| Proses upacara bendera dalam rangka HUT RI ke 70 sekaligus menutup Mabicam STIKES Muhammadiyah |
SUARA
PEMBAHARU – Pelaksanaan Masa Bimbingan Calon Mahasiswa Baru (Mabicam) Sekolah
Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Manado yang digelar dari tanggal 12-17
Agustus 2015, berlangsung sukses dan di tutup dengan upacara bendara dalam
rangka HUT RI Ke-70.
Ketua STIKES Muhammadiyah, Agus Laya SKM yang bertindak
sebagai inspektur upacara menyampaikan, pentingnya Mahasiswa STIKES Muhammadiyah
untuk terus memberikan pelatihan dan pendidikan karakter kepada mahasiswa.
“Lewat Mabicam semoga karakter-karakter tangguh, bersih dan
berkarakter terus lahir di STIKES Muhammadiyah. Dan di momentum HUT RI Ke-70
mari secara bersama kita pererat persatuan dan kesatuan,” ucap Laya dalam
sambutannya.
Kegiatan Mabicam yang telah dilaksanakan berjalan sukses dan
aman karena panitia pelaksana telah menyesuaikan dengan istruksi kementerian
pendidikan, yakni proses pengenalan tanpa perploncoaan di hal-hal negatif.
Ketua Panitia Mabicam, Frangky Podungge menambahkan, selama
kegiatan panitia menjalankan tugasnya sesuai dengan instruksi Kementerian
Pendidikan tanpa tindakan kekerasan.
“Untuk menjaga tindakan-tindakan kekerasan, setiap harinya
panitia melakukan rapat evaluasi. Dan syukur sampai berakhirnya Mabicam tidak
ada keluhan dari peserta dan kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap Podungge.
Sementara itu Ketua SC Mabicam, Ari Putra Utama menyampaikan,
Penekanan pengenalan kampus, pelatihan dan pendidikan karakter kepada Mahasiswa
bersyukur bisa tercapai, hal ini dibuktikan dengan keaktifan mahasiswa baru
dalam menerima materi dan referensi tulisan ketika selesai menerima materi.
“Hasil dari Mabicam ini memang belum sepenuhnya berhasil
karena waktu yang singkat dalam pelaksanaannya. Tapi setidaknya, penguatan
materi dan karakter telah dimaksimalkan kepada para mahasiswa baru untuk
menjadi mahasiswa seutuhnya,” jelas Ari.
Wakil Ketua IV STIKES Muhammadiyah, Rizal Arsyad MA ikut juga
menegaskan, sejak awal pelaksanaan Mabicam cara-cara yang tidak mendidik mahasiswa
baru telah disampaikan kepada panitia. Pihak kampus juga menambahkan dalam
pelaksanaanya di tahun ini berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemajemukan
dalam beragama.
“Tambahnya positif dari konsep Mabicam tahun ini adalah, konsep
menjaga kerukunan antar umat beragama, karena disadari betapa rawannya gangguan
stabilitas keamanan apalagi terkait isu-isu keagamaan yang mengancam NKRI,”
tegas Arsyad. (MO3)
Post a Comment