SUARA
PEMBAHARU – Dialog Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut bersama
Jurnalis Online Manado (JAROD) yang dilaksanakan di Rumah Kopi Billy, Senin
(17/8) melahirkan gagasan besar untuk mengawal pilkada serentak di Sulut.
Hadir tiga orang nasumber dalam dialog yang bertemakan, AYO
KERJA : Peran Pemuda Di Sulawesi Utara Dalam Mengawal Pilkada Berkualitas, tiga
sosok di Sulut yakni, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut Bung Herwyn
Malonda, Ketua KNPI Sulut Jackson A.W Kumaat dan Pengamat Politik Sulut Bung
Ferry Daud Liando dan para peserta dari media online, jajaran pengurus KNPI
Sulut dan Organisasi Kepemudaan di Sulut
Ketua Bawaslu Sulut dalam pemaparannya menyampaikan, dalam tahapan
yang sedang berlangsung saat ini terdapat beberapa regulasi yang membuka ruang
permasalahan. Diantaranya regulasi kampanye, contoh atuan untuk calon petahana dalam
melakukan kampanye.
“Ruang bagi calon petahana yang diatur dalam PKPU maupun UU
tidak menyebutkan secara detail waktu kampanye. Tidak seperti Pemilihan Presiden
tahun sebelumnya, yang memberikan waktu kepada kepala daerah untuk berkampanye
dengan durasi waktu 14 hari,” ucap Malonda.
Sementara itu, pengamat politik, Ferry Daud Liando
mengungkapkan beberapa tantangan regulasi dalam pilkada serentak 9 Desember
nantinya. Diantaranya regulasi telah melewati aturan otonomi daerah yang memberikan
ruang kepada warga untuk memilih calonnya.
“Warga tidak bisa mencari siapa calon kepala daerah yang akan
dipilih, karena partai politik telah menutup ruang tersebut. Kita hanya bisa
memilih calon kepala daerah sesuai dengan keputusan partai politik (parpol),”
ungkap Doktor Liando.
Lanjuntya, terkait syarat parpol yang berkonflik, bisa
dibayangkan nantinya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sulit di hindari karena, UU hanya menjelaskan
syarat parpol.
“Bukan tidak mungkin tanggal 24 agustus saat penetapan calon akan
ada 1 calon sajay yang di tetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, semangat
45 pengawas pemilu yang begitu menggelora tapi sayangnya regulasi membatasi
semangat tersebut menjadi 4,5,” ungkap Liando.
Ketua KNPI Sulut, Jackson Kumaat juga menambahkan, dalam
Pilkada serentak mari kita jaga bersama dan membawanya menjadi pilkada yang
berkualitas. Untuk itu, peran media online dan pemuda amatlah penting dalam
mengawal pilkada nantinya.
“Mari lewat diskusi ini kita teruskan dalam ruang-ruang lainnya,
lewat sebuah wadah baru yang di dalamnya berisi orang-orang ideal yang membawa
perubahan lebih baik bagi bangsa dan daerah yang kita cintai. Semangat
kepemudaan dalam mengawal pemimpin-pemimpin ideal di Sulut harus kita jaga
kemudian mendorong kaum muda untuk terus mengambil wilayah-wilayah struktur di partai
politik dan kepala daerah,” ajak Jacko sapaan akrab Ketua KNPI Sulut ini. (MO3)

Post a Comment