Jangan membandingkan diri Anda dengan siapa pun di dunia ini; jika Anda melakukannya, Anda menghina diri sendiri. (Bill Gates)Bill Gates yang merupakan salah satu nama paling terkenal di jagat teknologi dan pendiri Microsoft yang menjelma sebagai perusahaan software terbesar di dunia ini, sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Padahal sebelum mencapai puncaknya, Gates harus memutuskan drop out (DO) dari Universitas Harvard demi mengembangkan Microsoft yang akhirnya berjaya sebagai produsen software terbesar di dunia itu.
![]() |
Bill Gates |
"Saya sungguh memiliki banyak impian ketika masih kecil dan saya pikir hal itu tumbuh dari fakta bahwa saya punya kesempatan untuk banyak membaca," kata Gates suatu ketika.
Orang tuanya pun sangat mendukung hobi yang bagus tersebut. Mereka selalu membelikan buku apapun yang diminta oleh anaknya. Pada usia 11 tahun, Gates sudah aktif bertanya pada ayah soal topik bisnis sampai peristiwa dunia.
"Sungguh menarik dan saya pikir itu adalah hal yang hebat. Namun ibunya tidak menyukai kebiasannya itu," kenang Gates senior.
Melihat kebiasan membacanya yang tinggi, sang ibu mulai khawatir karena Gates mulai cenderung hanya suka berkutat dengan buku ketimbang berhubungan dengan orang lain. Gates pun mulai sering bertengkar dengan ibu yang berupaya mengontrolnya 08Ayah dan ibu Gates mulai khawatir karena anaknya terlihat cepat bosan. Ia memang anak yang pandai dan mampu menyerap semua pelajaran dengan baik.
Pada umur 13 tahun, Bill menuntut ilmu di sekolah eksklusif, Lakeside School dan dikenal sebagai siswa yang sangat pandai di sana. Lakeside School adalah sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki. dan disekolah inilah Bill Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.
Gates pun dengan cepat menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer, dan bersama para hacker lainnya belajar sendiri di Lakeside. Gates bahkan melewatkan waktu ber-jam-jam untuk menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer.
Selepas itu, Bill Gates kemudian kuliah di Harvard University di Cambridge tahun 1975. Di kampus itu, Gates kemudian bertemu Paul Allen dan secara mereka pun terus mengembangkan talentanya di bidang pemograman komputer. Namun, Bill Gates akhirnya memutuskan drop out dari kuliahnya untuk menyumbangkan waktunya ke Microsoft. Dan dengan berat hati, orang tuanya pun mendukung keputusannya tersebut.
"Mary dan aku sangat cemas tentang itu. Harapannya dan aku sebenarnya sama dengan orang-orang yang punya anak di universitas, yaitu agar dia wisuda," kata Gates senior.
Namun Gates juga pernah menyatakan penyesalan tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Bahkan Gates meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya.
"Saya kira drop out kuliah bukan ide yang bagus. Saya senang bisa menempuh kuliah meski hanya dua setengah tahun. Saya melengkapi beberapa kuliah dengan kursus online," kata Gates dalam sebuah pidato di Universitas Chicago.
Pilihan Bill Gates untuk drop out memang tepat baginya. Ia fokus mengembangkan Microsoft yang kemudian berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia.
Sistem operasi Windows sampai sekarang masih sangat dominan dipakai di mayoritas komputer. Dan belum ada pesaing yang cukup berarti. Bill pun kerap dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Harta kekayaannya diestimasi USD 61 miliar.
"Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses," katanya mengenai resep suksesnya.
Saat ini, Bill Gates memang sudah pensiun dalam mengurusi Microsoft. Dia memilih fokus pada urusan kemanusiaan di yayasan Bill & Melinda Gates Foundation.
Sampai tahun 2007, total sumbangan yang diberikan Bill & Melinda Gates Foundation telah mencapai USD 28 miliar. Yayasan ini dianggap salah satu yang paling banyak menyumbangkan uang untuk kegiatan kemanusiaan.
Bill Gates sendiri dilaporkan telah memberikan persentase besar dari hartanya untuk aktivitas filantropi, sebesar 48%. Dia bergabung dengan dermawan kaya lain yang juga punya jejak sama, seperti Andrew Carnegie.
Tulisan ini diolah dari berbagai sumber.
Post a Comment