Suara Pembaharu ideas 2018



(Pingkan Sondakh,Kepala BPPT-PM Kota Bitung)
SUARA PEMBAHARU- Pada tanggal 22 Desember 2015 sebagai Peringatan Hari Ibu (PHI) se-Indonesia ke-87 dengan Tema Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak.

Pemerintah Kota Bitung menggelar upacara yang dilaksanakan di lapangan kantor Walikota dengan Wakil Ketua Penggerak PKK Ny.Khouni Lomban Rawung selaku Pembina.

Ada 2 orang wanita karir yang diwawancarai sejumlah wartawan, Senin (21/12)  mengenai PHI.

Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Ir.Pingkan Sondakh saat ditemui diruang kerjanya mengungkapkan bahwa menjadi seorang wanita karir harus tahu membagi waktu bersama keluarga, kedinasan maupun pelayanan gereja selaku Penatua Kolom IX jemaat GMIM Pniel Manembo-nembo.

Dirinya mengakui kerjasama serta kekompakan ditengah tugas kedinasan bersama 27 PNS dan 13 Tenaga Harian Lepas (THL) yang sering diberdayakan adalah bagian menciptakan kondisi kerja yang nyaman.

“Kita kerja untuk Negara begitu juga pelayanan di jemaat maka Tuhan pasti memberikan hikmat memimpin,”ujar isteri Ketua KPUD Bitung.
(Selvie Koilam,Kabag Umum Setda Kota Bitung)

Hal serupa dialami Kabag Umum Setda Bitung Selvie Koilam ditengah membagi waktu kerja, pelayanan dan keluarga.
Ia mengungkapkan tugas sebagai dapur umum sering menghadapi pekerjaan bukan saja di jam dinas tetapi sering melayani tamu Negara pada hari Sabtu dan hari Minggu.

“Saya sering tidak masuk gereja atau tidak sempat menghadiri persekutuan demi menuntaskan pekerjaan bersama  PNS dan THL sebanyak 41 orang,”tutur Koilam.

Sementara dalam membagi waktu sebagai seorang ibu mempunyai 3 anak dan 2 cucu, Ia mengatakan keresahan kerja sering muncul bila tiba-tiba ada anak sakit.

Namun menurutnya tidak ada waktu special dalam mengemban tugas Negara ataupun pelayanan sebagai Ketua WKI Gereja Katolik Santa Clara Sagerat.
Menghadapi kerja yang berkaitan langsung dengan banyak orang, Koilam menjelaskan semua bawahan dianjurkan membiasakan diri ramah, santun, bersih terhadap siapapun baik pimpinan maupun masyarakat.

“Intinya sebagai pemimpin jangan kasar, tegas dan mengatasi masalah dengan prinsip keibuan,”kuncinya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana S. Dip. Apling, MA melalui momentum ini mengamanatkan semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.(Licin))
 
 
 
 
 

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.