Suara Pembaharu ideas 2018

Ferry Daud Liando
SUARA PEMBAHARU – Reshuffle Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK, Rabu (12/8) dinilai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) berdasarkan kompromi politik.

“Reshuffle Menteri yang dilakukan Jokowi bakalan tidak akan memberikan dampak luar biasa. Hal itu disebabkan, reshuffle lebih mempertimbangkan kompromi politik ketimbang memperbaiki kinerja kementrian. Kompromi politik tampak pada penambahan kader PDIP di kabinet,” ucap pengamat politik Unsrat ini.

Liando juga menilai, Jokowi sebagai Presiden ‘kalah’ dengan desakan petinggi PDIP, karena komposisi Kabinet Jokowi saat reshuffle memberikan pemetaan terhadap posisi PDIP dan Nasdem yang sebelumnya fokus memperjuangkan Jokowi disaat Pilpres kemarin.

“Jokowi akhirnya kalah dari desakan PDIP yang terus menuntut agar PDIP diberikan tambahan jatah menteri. PDIP sering protes, bahwa PDIP dan Nasdem sebelumnya memiliki kader di Kabinet yang jumlahnya sama yakni 4 orang. Padahal PDIP adalah pemenang pemilu dan pengusung Jokowi sebagai Presiden, sementara Nasdem peraih suara kecil dan hanya pendukung Jokowi sebagai calon Presiden,” jelas akademisi Unsrat Manado ini.

Liando sampai menyentil permintaan PDIP untuk menambahkan satu kader di kabinet terwujud dan partai Nasdem berkurang satu. Kompromi politik yang kedua adalah penempatan Sofjan Djalil sebagai menteri perencanaan Nasional dan kepala Bappenas.

“Harusnya yang bertanggung atas kegagalan tim ekonomi dalam kabinet adalah Sofjan Djalil. Tapi ironisnya, tim ekonomi lain di ganti tapi yang bersangkutan tidak diganti, malah mendapat jabatan strategis yaitu Menteri perencanaan dan kepala Bappenas,” ungkapnya.

Sofyan Djalil tetap bertahan kemungkinan hasil kompromi politik dengan Jusuf kalah, karena Sofyan Djalil adalah kerabat dekat Jusuf kalah. Ketiga, penempatan Luhut Panjaitan sebagai menkopolhukam merupakan sebuah kompromi balas jasa politik, sebab Luhut mantan tim sukses Jokowi.


“Jika kompromi politik lebih dominan ketimbang memperbaiki kinerja kementerian maka saya sangsi apakah perombakan ini bisa berhasil,” tegas Liando. (MO3)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.