![]() |
| Direktur KTI Watch, Razikin Juraid |
Penulis :
Razikin Juraid (Direktur KTI Watch)
MENCERMATI reaksi
keras Umat Islam di tanah air, terhadap pembakaran Masjid dan puluhan kios di
Tolikara Papua dapat dimaklumi dan sebuah keharusan, mengingat tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang
itu merupakan tindakan yang melanggar konstitusi dan dikategorikan pelanggaran
HAM, serta mencederai kerukunan dan toleransi yang selama ini kita bangun.
Hanya saja yang perlu diingat adalah ditengah situasi sekarang
ini. Penulis membaca ada pihak-pihak
tertentu yang ingin “bermain” dalam kasus Tolikara, bisa dari pihak luar dengan
cara memanas-manasi situasi. Dalam konteks tersebut umat Islam tidak boleh
terpancing dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak perlu.
Karena itu pihak kepolisian dan BIN penting untuk melakukan
langkah-langkah preventif, agar kejadian tidak menyebar ke daerah lain. Bangsa
ini wajib diselamatkan dari konflik-konflik horizontal. Penulis juga
mengingatkan kepada semua pihak, agar tidak membangun stigma bahwa Papua itu
daerah yang rawan konflik. Kami dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) Watch,
memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan
siapapun yang terlibat dalam pembakaran Masjid tersebut.
Hal lain yang paling penting adalah, TNI dan BIN perlu
mengkaji keterlibatan spionase asing dalam peristiwa Tolikara, dari beberapa
sumber kami di papua, ada dugaan spionase asing terlibat dan keterlibatan mereka
sangat berbahaya bagi kedaulatan Negara hingga dapat mengganggu keamanan dalam
negeri kita yang bisa saja menimbulkan gejolak lebih besar. Inilah yang
diinginkan pihak-pihak luar terhadap Negara ini.

Post a Comment