Suara Pembaharu ideas 2018



(perahu nelayan yang absen melaut di kelurahan Batuputih)
SUARA PEMBAHARU- Puluhan jenis Pajeko (Purse Seine) dan ratusan perahu Pelang milik warga nelayan Kelurahan Batu Putih Kecamatan Ranowulu tertambat bahkan hanya terdiam di pesisir pantai.

Pasalnya beberapa bulan terakhir dari hasil pantauan wartawan bahwa nelayan enggan melaut karena terbatas bahan bakar dan sulitnya memperoleh es balok.

Hal tersebut diungkapkan oleh Syarif Takapento nelayan setempat ketika diwawancarai, Minggu (06/12) di dego-dego pesisir pantai saat memperbaiki alat tangkap.

“Bulan ini musim ikan tapi kami kesulitan melaut karena pengambilan bahan bakar minyak (BBM) dan Es balok sebagai operasional harus diambil dari Kota Bitung dengan ongkos cukup mahal,”kata Takapento.

Ia mengakui sebagian besar warga Batu Putih berprofesi sebagai nelayan sehingga ketika BBM dan Es balok makin mahal akhirnya memilih menganggur dirumah.

Demikian pula Lisbet Siging isteri nelayan mengatakan pembelian Es balok di pabrik Kota Bitung bisa mencapai Rp.20.000 sampai Rp.25.000/balok.

“Torang biasa musti sewa mobil Rp.200.000 hanya untuk membeli Es, belum lagi kalau mengantri di pengisian BBM,”tutur Siging.

Menurut kedua warga bahwa kondisi tersebut bisa mematikan mata pencaharian nelayan dan berpengaruh pada peningkatan ekonomi keluarga.

“Kami sangat berharap ada investor yang bisa membangun pabrik Es (Cold Storage) dan pabrik ikan di Kelurahan Batu Putih sehingga tidak mengeluarkan biaya besar untuk melaut, kami membawa ikan tangkapan ke Kota dengan ongkos mobil Rp.400.000,”pungkas isteri nelayan.

Sedangkan untuk ketersediaan pasokan BBM, warga memohon Pemerintah segera membangun terminal BBM supaya para nelayan bisa aktif melaut baik siang maupun malam hari.

Sementara Ketua Himpunan Pengusaha Kecil Nelayan (HIPKEN) Kota Bitung Jefry Sagune dikonfirmasi mengenai persoalan dimaksud mengatakan nantinya ada program baru untuk meringankan nelayan disana.

“Kami akan perjuangkan di Pusat lewat Dinas Perikanan Provinsi sebab anggaran ini semua dari pusat, kalau bisa mencukupi dan bisa dialokasikan melalui APBD akan diperjuangkan awal Januari 2015 mendatang,”jelas Sagune.

Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono,MDM dilaporkan tentang hal ini menyatakan segera mengkoordinasikan dengan instansi terkait. (Licin)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.