![]() |
| Dedi Irawan |
Ketua Bidang Riset dan Keilmuan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (DPP IMM), Dedi Irawan menilai, Kita masyarakat sebenarnya ingin semua damai, apalagi soal terorisme. Diketahui bersama, terorisme ini soal ideologi, mungkin Santoso nanti berhasil ditangkap atau tertembak mati, namun bagi orang-orang yang sefaham dengannya, dia akan tetap hidup, akan ada Santoso-Santoso baru. Sampai kapan sesama anak bangsa akan saling bunuh membunuh, saling buru memburu, kita harus lebih manusiawi menyelesaikan soal terorisme ini.
"Penanganan terorisme memang sangat sulit, karena ini soal ideologi trans-nasional. Saya kira apa yang dipraktekkan oleh Badan Intelejen Negara kepada Din Minimi di Aceh dapat menjadi referensi," jelas Dedi
Lanjut, Dedi menjelaskan Pendekatan persuasif dari elit ke elit saya kira sangat ampuh untuk menuntaskan aksi-aksi separatis/teroris. Ideologinya juga akan seiring runtuh jika jalan rekonsiliasi yang diutamakan, selesaikan di meja perundingan dengan suasana persaudaraan.
Selama ini masyarakat mudah didoktrin untuk melawan negara karena memang negara melalui oknum-oknumnya juga banyak melakukan kesalahan fatal. Harus dihapuskan jarak antara penguasa dan masyarakat, agar pengaruh luar yang masuk untuk memecah belah keutuhan bangsa dapat ditangkal dan diminimalisasi dampaknya.
"Sekali lagi saya menyarankan, agar upaya persuasif seperti yang dilakukan TNI dan BIN dapat menjadi contoh dan diutamakan dalam menyelesaikan masalah utamanya separatisme dan menyadarkan tokoh-tokoh teroris dari anak bangsa sendiri," tutur Megister Universitas Indonesia ini. (MO3)

Post a Comment