tiba saya mendengar suara longsoran di tempat korban sedang bekerja" kata Timo kepada wartawan di lokasi TKP, Kabupaten Minahasa, Senin (18/2/2019).

Dia pun langsung menuju ke lokasi longsoran dan mencari korban, sambil memanggil-manggil namanya.

"Saya langsung menuju ke lokasi korban sambil memanggil nama korban dan meminta bantuan ke reka kerjanya Abner Matheos untuk meminta bantuan serta melapor ke petugas kepolisian," lanjutnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas Bhabinkamtibmas Polresta Manado, Aipda Meldi Wattu dan Bripka Vengky Songke bersama dengan beberapa warga langsung menuju ke lokasi kejadian.

Tiba dilokasi kejadian, petugas kepolisian bersama warga bersama-sama langsung mengevakuasi korban.

Kapolsek Pineleng, AKP Arie Najoan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Kasus ini sudah ditangani dan dalam penyelidikan kepolisian," kata Kapolsek Pineleng.(tsir)

KM Holly Merry.
Suarapembaharu.com - Kapal Motor (KM) Holly Merry yang melayani pelayaran antar kepulauan ini nyaris terbakar, Senin (18/2/2019).

Dari keterangan saksi, Melky Matandatu saat di temui Wartawan menjelaskan dimana diri nya sebagai penumpang kapal tersebut kaget setelah meliat ada kepulan asap yang keluar dari salah satu kamar penumpang yang kebetulan saat itu sedang di perbaiki oleh beberapa anak buah kapal tersebut.

"Kaget melihat kepulan asap yang keluar dari kamar itu. Bahkan bukan hanya saya, beberapa penumpang yang melihat kepulan asap tersebut sudah panik semua," ujar Melky, penumpang KM Holly Merry.

Hal yang sama di katakan Idris Hahmud salah satu penumpang kapal dengan tujuan Manado-Talaud, dirinya mengaku panik dan harus berpikir dua kali untuk melanjutkan perjalanan ke Lirung Talaud dengan menggunakan Kapal tersebut .

Sementara itu pihak Perusahan Kapal KM Holly Merry saat di konfirmasih belum bisa memberikan keterangan terkait insident tersebut. Namun berdasarkan pengakuan dari beberapa Anak buah kapal (ABK) , penyebab kejadian tersebut akibat korsleting listrik di salah satu kamar penumpang yang saat itu sementara di perbaiki.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, kejadian tersebut bisa diatasi ABK.(ive)



Ilustrasi. #Ist
Suarapembaharu.com - Kembali, Sulawesi Utara di guncang Gempa berkekuatan 5,1 skala richter tepatnya di Siau Kepulauan Sangihe, Senin (31/12/2018) sekitar pukul 01.34 Wita. Berdasarkan data BMKG Sulut.

BMKG menyebutkan, gempa ini dirasakan di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kota Bitung.

"Pusat gempa berada pada jarak 132 km Tenggara Siau, Sulawesi Utara  pada kedalaman 10 Km," dikutip dari BMKG yang dikeluarkan setelah beberap saat gempa terjadi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa pasca gempa. Gempa 5,1 scala richter tidak berpotensi tunami.(tsir)

Basarnas Manado saat melakukan pencarian tiga nelayan yang hilang di perairan pulau Manado Tua.
Suarapembaharu.com - Tim SAR Pencarian dan Pertolongan Manado mencari 3 nelayan yang hilang di perairan Pulau Manado Tua, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Kita kerahkan Tim Rescue Pos Siaga SAR Malalayang untuk melakukan pencarian korban dengan menggunakan satu unit perahu penolong.

"Kita kerahkan Tim Rescue Malalayang untuk mencari tiga nelayan, Arther Winokan, Frangki Kakoti dan Sisco siow, yang tak kunjung pulang sejak pergi memancing ikan pada Jumat kemarin," jelas Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Manado, Ferry Ariyanto, Minggu (30/12/2018).

Lanjut Ferry, hingga saat ini tim masi terus melakukan pencarian ketiga nelayan asal Minahasa Selatan.

"Tim masih melakukan pencarian di perairan Pulau Manado Tua dan sekitarnya," lanjut Ferry.

Basarnas Manado juga mengimbau kepada seluruh nelayan di Sulut agar jangan dulu melaut karena cuaca tidak bersahabat.

"Kepada masyarakat, utamanya para nelayan, agar jangan melaut dulu di tengah cuaca yang ekstrem ini," imbau Ferry Ariyanto sembari menambahkan pihaknya saat ini sudah membuka posko pencarian di Pos SAR Malalayang.(tsir)

Ilustrasi. #Ist
Suarapembaharu.com - BMKG Sulawesi Utara mencatat ada empat kali gempa susulan, pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (29/12) siang.

"Tercatat ada empat kali gempa susulan, pasca gempa pertama yang terjadi pada siang tadi pukul 11.39 Wita," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Sulut, Edward Harry Mengko kepada Suarapembaharu.com, Sabtu (29/12/2018) malam.

Mengko menerangkan, analisis BMKG menunjukkan bahwa gempab umi berkekuatan Mag:4.1 dengan pusat koordinat 5.89 LU,126.71 BT, tepatnya di laut pada jarak 205 km Barat Laut Kepulauan Talaud terjadi pada kedalam 20 km.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya dampak kerusakan pada gempa yang terjadi.

"Laporan yang diterima BMKG bahwa hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak gempa bumi," pungkas Edward Harry Mengko.(tsir)

Ilustrasi. #ist
Suarapembaharu.com - Gempa berkekuatan 7,1 skala richter mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, pukul 11.39 Wita. Sabtu (29/12) berdasarkan laporan dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG yang di terima Suarapembaharu.com.

Dalam rilis BMKG, gempa ini dirasakan di Provinsi Davao Oriental dan Davao Ocidental, Filipina. Sementara itu gempa ini juga dilaporkan masyrakat dirasakan di wilayah Indonesia seperti di Melonguane Kepulauan Talaud, Tahuna, Kepelauan Sangihe, Siau, Sitaro, Tobelo, Morotai, Manado, Ternate dan Jailolo.

"Pusat gempa berada pada jarak 201 km arah timurlaut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara  pada kedalaman 69 Km," tulis Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab.

"Masyarakat tetap tenang, karena gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," pesannya.

Sementara itu, Dandim 1312/Talaud, Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan saat dikinformasi menyampaikan, sampai saat ini belum ada laporan kerusakan pasca gempa.

"Sampai saat ini belum mendapat laporan kerusakan dan korban jiwa pasca gempa, kami terus monitor pemkembangan dengan pihak terkait," kata Dandim.(tsir)

Proses evakuasi yang dilakukan Bakamla Zona Maritim Tengah.
Suarapembaharu.com - Bakamla Zona Maritim Tengah mengevakuasi puluhan wisatawan asing dari perairan Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, tepatnya di Pulau Lihaga, Kamis (27/12/2018) malam.

Wisatawan tersebut kesulitan keluar dari Pulau tersebut dikarenakan gelombang cukup tinggi.

Kepala Zona Maritim Tengah, Brigjend Pol Bastomy Sanap melalui Plt Kabid Ops Bakamla Zona Maritim Tengah, Kolonel Bakamla Heriwansyah P. Agam mengatakan, personil Pangkalan Armada Serei membantu evakuasi seluruh wisatawan ke dermaga Pangkalan Armada Serei, Minahasa Utara.

Kolonel Bakamla Heriwansyah menjelaskan, sebelumnya pihaknya mendapat laporan dari GM MM Travel Manado menghubungi kantor Pangkalan Zona Maritim Tengah untuk meminta bantuan evakuasi wisatawan asing yang terjebak di Pulau Lihaga karena sedang terjadi gelombang tinggi disertai angin kencang di perairan tersebut.

Mendapat laporan tersebut, Bakamla Zona Maritim Tengah langsung mengarahkan KN Gajah Laut 4804 langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi seluruh wisatawan tersebut sekitar pukul 20.45 Wita.

Namun karena tidak ada dermaga, para wisatawan yang terdiri dari balita, anak-anak dan orang dewasa ini dijemput dengan menggunakan boat menuju ke KN Gajah Laut.

"Setelah semuanya dievakuasi, KN Gajah Laut langsung bergerak kembali menuju dermaga Pangkalan Armada Serei, sekitar pukul 23.45 Wita, dengan selamat," jelas Kolonel Heriwansyah.(tsir)

Berikut video detik-detik evakuasi wisatawan asing oleh Bakamla Zona Maritim Tengah.

Suarapembaharu.com - Warga kota Manado khususnya wilayah manado utara Kelurahan Islam, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, kembali dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan KD alias Kalsum (50), Kamis (27/12/2018).

Informasi yang dihimpun Suarapembaharu.com, berawal salah satu warga Ratu Samsudin (28) mencium bau busuk dari arah rumah korban. Saat dibuka, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal meninggal.

Wargapun langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

Tak lama berselang, Tim SPKT unit I Polresta Manado langsung mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan.

Kapolsek Tuminting AKP Muhammad Fadli SIK membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kami sudah mendatangi TKP dan korban sudah dalam keadaan terbaring dan tim Inafis Polresta Manado telah lakukan pemeriksaan," ujar AKP Fadli sembari menambahkan Mayat perempuan tersebut diduga sudah meninggal sejak 3 hari lalu.(Laks)

Korban kesetrum di Singkil.
Suarapembaharu.com - Sungguh tragis nasib yang dialami pasangan suami istri (pasutri) warga Kelurahan Singkil Satu, Lingkungan Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Kedua pasutri yang diketahui bernama Margono Bachmid (40) dan Jamila Hakim (47)  tewas mengenaskan setelah sebelumnya tersengat aliran listrik dirumahnya, Kamis (28/12/2018) sekitar pukul 15.30 Wita.

Kejadian ini sontak membuat warga setempat menjadi gempar, meskipun warga berupaya memberikan pertolongan namun nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

Informasi yang diterima Suarapembaharu.com, korban diduga tewas kesetrum saat memperbaiki atap rumahnya yang bocor. Pada saat itu juga korban sedang memperbaiki instalasi listrik dari belakang rumah kemudian terkena setrum lalu datang istrinya melihat korban sudah membiru.

"Dengan maksud menolong suami, istri korban juga terkena setrum kemudian pasutri ini jatuh terpental. Dani Bachmid (anak korban) melihat orang tuanya jatuh tersungkur, ia berusaha menolong namun dirinya terpental," jelas saksi, Alfred Derek.

Sementara itu Kapolsek Singkil, Iptu Muh. Hasbi pihaknya sudah menerima informasi adanya suami istri korban tewas kesetrum.

"Iya benar, kejadiannya tadi sekira pukul 15.30 Wita, korbannya tiga orang, dua meninggal (pasutri) dan satu anaknya, beruntung anaknya selamat. Dan sekarang lagi dirawat di RS Sitti Maryam," kata Hasbi.(tsir)

Pohon tumbang.
Suarapembaharu.com - Hujan yang disertai angin kencang melanda Kota Manado, Kamis (28/12/2018) siang mengakibatkan satu pohon jenis trambesi tumbang di jalan Pogidon Raya, Kelurahan Tumumpa 1, Kecamatan Tuminting.

Arus lalin pun dialihkan karena pohon tumbang tersebut menutupi seluruh ruas jalan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Babinsa dan Mitra Koramil 1309-01/Molas sedang melakukan pembersihan yang dibantu warga sekitar.(tsir)

Suarapembaharu.com - Sesosok mayat laki-laki hebohkan warga Kelurahan Tongkaina, Lingkungan III, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Rabu (26/12/2018).


Mayat tersebut diketahui bernama JW alias Jamal (64) ditemukan di dalam kamar mandi yang berada dirumahnya dengan posisi terlentang serta berlumuran darah yang keluar dari mulut.

"Hasil pemeriksaan pihak Polsek Bunaken, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Berdasarkan Informasi dari pihak keluarga, korban mengidap penyakit Infeksi Paru-Paru (Pnemonia) sudah 1 tahun sehingga menolak untuk dilakukan otopsi,," kata Kapolsek Bunaken, Iptu M. Riza Rahman kepada Suarapembaharu.com.(tsir)

Suarapembaharu.com - SM (20) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Tuminting Lingkungan II, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Kamis (29/11/2018).


Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam kamar belakang milik rumah korban dengan menggunakan tali ikatan boneka.

"Korban ditemukan oleh adiknya. Melihat sang Kakak dalam keadaan gantung diri, Ia langsung teriak minta tolong kepada warga sekitar," ujar Babinsa Tumintung, Serda Hubali kepada Suarapembaharu.com.

Lanjut Serda Hubali, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit oleh warga sekitar guna mendapatkan pertolongan.

"Korban sempat dilarikan ke RS, namun dalam perjalan menuju RS Sitti Maryam korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, kejadian ini sudah ditangani Pihak Kepolisian Sektor Tuminting dan sedang dilakukan identivikasi.(tsir)

Manado, suarapembaharu.com - Satu unit rumah di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Lingkungan V, di lalap Si Jago Merah, Senin (26/11/2018).


Rumah tersebut diketahui milik keluarga Sibuan Lumentut - Lantang Lumentut.

Dari keterangan saksi, Yance (53) mengungkapkan awalnya ada anak-anak yang bermain petasan di rumah tersebut.

"Saya sempat melihat ada anak yang bermain petasan di rumah itu sebelum ada api," kata Yance.

Harry Sondahk (67) menjelaskan partama kali melihat api dari tangga rumah dan kami sempat memadamkannya dengan alat seadanya.

"Akan tetapi api semakin membesar serta merambat ke atap rumah," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Mapanget, AKP Johanes Pagayang, dugaan sementara api disebabkan ole anak pada saat bermain petasan di atas rumah.

"Kejadian ini dalam penyelidikan Polsek Mapanget, untuk kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya.

(MudatsirSuleman)


Kapolsek Bunaken Iptu M. Riza saat mengecek langsung di lokasi pohon tumbang.
Suarapembaharu.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur kota Manado, Kamis (22/11/2018) malam mengakibatkan terjadinya pohon tumbang di Jalan Raya Molas Tongkaina, tepatnya di Kelurahab Tongkaina Lingkungan 1, Kecematan Bunaken.

Pohon tumbang akibat angin kencang tersebut juga menimpa kabel listrik dan menutup badan jalan.

"Arus listrik putus, bahkan arus lalulintas juga terputus dari Kelurahan Molas menuju ke Tongkaina dan sebaliknya. Karena pohon tersebut menutupi badan jalan," kata Riza, sapaan akrab Kapolsek Bunaken.

Riza juga mengimbau kepada pengendara roda empat dan roda dua untuk memutar balik mengikuti jalur Pandu.

"Kepada pengendara yang hendak menuju ke arah Tongkaina dan Molas, untuk saat ini bisa melalui jalur sebelah yakni Pandu-Wori," imbaunya.

Beruntung, pohon tumbang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Sampai berita ini diturunkan, Kapolsek Bunaken Iptu M. Riza beserta anggotanya, Lurah Tongkaina dan pihak PLN yang bantu warga sekitar sedang berusaha memindahkan pohon tersebut dan memperbaiki kabel listrik.(tsir)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.