Suara Pembaharu ideas 2018

Medan, suarapembaharu.com - Kinerja pemerintahan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi sangat lemah. Hal ini diungkapkan Direktur Pusat Kajian Pembangunan Sumatera Utara (PKP SUMUT), Ridwan Ahmad. Menurutnya hal tersebut disebabkan karena beliau tidak punya visi kepemimpinan yang jelas dalam menjalankan pemerintahan untuk membangun Sumatera Utara.
Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi
Ini dapat dibuktikan sejak beliau menjadi Gubernur defenitif menggatikan Gatot Pojo Nugroho, Kita belum melihat adanya pembangunan yang signfikan dilakukannya untuk Sumut, selama ini semua hanya life servis saja. Gubernur Sumut hanya menjalankan kerja-kerja rutinitas, pulang balik mengganti pejabat dari eselon 2 sampai 4,  tetapi pejabat yang di pilihnya juga mayoritas tidak bisa berkerja menjalankan tugasnya, hanya pandai cari muka.

"Apalagi  isu  yang beredar di masyarakat, bahwa hanya ada 3 kinerja yang bisa dilakukan Gubernur Sumut selama ini yaitu, sering mengganti pejabat untuk dapat setoran, menghadiri acara pesta perkawinan dan melakukan gunting pita peresmian. Semua kinerja tersebut dilakukannya untuk tebar pesona saja dan mencari modal untuk pertarungan pilkada di 2018. Dan jika isu itu benar, maka sudah tentu Tengku Erry Nuradi tidak layak lagi memimpin Sumut, sebab yang di butuhkan masyarakat Sumut adalah gubernur yang punya visi misi jelas untuk pembangunan," ucap Ridwan.

Ridwan juga menegaskan, jangan Tengku Errry Nuradi pikir bahwa masyarakat Sumut bisa di bodohinya dengan melakukan tebar pesona. Apalagi dirinya merasa percaya diri sebagai ketua  DPW partai Nasdem Sumut hingga merasa gampang untuk terpilih lagi dalam pilkada yang akan datang karena berpikir partai nasdem sedang dalam kekuasaan di Negeri.

"Itu pemikiran bodoh jika merasa semuanya akan semudah itu, karena rakyat Sumut saat pilkada nanti tidak hanya akan melihat partai pengusung dalam memilih tapi melihat sosok figur pemimpin nantinya. Apalagi masyarakat sudah mengetahui bahwa istrinya Evi Diana Sitorus terlibat dalam kasus korupsi yang dibuktikan dengan mengembalikan dana 300 juta ke Komis Pemberatas Korupsi (KPK)," tegas Ridwan yang juga tokoh Muda Muhammadiyah Sumatera Utara ini. (Sahrul)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.