Suara Pembaharu ideas 2018



Ayu Novianti Rianto, salah satu pengunjung tempat wisata Danau Linow, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Manado, Suarapembaharu.com - Bagi warga Sulawesi Utara, kota Tomohon merupakan salah satu tempat destinasi wisata favorit untuk dikunjungi.

Kota yang dijuluki 'Kota Bunga' ini memang dikenal memiliki berbagai potensi wisata yang menarik. Salah satunya adalah tempat wisata Danau Linow, dan tempat ini sangat diminati oleh semua kalangan khususnya para millenial.

Bahkan para pengunjung tempat wisata ini pun tak tanggung-tanggung langsung mengabadikan momen mereka saat berwisata ditempat ini.

Di sepanjang sisi danau, wisatawan bisa berfoto dan menikmati hawa sejuk. Sisi danau telah diberi paving blok yang memudahkan wisatawan untuk menikmati keindahan Danau Linow sambil ber-selfie ria dengan model kekinian dan Instagramable yang sedang hits belakangan ini.

Tempat ini juga memiliki restoran yang menghadap langsung ke arah danau. Para wisatawan bisa puas berfoto dengan latar danau yang cantik.

"Pokoknya jatuh cinta banget sama Danau Linow. Pingin berlama-lama sambil menikmati keindahan alam yang ada disini," ujar Ayu Novianti saat berkunjung ke Danau Linow, Minggu (24/3/2019).

Putra Chilu, pengunjung Danau Linow.
Senada dengan Ayu, wisatawan asal Kota Manado, Putra Chilu mengatakan, ini merupakan surga yang ada di dunia, luar biasa keindahan alam yang ada disini. Danaunya keren.

"Air yang ada di danau ini juga sering berubah warna, pokoknya amazing. Keren," ujar Chilu.

Selain bersantai menikmati keindahan danau dan nikmatnya pisang goreng dan menu makanan dan minuman, suasana sunset juga menjadi momen yang ditunggu oleh wisatawan, khususnya dihalaman restoran, hiasan lampu pada malam hari dengan latar belakang danau menambah suasana makin cantik. Bahkan tempat inilah yang paling ramai dijadikan tempat berfoto dan berselfie ria saat malam hari.

Nah, jika liburan kali ini Anda berkesempatan mengunjungi Kota Tomohon, pastikan anda, keluarga, sahabat dan pacar anda untuk mengunjungi tempat wisata Danau Linow yang cocok untuk berlibur dan menjadi latar belakang saat ingin berfoto dan ber-selfie ria.(tsir)



Kampanye Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Manado, Sulawesi Utara.
Manado, Suarapembaharu.com - Kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, Minggu (24/3) kemarin berjalan sesuai rencana, antusiasme warga terlihat dari jumlah warga yang sudah hadir di lokasi acara sejak pagi.

Hal itu dikatakan Ketua Forum Generasi Muda (FORG) ujar Wawan Ahcmad kepada Suarapembaharu.com, Senin (25/3/2019) sore.

"Tentunya, kedatangan calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto ke Manado dalam rangka kampanye terbuka pertama tidak lepas dari peran semua pihak, selain DPD Gerindra Sulut dan PAC Gerindra Singkil serta Partai-partai koalisi, Forum Generasi Muda (FORG) dan leter T juga turut andil di dalamnya," tambah Wawan.

Manado menjadi kota pertama yang dipilih Prabowo untuk kampanye perdananya, karena merupakan tanah kelahiran dari Ibunya.

"Kampanye terbuka pertama saya, saya pilih tanah kelahiran Ibu saya, di dalam tubuh saya mengalir darah Kawanua, darah Minahasa," ujarnya.

Dalam kampanye tersebut Prabowo Subianto kembali menegaskan, perjuangannya bersama Sandiaga Salahuddin Uno dan partai koalisi di Pemilu Presiden 2019 bukan untuk kepentingan pribadi.

Namun lebih dari itu, Prabowo menyatakan bahwa perjuangannya ini demi masa depan bangsa dan anak cucu generasi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

"Saya ingin tegaskan beberapa hal, perjuangan kita adalah agar Indonesia menjadi bangsa pemenang bukan bangsa kalah. Kita ingin Indonesia menang, kita ingin Indonesia adil makmur," tegas Wawan saat meniru pidato Prabowo di Manado.

Pantauan Suarapembaharu.com, Capres nomor urut 02 ini mengungkapkan, setiap kali dirinya datang ke daerah untuk menyapa warga, dukungan besar selalu ia dapatkan. Selain itu, kondisi rakyat Indonesia masih banyak merasakan keadilan dan kemakmuran selama ini.

Lanjut Capres nomor urut 02 ini dalam orasinya, kita ingin rakyat Indonesia merasakan keadilan dan kemakmuran. Saya memiliki tim yang terdiri dari para ahli dan pakar, mereka mengatakan rakyat Indonesia bisa makmur.

Mantan Pangkostrad ini juga menyatakan jika dirinya ingin memberantas korupsi di Indonesia. Pasalnya, korupsi menjadi salah satu penyebab rakyat Indonesia belum bisa merasakan keadilan dan kemakmuran.

"Kami tegas ingin berantas korupsi, kita tidak ingin rakyat kelaparan, kita tidak akan membiarkan rakyat kita tidak dapat pekerjaan," tegas Prabowo dalam orasinya yang disambut antusias para pendukungnya.(***/tsir)

Boltim, Suarapembaharu.com - Sebanyak 26 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Nuangan, Senin (25/3) dilantik oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.

Ketua Bawaslu Boltim, Harmoko Mando dalam sambutannya menegaskan agar para PTPS dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga pelaksanaan pemilu bisa berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

"Selamat bertugas bagi semua petugas PTPS yang dilantik hari ini, ingat lakukan pekerjaan dengan baik sehingga dan penuh tanggungjawab agar pelaksanaan pemilu bisa berlangsung dengan baik," tegas Harmoko.

Sementara itu, Pimpinan Panwascam Nuangan, Aisyah Djindan juga mengingatkan integritas para petugas PTPS agar tetap terjaga. Sehingga dapat mengawasi pelaksanaan pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

"Integritas menjadi hal yang paling penting bagi seorang petugas PTPS. Ingat kita bukan hanya mengawal hak para pemilih tetapi juga keberlangsungan demokrasi di negara ini," jelas Aisyah Djindan.

Pantauan Suarapembaharu.com, sebanyak 26 petugas PTPS ini dilantik oleh Ketua Panwascam Nuangan, Irwanto Mamonto di sekretariat Panwascam Nuangan.(tsir)

Tempat Kejadian Perkara (TKP)


Tomohon, suarapembaharu.com - Sartje Anes (50), warga Kolongan Lingkungan III, Tomohon Tengah, meninggal dunia akibat ditabrak sepeda motor, Sabtu (23/03/2019), malam.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Raya Tomohon, tepatnya di perempatan TL Kaunang, Kolongan Satu.

Informasi diperoleh petugas Satlantas Polres Tomohon, kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha Jupiter DB 5325 GE, dikendarai Natanael Jose Pang (23), warga Kolongan Lingkungan II.

Sepeda motor melaju dari utara menuju selatan, dan saat di TKP, menabrak korban yang sedang menyeberang jalan.

Benturan cukup keras mengakibatkan korban mengalami luka cukup parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Namun sayang, korban akhirnya meninggal dunia, sedangkan pengendara sepeda motor mengalami luka ringan.

Kasatlantas Polres Tomohon, AKP Doddy Arruan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kami telah mengamankan pengendara beserta sepeda motor dan melengkapi berkas untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Redaksi)

Bitung, suarapembaharu.com - Komisi III DPRD Kota Bitung gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Agro Makmur Raya, Rabu (20/03/2019).


RDP tersebut, dalam rangka menindaklanjuti aspirasi Dewan Pimpinan Derah (DPD) Masyarakat Talaud Kota Bitung, tentang pencemaran udara oleh PT Agro yang menimpa dua lingkungan di Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir.


Ketua Komisi III, Superman Boy Gumolung menegaskan, perusahan harus pro aktif melihat persoalan yang selama ini terjadi di Madidir.

"Pertama perusahan harus ada itikat baik dalam menyelesaikan masalah yang saya kira sudah sekian lama terjadi," kata Gumolung.


Dia juga meminta Dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar melakukan tinjauan langsung ke perusahan terkait masalah limbah.

"Jika memang benar ada pencemaan lingkungan, dinas terkait harus tindaklanjuti," pungkas gumolung.

Turut hadir dalam RDP tersebut, anggota Komisi III, Ramlan Ifran, Syampanai dan Jhon Hamberd. (Adve)

(YaserBaginda)

Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, membuka Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 


Bitung, suarapembaharu.com - Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, membuka Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri Lima Kota Bitung, Senin (25/03/2019).

Dalam kesempatan tersebut Mantiri meminta setiap siswa dan siswi dengan tenang dapat menjawab soal-soal yang sudah diberikan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras guru-guru yang telah bersinergi menyiapkan hingga pelaksanaan UNBK tahun ajaran 2018/2019 di Kota Bitung dapat dilaksnakan dengan baik.

“Saya mengapresiasi guru-guru yang telah mendukung pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer di Kota Bitung,” katanya.

Dari hasil pemantauan pelaksanaan ujian hari pertama berjalan dengan baik dan lancar serta diikuti oleh 20 peserta jurusan TKJ, 14 peserta jurusan TPU, 7 peserta jurusan TOI.

Turut hadir Sekda Kota Bitung Dr. Audy Pangemanan, Kadis Pendidikan Julius Ondang, Sekertaris DPRD Kota Bitung, Para Guru dan siswa siswi Peserta UNBK.

(YaserBaginda)

Wali Kota Bitung Maximilian J Lomban, bersama sejumlah Pejabat menyerahkan Laporan SPT Tahunan 2018


Bitung, suarapembaharu.com - Wali Kota Bitung Maximilian J Lomban, bersama sejumlah Pejabat menyerahkan Laporan SPT Tahunan 2018 Pph orang pribadi di Kantor Pajak Pratama Bitung. Senin (25/03/2019).

Lomban sendiri, mengapresiasi pelayanan yang cepat dan ramah dari aparat yang bertugas sehingga wajib pajak yang datang untuk menyampaikan  pelaporan surat pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) 2018 boleh mendapatkan pelayanan yang cepat dan efisien.

"Khususnya bagi Perorangan maupun Badan Usaha agar datang tepat waktu tanpa harus menunggu jatuh tempo. Kata Lomban, Lebih cepat lebih baik karena kesadaran masyarakat untuk taat dalam membayar pajak sangat menunjang pembangunan di Kota Bitung.," ajak Lomban.

Saat itu Lomban memberi contoh dengan datang menyerahkan SPT sendiri tanpa perantara dan diterima langsung oleh Kepala KPP Pratama Kota Bitung, Marai Napitupulu.

Turut serta saat itu Sekretaris Daerah Kota Bitung Dr. Audy Pangemanan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Oktafianus Tumundo, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Jeffry Wowiling, Asisten Bidang Administrasi Umum Yoke Senduk, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Give Mose.

(YaserBaginda)

Kapolda Sulut, Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto bersama Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang memimpin bersama Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu Pileg dan Pilpres 2019, di lapangan Koni Sario Manado, Jumat (22/3/2019).
Manado, Suarapembaharu.com - Kapolda Sulut, Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto bersama Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang memimpin bersama Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu Pileg dan Pilpres 2019, di lapangan Koni Sario Manado, Jumat (22/3/2019).

Apel yang melibatkan kurang lebih 3000 personil TNI Polri dan segenap unsur pendukung lainnya dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama segenap Pejabat Forkopimda Sulut lainnya.

Kapolda Sulut dalam amanat Menkopolhukam RI yang dibacakannya mengatakan, pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional apakah Bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya.

Kesuksesan dan tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

"Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan," kata Kapolda dalam amanat Menkopolhukam.

Lanjutnya, Kapolda menjelaskan, pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Terkait penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya.

Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu disetiap daerah.

"Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat," jelas Kapda.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan-hambatan tersebut," tambahnya.

Lanjut Kapolda, TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya pemilu serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu serentak ini.

Dikatakannya, dalam tahapan pemilu serentak ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

Demikian pula halnya dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi pemilu.

"Sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, kegiatan apel ini dilaksanakan secara serentak dan massif di seluruh wilayah Indonesia baik itu di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten/Kota dengan melibatkan prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya.

"Hal ini kita laksanakan semata-mata menunjukkan bahwa negara dengan didukung oleh rakyatnya sangat serius dan bertanggungjawab agar gelaran pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti guna memilih calon legislatif dan pemimpin nasional yang berintegritas," pungkasnya.(*/tsir)

Talaud, Suarapembaharu.com - Dalam menyambut pesta Demokrasi dalam pemilihan Pilpres dan Pilcaleg nanti membutuhkan pengamanan ketat. Hal itu pun dimantapkan TNI-Polri.

Polres Talaud menggelar pasukan operasi mantap brata 2018 dalam rangka  mengamankan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 di Halaman Mapolres Kepulauan Talaud, Jumat (22/3/2019).

AKBP Prasetya Sejati,SIK didampingi Danlanal Melonguane Letkol (Mar) Augustinus Purba, SE  dan Dandim 1312 Talaud diwakili oleh Mayor ( Inf) Sy Panawa.

Tertulis amanat menkopolhukam Wiranto yang dibaca langsung Kapolres Talaud, bahwa TNI- Polri berkumpul bersama menggelar Apel kesiapaan dan komponen bangsa lainnya dalam mengamankan Pemilu Serentak.

Dalam pelakasanaan pemilu nanti, terdapat ancaman dan gangguan yang memungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggararaannya.

"Hoax menjadi salah satu lawan kita dalam menyambut pemilu serentak nanti," ucapnya.

Diakhir amanatnya,Kapolres menyampaikan  dengan penekanan utama kepada personil berupa  Pahami bahwa tugas pengamanan Pemilu serentak tahun 2019 ini adalah kehormatan dan kebanggan yang tidak dapat dinilai dengan apapun.

"Ini tidak bisa dinilai dengan apapun, ini adalah tugas mulia demi kemajuan bangsa bersama," tutupnya.

Turut hadir pada apel tersebut Bupati kepulauan  Talaud diwakili oleh Asisten 3 Gustav Atang, Kejari Talaud Sutikno,SH.MH, Danlanal Melonguane Letkol Mar Augustinus Purba, SE  dan Dandim 1312 Talaud diwakili oleh Mayor Inf Sy Panawa, Kpu, Bawaslu Kab.Kepulauan Talaud,  Pengadilan Melonguane, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Instansi terkait serta LSM.(Ive)

Foto bersama antara Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri dengan para peserta Diklat di Makorem 131/Santiago.
Manado, Suarapembaharu.com - Empat Pilar kebangsaan yang harus tetap dipegang teguh, karena Indonesia terus diserang dengan faham-faham yang mengancam terjadinya perpecahan.

Hal itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada puluhan peserta diklat pim IV tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang digelar di Ruang Rapat Makorem 131/Santiago, Jumat (22/03/2019).

Jenderal TNI Bintang Satu ini juga menegaskan, empat pilar kebangsaan menjadi pondasi utama negara yaitu Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Danrem juga mengajak kepada peserta diklat untuk menanamkan sikap cinta tanah air dan rela berkorban demi keutuhan NKRI.

"Karena kita lahir di Indonesia, kita tinggal dan besar di negara ini dan kita hidup di negara ini," tegasnya.

Pantauan Suarapembaharu.com, diklat pim IV tahun 2019 Pemkab Minahasa Selatan ini dihadiri Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Rudolf Manopo dan Kasiop Korem Letkol Inf Akatoto.(tsir)

Apel gelar Pasukan dalam rangka pengamanan pemilu 


Bitung, suarapembaharu.com - Wali Kota Maximilaan J Lomban didampingi Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pengamanan Pemilu tahun 2019 bertempat di depan Kantor Wali Kota Bitung. Jumat (22/03/2019).

Dalam kesempatan tersebut Lomban mengatakan bahwa pemilu serentak Tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yaitu ada lima jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan.

"Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia Internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu mengadakan konsolidasi politik dengan demokrasi dalam rangka memilih pemimpin Nasional," ucap Lomban.

Pemilu serentak kali ini, kata Lomban, merupakan kesempatan yang berharga bagi masyarakat untuk memilih calon legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus menjadi sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujutkan cita - cita bangsa Indonesia, juga kata Lomban ajang ini bukan ajang konflik, antara kubu yang satu dengan kubu yang lain.

Senada dengan Lomban, Mantiri juga mengingatkan bahwa sejatinya pemilu serentak Tahun 2019 untuk memilih pemimpin dan bukan mengadu domba pemimpin.

"Kita ketahui bersama bahwa terkait penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019, masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan menghambat  kelancaran penyelenggaraannya," beber Mantiri.

Lanjut Mantiri, TNI  POLRI  selaku institusi yang bertugas dan bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya pemilu serentak tahun 2019.

"Apabila menemukan kerawanan dan kehambatan tersebut harus mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur yang ada dan aturan hukum yang berlaku.

Lomban Mantiri berharap masyarakat Kota Bitung mampu menjaga stabilitas keamanan dalam penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019.

Pada kesempatan tersebut dilakukan simulasi penanganan demo anarkis dari masyarakat yang tidak puas dengan hasil pleno KPU, dimana terlihat pihak TNI dan Polri berhasil meredam amukan masa dengan profesional.

Turut hadir Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Wawali Bitung Maurits Mantiri, Dan Yonmarhanlan VIII Letkol Mar Nandang Permana Jaya, Ketua PN Bitung dan unsur Forkopimda lainnya, Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw dan jajaran, Ketua Bawaslu Bitung Deiby Londok dan jajaran serta unsur jajaran Pemkot Bitung.

(YaserBaginda)

Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rebe Ponto


Bolmut, suarapembaharu.com - Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rebe Ponto, ingatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) harus tepat sasaran.

Tujuan program BSPS ini, kata Ponto, telah diatur di Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 6 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan BSPS, adalah terbangunnya rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bantuan ini harus benar di salurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan dan tergolong sebagai MBR.

“Secara operasional itu adalah kewenangan dari eksekutif di Instansi terkait, sebentar instansi terkait perlu lakukan yang namanya cross check kebenaran dari data-data yang ada di kepala-kepala desa, itu adalah hal-hal yang sangat pentin,.” ungkap Ponto.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Hidayat Ponigoro mengatakan, bahwa kini BSPS sedang ada pada tahap satu, yaitu perencanaan untuk penerimaan jatah bantuan sejumlah 300 rumah.

“Kalo di gabung total tahap satu dan tahap dua itu ada 500 unit, dan sekarang sudah turun kuota untuk tahap pertama 300 unit, kini sedang dalam proses Verifikasi lapangan. Nanti akan di tetapkan dengan keputusan mentri tentang calon penerima.” jelas Hidayat.

(Fad)

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumhan Sulawesi Tengah, Zulkifli.


Palu, suarapembaharu.com - Kepala Kantor Wilayah Kemenkumhan Sulawesi Tengah, Zulkifli ingatkan, agar tetap melakukan pengawasan kepada Warga Negara Asing (WNA) menjelang pemilu 2019 dirapat TIMPORA, Kamis (21/03/2019) di Hotel Peramasu.

"WNA dikota Palu berjumlah, 446 orang, kabupaten Donggala 14 orang dan kabupaten Parigi Moutong 6 orang serta kabupaten Sigi 11 orang kemudian kabupaten Buol 8 orang dan kabupaten Poso 7 orang," beber Zulkifli.

Besaran jumlah WNA, kata Zul, merupakan data yang terdaftar di Imigrasi palu. Namun tidak menutup kemungkinan adanya indikasi WNA yang tidak melaporkan diri. Sebab itu, menurutnya, pengawasan keberadaan WNA melalui timpora  sangat diperlukan. Apalagi menyangkut masalah keamanan dan ketertiban menjelang pemilu 2019.

"Tentunya kita berharap bahwa, WNA yang masuk dikota palu WNA yang bermanfaat bagi masyarakat kota palu," ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Imigrasi kelas I TPI  Palu, Suparman, Kadivpas Suprapto, Kasi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi palu selaku ketua panitia acara dan Danramil 1306-16, Kapolsek palu selatan, para camat palu timur, palu selatan, palu barat dan tatanga serta para lurah dan unsur pejabat kantor Imigrasi Palu.

(R.NUR)

Mahasiswa pada saat melakukan aksi damai.


LuwuTimur, suarapembaharu.com - Front Perjuangan Mahasiswa Luwu Timur desak Dirkrimsus  dan Bareskrim Polda Sulsel agar mengambil langka tegas terkait dugaan penyalahgunaan Anggaran dana hibah serta pemalsuan dokumen LPJ pemeritah Luwu Timur.

Ketua IPMALUTIM, Wotu Egid menyatakan beberapa bulan lalu mengajukan laporan namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari polisi.

"Kami tidak ingin hal seperti ini seolah olah dibiarkan begitu saja, ini menjadi sebuah tamparan dan beban moral bagi kami selaku mahasiswa yang berasal dari Luwu Timur," ungkapnya, Kamis (21/3/2019).

Secara terpisah, Irfan selaku salah satu aktivis makassar berkomentar tentang hal tersebut dan menyatakan akan  mengawal kasus yang merugikan pemerintah terlebih lebih masyarakat hingga tuntas.

“Kami sangat menyayangkan hal seperti ini terjadi terlebih lagi apabila tidak ada langkah tegas yang dilakukan pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penyalahgunaan anggaran serta pemalsuan dokumen seperti ini jangan dibiarkan dan membudaya di organisasi kemahasiswaan yang tentu saja akan menjadi penerus estafet pemerintahan kedepannya. Ini bisa diketegorikan sebagai tindakan korupsi, salah satu kejahatan yang luar biasa (extraordinary crime) karena begitu merugikan banyak orang,” pungkasnya.

(AndreowReza)

Ilus Catur


Bitung, suarapembaharu.com - Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bitung, Uyun Musa, dinilai tak mampu membawah perwakilan di Seleksi Pra Pon Sulut.

Hal tersebut terungkap, ketika lima orang atlet yang mewakili kota Cakalang ini tumbang dalam seleksi tahapan pertama (Swiss), pada pekan lalu.

"Yang lolos mewakili Sulut itu hanya empat perwakilan dengan lima atlet yaitu, 1 atlet Kotamobagu, 1 Bolmong, 1 Minahasa Utara, dan 2 atlet dari Manado," ucap Wakil Ketua Percasi Sulut, Herry Benyamin kepada suarapembaharu.com.

Dari salah satu atlet mewakili Kota Bitung, Lily Taha membenarkan bahwa perwakilan yang dipimpin oleh Uyun Musa ini kalah dibabak awal.

"Baru babak awal sudah kalah, hingga tak bisa lolos di delapan besar," ucap Taha, Kamis (21/03/2019).

(YaserBaginda)

Korban Erik Kodato


Minsel, suarapembaharu.com - Seorang nelayan bernama Erik Kodato (27), warga Boyongpante Dua, Sinonsayang, Minahasa Selatan (Minsel), tewas usai melaut pada Rabu (20/03/2019) kemarin.

Informasi diperoleh Polsek Sinonsayang berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sempat mengalami sesak nafas sesat usai menyelam untuk mencari ikan, di perairan Nonapan, Poigar.

Korban diketahui menggunakan mesin kompresor sebagai alat bantu pernafasan.

Kapolsek Sinonsayang, Iptu Mulyadi Lontaan mengatakan, korban sempat diperiksa oleh bidan desa setempat namun sesaat kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hasil pemeriksaan medis menerangkan bahwa korban mengalami serangan jantung, tekanan darah naik, sesak nafas yang kemudian meninggal dunia. Diduga akibat menghirup udara kotor dari kompresor,” tutup Kapolsek.

Barang bukti


Sitaro, suarapembaharu.com - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi di Jalan Raya Kampung Barangka Pehe, tepatnya di depan Rumah Makan Sederhana, Tagulandang, Sitaro, Selasa (19/03/2019), sekitar pukul 20.30 WITA.

Melibatkan antara sepeda motor Yamaha Mio DL 3856 C dikendarai pelajar kelas 2 SMA berinisial MGM (19) berboncengan dengan temannya, VIT (19), warga Kampung Haasi, kontra seorang perempuan pejalan kaki, Juspince Anthonie (67), warga Kampung Barangka Pehe.

Informasi diperoleh, pengendara sepeda motor melaju dari Kampung Haasi menuju Kelurahan Balehumara dalam kecepatan tinggi. Saat di TKP, korban tiba-tiba muncul dari samping rumah makan dan langsung menyeberang, diduga tanpa melihat situasi jalan.

Jarak terlalu dekat, kecelakaanpun tak dapat dihindari. Benturan cukup keras mengakibatkan korban terpental hingga beberapa meter di badan jalan.

Sesaat usai kejadian, pengendara sepeda motor bersama warga sekitar langsung mengevakuasi korban ke RSUD Batuline, Tagulandang.

Korban yang mengalami luka cukup parah akhirnya meninggal dunia, Rabu (20/03), sore. Sementara itu pengendara dan pembonceng sepeda motor mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh mereka.

Kasubbag Humas Polres Kepulauan Sangihe, Iptu Jacob Sedu membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Pihak kepolisian telah mengamankan pengendara dan kendaraan, olah TKP serta meminta keterangan saksi. Kasus ini dalam penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Redaksi)

Om Leo tewas Misterius


Tomohon, suarapembaharu.com - Seorang pria yang akrab disapa Om Leo, ditemukan tewas di rumahnya, di Paslaten II Lingkungan VII, Tomohon Tengah, Rabu (20/03/2019), malam. Korban ditemukan pertama kali oleh kerabatnya, Nicko Rumagit dan Youdi Tulung.

Katim URC Totosik Polres Tomohon, Bripka Yanny Watung yang turun ke TKP, berdasarkan keterangan saksi mengatakan, korban sudah dua hari tidak terlihat.

“Padahal biasanya korban tiap hari datang ke rumah Nicko,” ujarnya.

Karena penasaran, malam itu Nicko dan Youdi mendatangi rumah korban untuk memastikan keadaannya.

“Kedua saksi mencium bau tak sedap dari dalam kamar. Setelah dilihat dari jendela, ternyata korban sudah meninggal dunia, tubuhnya sudah membengkak,” jelas Bripka Watung.

Korban diketahui selama ini hidup seorang diri.

“Penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

(Redaksi)



Suarapembaharu.com - Saya tulis catatan ini karena saya menjadi bagian dari keluarga yang hidup dan besar dalam bungkus kain sarung yang putih: demikian kami menganalogikan Kementerian Agama. Ayahku pensiunan Penghulu KUA, kedua kakekku dari pihak ayah dan ibu juga pensiunan PNS guru agama. Saya sendiri pendidik di institusi pendidikan Islam negeri di bawah Kemenag.

Menjadi keluarga besar Kemenag pada dasarnya memikul beban berat. Sebab kementerian ini memiliki satuan kerja (satker) yang melayani masyarakat hingga ke pelosok kampung. Misalnya, ayah saya penghulu bertugas bukan saja saat jam kantor tapi lebih banyak di luar jam kantor. Pulang ke rumah hingga larut malam. Hari lubur pun masih bertugas melayani masyarakat di pelosok kampung. Pelayanan yang diberikan juga banyak di luar tugas pokoknya. Masyarakat menilai pegawai Kemenag itu bisa apa saja dari urusan duniawi sampai urusan setelah mati.

Atas dasar itulah, sewaktu saya diterima menjadi pegawai PNS Kemenag, ayah saya berpesan: jaga marwah dan martabat sebaik-baiknya karena kamu bekerja di kantor yang dilihat masyarakat seperti kain sarung putih. Setitik Noda menempel padanya, akan tampak jelas di mata orang yang memandangnya. Lebih dari 10 tahun bertugas, apa yang dipesankan ayah saya betul-betul terasa. Sejak menyeruaknya kasus mushaf Al-Qur'an yang aktor utamanya dari luar Kemenag; kasus pemidanaan kebijakan pengelolaan dana haji yang bukan untuk memperkaya diri tapi problem regulasi; dan sekarang jual beli jabatan di luar institusi, telah membuat diri ini sering terjatuh lunglai.

Kepercayaan masyarakat terhadap Kemenag yang diidentikkan dengan kain sarung putih penutup aurat adalah amanat yang berat. Dibutuhkan ekstra kehati-hatian dalam memakainya agar tidak terkena noda sekecilpun. Beda halnya kalau kita memakai sarung warna gelap atau warna cerah bermotif; walaupun titik-titik nodanya banyak tapi tak akan tampak di pelupuk mata. Terus terang saya sering dihinggapi rasa iri hati sama-sama menjadi pelayan masyarakat dengan tunjangan great rendah dibandingkan lembaga lain, tapi sorotan mata masyarakat lebih tajam ditujukan kepada institusi agama ini.

Saya dan teman-teman saya menyadari bahwa institusi ini dari awal memang tidak diinginkan lahir di bumi pertiwi ini. Betapa tidak demikian? Lembaga negara yang dipimpin seorang menteri tapi dibentuk selevel Kantor Urusan bukan Departemen. Untuk melengkapi organisasi dan tata kerja tidak dibentuk negara, tetapi dari swadaya masyarakat yang lama kelamaan diakuisisi negara. Saya baca dokumen sejarah tentang asal usul pembentukan Kantor Urusan haji dan kantor urusan pendidikan agama, gambarannya seperti itu. Dari seolah-olah berbentuk yayasan lalu diusulkan dan diakuisisi menjadi bagian pranata negara.

Kantor Urusan Agama (KUA) yang menjadi embrio Kemenag dalam perjalanan sejarahnya juga sering diintrik karena dikhawatirkan masih menjadi agen islamisasi. Padahal para pendiri institusi ini telah berusaha meyakinkan seluruh pihak tentang komitmen kebangsaan dan nasionalisme keluarga besar Kemenag. Mulai dari ikut libur di hari Minggu (bukan Jumat) di era KH. Tholhah Mansur, hingga menurunkan derajat KUA dari level lembaga tinggi negara menjadi Satuan Kerja (Satker) tingkat kecamatan. Bukan itu saja fasilitas yang diberikan kepada pejabat Kemenag, hingga di era Alamsyah Prawira Negara, setingkat eselon 2 hanya berupa kendaraan sepeda motor. Ini fakta sejarah yang jarang diungkapkan kepada masyarakat luas.

Keluarga besar Kemenag baru mendapatkan fasilitas dan tunjangan yang layak baru terjadi di era Gus Dur. Pegawai Kemenag yang semula berpenampilan dan berjalan merunduk mulai berani memamerkan kedinasan dan mengangkat kepala mereka. Sebab apa yang didapat sudah hampir sama dengan pegawai di kantor lain. Namun rupanya ini bukan anugerah tapi juga sekaligus musibah. Anggaran Kemenag pernah menempati 3 besar anggaran lembaga tinggi negara, di atas Kementerian Pertahanan sekalipun. Hal ini sekali-kali nya terjadi dalam sejarah, walaupun di sisi lain sorotan tajam dan sinis sering diarahkan ke institusi agama ini. Utamanya semenjak terjadi rentetan kasus yang menarik-narik nama Kemenag: walaupun sebetulnya kasus perorangan dan di luar Kemenag.

Kami menyadari resiko menjadi bagian dari satu keluarga besar. Ya! Kemenag adalah keluarga yang sangat besar sebab Satkernya paling banyak di antara Kementerian dan lembaga tinggi lainnya. Kami seperti ukuran jombo kain sarung putih, yang seharusnya bebas tanpa noda. Sebab setitik Noda menempel padanya akan dijelekkan seluruh masyarakat dunia. Wallahu a'lam.

M. Ishom el-Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)

Kemenag Manado launching Kartu Nikah.
Manado, Suarapembaharu.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado secara resmi melaunching kartu nikah.

Launching yang dilakukan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Manado, Sahrir Bachrudin ini disaksikan langsung Kakanwil Kemenag Sulut, Abdul Rasyid, Kakankemenag Manado, Irwan Musa serta tamu undangan lainnya di halaman Kantor Kemenag Manado. Rabu (20/3/2019).

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Manado, Sahrir Bachrudin menjelaskan, bahwa selain menjadi salah satu bentuk dokumen legalitas pernikahan, kartu nikah ini ada tiga manfaat.

Pertama, mempermudah akses layanan KUA di seluruh Indonesia. Pasangan yang menikah di Manado dapat mengakses layanan di Jakarta atau daerah manapun yang bersangkutan berada. Kedua, sebagai data pendukung yang akurat untuk memenuhi persyaratan dalam urusan perbankan atau lainnya tanpa melampirkan buku nikah, sebab data nikah yang terekam pada kartu ini dijamin keasliannya.

"Ketiga, meminimalisir dan mencegah terjadinya pemalsuan buku nikah yang marak terjadi, karena kartu nikah ini dilengkapi dengan kode QR yang terhubung dengan aplikasi Simkah," jelasnya.

"Kemenag manado terpilih di antara Kemenag kabupaten/kota se-Sulawesi Utara untuk melaksanakan program kartu nikah ini sebagai pilot project Kanwil Kemenag Sulut," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulut, Abdul Rasyid mengatakan, kartu nikah ini sangat penting baik secara legal-administratif maupun untuk menjaga aspek moralitas pernikahan sebuah keluarga.

"Pada hakikatnya bertujuan mulia, yaitu untuk melindungi dan menjaga kautuhan sebuah keluarga juga untuk memulikan kaum perempuan", kata Abdul Rasyid.(*tsir)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.