![]() |
| Pelaksanaan Seminar Hari Buruh di Kantor DPRD Sulut (Istimewa) |
SUARA PEMBAHARU -- Menyambut Hari Buruh Sedunia (May Day), sejumlah organisasi pergerakan gelar Seminar memperingati hari buruh di kantor DPRD Sulut, Sabtu (1/5).
Mengambil tema “Mewujudkan Sulawesi Utara Ber-Trisakti”, Pengurus Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Utara (Sulut), bersama Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Tani Nasional (STN), dan Aksi Perempuan Indonesia Kartini (API Kartini) Sulut, mengundang Frans E. Kurniawan (Ketua KPW PRD Sulut), Jendry Keintjem (Wakil Ketua DPD PDIP Sulut), Supartoyo (Disnakertrans Provinsi Sulut) dan Robyantoro Hulipo (Ketua FNPBU Sulut) sebagai narasumber, didampingi Satriano Pangkey (Ketua LMND Eksekutif Wilayah Sulut) sebagai moderator.
Frans Kurniawan dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dengan tema yang diangkat memberikan gambaran bahwa di Sulut sendiri proses cita-cita Trisakti yang diwariskan Soekarno belum terealisasi dengan baik. ”Masih ada upaya untuk mewujudkan tujuan dari Trisakti tersebut, nah bagaimana mengimplementasikan Pancasila sedangkan langkahnya melalui aktualisasi Trisakti saja kita belum mampu. Saya berharap di Sulawesi Utara ini, pemerintah daerah dalam memahami betul apa semangat dari Trisakti, jangan kemudian pemerintah sendiri tidak memahami. Bagaimana mau mewujudkannya,” tukas Ances sapaan akrab Kurniawan.
Begitupun Jenri Keintjem menegaskan bahwa semangat gotong royong orang Sulawesi Utara perlu ditumbuh-kembangkan karena disitulah spirit Nawacita dan Trisakti dikembangkan. Berbagai kebijakan pemerintah yang kompromi terhadap investasi asing menurutnya patut ditolak. ”Saya semenjak menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut tidak pernah bersepakat dengan pertambangan di daerah ini, apalagi untuk tambang biji besi di Minahasa Utara. Kalau pemerintah peduli pada rakyatnya tentu dia tidak memberikan ruang kepada investor asing datang memanfaatkan sumber daya alam di daerah ini, bentuk-bentuk intervensi asing harus ditolak memang,” tegas Keintjem. (MO3)

Post a Comment