Suara Pembaharu ideas 2018
Showing posts with label Olaraga. Show all posts


Pembukaan Turnamen Futsal Danrem Cup 2018.
Manado, Suarapembaharu.com - Turnamen Futsal perebutan Piala Danrem Cup 2018 resmi dibuka, Kamis (11/10/2018) di Lapangan Futsal JLE’S Sport Center Manado. Turnamen futsal yang diprakarsai oleh Korem 131/Santiago dibuka oleh Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri.
Danrem mengungkapkan, Piala Danrem Cup 2018 diselenggarakan dalam rangka HUT ke-73 TNI tahun 2018.

Dirinya berharap, turnamen futsal yang diselenggarakan dapat menjadi wahana untuk meningkatkan kemanunggalan diantara TNI dan Masyarakat khususnya Korem 131/Santiago.

"Selain upaya memperkokoh kemanunggalan TNI-rakyat, turnamen ini juga merupakan salah satu upaya Korem 131/Santiago untuk turut serta menggugah dan menggairahkan semangat berolahraga dan berprestasi masyarakat sulawesi utara," ujar Danrem saat diwawancarai awak media.

Dirinya menjelaskan, turnamen ini juga merupakan salah satu upaya untuk lebih meningkatkan prestasi olahraga melalui penyelenggaraan Kejuaraan turnamen futsal seperti ini, sekaligus sebagai ajang membangun prestasi dan mendorong minat generasi muda untuk berolahraga serta berkompetisi guna meningkatkan kemampuan diri masing-masing individu sekalian dengan memperbanyak jam terbang bertanding.

Di samping itu, lanjut Danrem, turnamen ini juga dapat menjadi tolak ukur pembinaan Futsal di Provinsi Sulut yang selama ini sudah dijalani.

"Semoga Turnamen Futsal Danrem 131/Santiago Cup Tahun 2018 ini dapat menjaring bibit-bibit atlit futsal yang berbakat dan bersemangat, karena bagaimanapun juga, selain latihan yang efektif dengan pengalaman bertanding di berbagai turnamen, juga sangat mempengaruhi keberhasilan untuk berprestasi," jelasnya.

Kepada para peserta dirinya berharap agar pertandingan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baaiknya dengan penuh semangat dan sportifitas tinggi, sehingga dapat melahirkan atlet-atlet futsal yang berbakat.

"Kegiatan seperti ini tentunya akan menjadi kalender tahunan Korem 131/Santiago," ujar Danrem.

Hadir dalam pembukaan Turnamen Futsal Danrem CUP 2018 Kepala Staf Korem (Kasrem) Kolonel Inf Theo Kawatu yang juga sebagai ketua harian KONI Sulut, para Kasi Korem serta para Dandim jajaran Korem 131/Santiago.
Sebelumnya, Danrem 131/Santiago melakukan peresmian JLE’S GYM dan Fitness Centre Tahun 2018.
(tsir)


Sangihe, suarapembaharu.com - Iven tahunan untuk membina generasi muda di dunia sepak bola akhirnya resmi dibuka Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana SE ME didampingi Wakil Bupati Helmud Hontong SE serta unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe di lapangan Gesit Tahuna, Minggu (7/10) kemarin.


Saat membuka turnament Dandim Cup 2018 bupati berharap kiranya dengan kegiatan sepak bola ini dapat mendorong semangat untuk berlatih serta meningkatkan sportivitas.

"Tentunya sportivitas dari pemain, pelatih, dan wasit bahkan para penonton dari setiap tim," kata Bupati.

Lanjut Gaghana, kiranya turnament ini tidak menjadi kemurkaan bagi tim, begitu juga wasit, mengingat yang menentukan kualitas permainan adalah wasit.

"Bagi penonton juga kiranya tidak membuat kegaduhan dengan hal-hal yang merugikan timnya. Mari kita tingkatkan tatanan soprtifitas yang dihasilkan kualitas pemain pelatih dan seluruh elemen yang ada. Juga kita berharap ini adalah agenda penting, yang mampu menjalin kerjasama antara masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri," pungkas bupati. 

Dia juga mengatakan, sebagai agenda tahunan, yang tiada henti ini berarti telah berhasil membina kegiatan olahraga. 

"Ini juga membantu mengurangi kriminalitas bagi masyarakat, juga meningkatkan kualitas pemuda-pemuda yang hobby main bola," tandas Gaghana.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1301/Sangihe Letkol Inf Saiful Parenrengi MPSi menjelaskan Turnamen Sepak Bola antar Club Dandim 1301/Sangihe Cup tahun 2018 ini merupakan program kerja Kodim 1301/Sangihe tahun 2018 di bidang terotorial dan juga dalam memeriahkan HUT TNI ke 73 tahun 2018.

"Maksud kegiatan ini yakni membina generasi muda menjadi sehat baik mental maupun rohani, meningkatkan intensitas kompetisi sepak bola di Kabupaten Sangihe," jelas Parenrengi.

Dia berharap, dengan turnament Dandim Cup 2018 ini menjadi mediator dalam mempererat tali persaudaraan sesama atlit sepak bola.

"Dan juga kiranya dapat melahirkan atlit-atlit atau pemain sepak bola yang tangguh dan handal sekaligus menjaring bibit-bibit yang berkualitas yang nantinya siap dipakai bagi kepentingan peningkatan prestasi dunia sepak bola kita," kunci Dandim.

(ReynaldiTulong)

Pinrang, suarapembaharu.com - Cabang Olahraga (Cabor) Balap Motor Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI di Kabupaten Pinrang, Kamis (27/9/2018) kemarin, diduga menyalahi hasil keputusan tekhnical meeting.


Pasalnya, kuat dugaan salah satu atlit dari cabor balap motor kelas 150 cc perseorangan menggunakan peralatan gas motor bukan bawaan yang sesungguhnya. 

Sementara dalam keputusan tekcnical meeting yang telah ditandatangani oleh pihak penyelenggara lomba menyebutkan dalam point dua bahwa setiap pembalap tidak diperbolehkan mengganti gas motor.

Salah satu tim pemeriksa kendaraan, Uki yang ditemui bahkan mengakui jika salah satu motor atlit yang dimaksud, itu bukan dari bawaan motor.

"Dari hasil pemeriksaan memang benar ditemukan kalau motor tersebut bukan dari bawaannya. Namun, terkait ini yang berhak memutuskan adalah juri, apakah di diskualifikasi atau tidak. Sepenuhnya kita serahkan ke juri," jelasnya

Ketua Ikatan Balap Motor Sinjai, Chaeril Anwar sangat menyayangkan jika keputusan tekhnical meeting dilanggar.

"Ini kan jelas aturannya, siapa yang melanggar maka harus di diskualifikasi. Seharusnya tim juri tegas dalam mengambil keputusan," tegasnya.

Ketua panitia lomba Balap Motor Porda XVI Pinrang, Fakhrullah mengungkapkan adapun terkait keputusan dugaan hasil tekhnical meeting, pihaknya menyerahkan ke tim juri.

Senada disampaikan Pimpinan Lomba Balap Motor Porda XVI Pinrang, Multazam mengaku menyerahkan keputusan kepada tim juri karena menurutnya kebijakan pengambilan keputusan sepenuhnya ada pada tim juri.

Sementara itu, Tim Juri Darmawan mengungkapkan, bahwa terkait hasil keputusan ini pihaknya akan membahas kerana internal tim juri sebelum dipublikasikan pada, Jumat 28 Setember 2018.

"Ini kan sudah diprotes melalui surat, kita tunggu saja hasilnya karena ini kita akan umumkan sebelum Porda berakhir, yakni besok pagi sekira pukul 08:00 Wita," pintahnya. 

Secara terpisah, Ketua KONI Sinjai, Suhardiman meminta integritas dan independensi tim juri agar persoalan dan protes dapat diputuskan secara adil sesuai dengan hasil tekhnocal meeting lomba.

"Kami hanya minta independensi tim juri mengenai hal ini, karena jelas keputusan tekhnical meeting kalau dilanggar pasti ada sanksi," tandasnya.

(AndreowReza)

Bitung, suarapembaharu.com - Laga 8 besar Liga III antara Persbit Bitung VS Boltim, di Stadion Bogani yang berakhir 'ricuh' ditanggapi langsung oleh Tokoh Pemuda Kota Bitung Jerry Lumare, Kamis (30/08/2018).


Menurut Jerry, tidakan yang dilakukan penonton Boltim yang masuk ke lapangan dan aniaya pemain persbit salah satuh tindakan tidak terpuji serta mencederai Iven olahraga di Sulut.

"Ini jelas menciderai olahraga sepak bola di Sulut, sangat disayangkan hal seperti ini terjadi di laga 8 besar Liga III," jelasnya.

Seharusnya, PSSI Sulut mengambil langka tegas dengan memberikan sanksi kepada Boltim FC agar supaya hal seperti ini menjadi contoh kepada tim-tim lain.

"Mudah-mudahan PSSI Sulut lebih bijak melihat persoalan ini," harapnya.

Dia juga (Red-Jerry) sorot kinerja dari panitia serta pihak keamanan yang tidak siap melaksanakan pertandingan.

"Ini panitianya abal-abal, masa tidak sigap dan antisipasi hal-hal seperti ini. Panitia harus bertanggung jawab penuh apalagi pemain persbit sudah menjadi korban," pungkasnya.

(YaserBaginda)

Bitung, suarapembaharu.com - Pertandingan sepakbola antara Persbit (Bitung) VS Bolmong (Bolaang Mongondow Timur) di 8 besar liga III zona Sulawesi Utara berakhir 'ricuh', di stadion Bogani, Kotabunan, Rabu (29/08/2018), Kemarin.


Dari informasi yang dihimpun, penonton tuan rumah masuk ke lapangan pertandingan dan menyerang beberapa pemain Persbit.

Manager Persbit, Marcel Tatuil menyesali kejadian yang telah menimpah atas pungawanya.

"Kejadian seperti ini kami sangat menyesali tindakan-tinfakan anarkis dalam sepakbola," ucap Marcel.

Seharusnya, kata Marcel, kejadian seperti ini tidak terjadi jika panitia siapa dan sigap menghadapi situasi seperti ini. Pada khusunya keamanan dan kenyamanan pelaksanaan pertandigan.

"Dalam hal ini panitia kami menilai tidak siap menggelar pertandingan," pungkasnya.

(YaserBaginda)

Manado, suarapembaharu.com - Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan mewakili Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut menghadiri pembukaan Kejuaraan Beladiri Yongmoodo memperebutkan Pangdam XIII/Merdeka Cup tahun 2018, di Atrium Megamall Manado, Selasa (28/08) pagi tadi.


Dalam sambutannya, Wawali Mor mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menyambut baik serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan beladiri Yongmoodo. Dimana, olahraga beladiri TNI Angkatan Darat ini, menjadi pendorong semangat hidup sehat bagi masyarakat. 

“Melalui kejuaraan beladiri Yongmoodo memperebutkan Pangdam XIII/Merdeka Cup ini, masyarakat diajak untuk berolahraga serta mengenal olahraga beladiri Yongmoodo yang tujuannya untuk ketahanan fisik dan membentuk tubuh yang sehat. Olehnya, Pemerintah Kota Manado menyambut baik pelaksanaan kejuaraan ini dan kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Wawali Mor. 

Dirinya berpesan agar para peserta bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan. 

“Junjung tinggi sportivitas bertanding serta jaga kebersamaan untuk menciptakan tujuan olahraga menuju prestasi terbaik,” tandas Wawali Mor, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Manado Laurens Enco Umboh SSos dan Kepala Bagian Pemerintahan dan Humas Steven Runtuwene.

Diketahui, kejuaraan beladiri Yongmoodo didukung sepenuhnya oleh Pemkot Manado dan dibuka secara resmi Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang serta turut dihadiri sejumlah unsur Muspida Propinsi Sulut.

(NanangNoholo)

Makassar, suarapembaharu.com - Harapan meraih medali emas, perak dan perunggu terus didoakan untuk atlet asal Sulsel. Bagi atlet peraih medali pun telah dijanjikan insentif dari Pemprov Sulsel.


Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih menegaskan telah mengajukan nota dinas (nodis) ke PJ Gubernur Sulsel berdasarkan surat KONI perihal penghargaan bagi atlet berprestasi.

"Pokoknya insentif yang memuaskan, tidak mengecawakan, karena ini juga merupakan motivasi para atlet agar lebih bersemangat dalam meningkatkan prestasi" tegas Sri Endang.

Jika hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 lalu, lanjut Sri Endang, yang dihubungi kamis (23/8) atlet berprestasi diberikan insentif dari anggaran Hibah Pemprov Sulsel. Atlet peraih emas diberi insentif 100 juta, peraih perak mendapatkan 75 juta sementara atlet peraih perunggu diberikan 50 juta.

Jumlah insentif untuk atlet berprestasi Asian Games XVIII ini diharapkan lebih dari jumlah insentif sebelumnya. Menurut Sri Endang, jika memang memungkinkan memberikan lebih besar dari jumlah insentif sebelumnya kenapa tidak diberikan. Hanya tetap mengacu pada kemampuan keuangan daerah.

Yang terpenting sekarang, Sri Endang berharap atlet fokus dan serius mengikuti pertandingan setiap cabang olahraga. Dengan demikian peluang meraih juara pun semakin besar.

Sementara itu rencana pemberian insentif atlet yang meraih medali disambut baik oleh atlet dan pelatih asal Sulsel yang saat ini sedang berada di Jakarta dan Palembang.

Aswan Ali, pelatih karate yang juga pegawai Dispora Sulsel, mengatakan setuju jika setiap atlet dan pelatih yang meraih medali diberikan apresiasi. Bukan karena besar atau kecilnya jumlah yang diberikan, tapi hendaknya memang atlet dan pelatih yang ikut bertanding tingkat nasional dan internasional diberi apresiasi. Ini untuk memotivasi mereka agar lebih meningkatkan prestasinya. 

18 atlet Indonesia asal Sulawesi Selatan dipastikan telah bertanding pada Asian Games XVIII tahun 2018 di Jakarta dan Palembang. Beberapa diantara mereka sudah mulai ikut andil dalam laga di cabang olahraga yang ditandingkan. Cabang olahraga karate sendiri baru akan ditandingkan tanggal 25 hingga 27 agustus nanti.

(AndreowReza)

Makassar, suarapembaharu.com - Pembukaan Asean Games XVIII tahun 2018 telah dibuka di Jakarta. Ribuan atlet dari 45 negara dipastikan akan berlaga memperebutkan medali, tak terkecuali atlet Indonesia asal Sulawesi Selatan.


Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (dispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih menyayangkan tidak sempat menghadiri Pembukaan Asean Games XVIII yang digelar sabtu (18/8) malam di Jakarta. 

Namun Sri Endang berharap dukungan dan doa masyarakat Sulsel bagi atlet yang berlaga nantinya. Besar harapan Bendera Merah Putih terus berkibar dan lagu Indonesia Raya terus dinyanyikan disetiap cabang Olahraga. 

" jika bendera merah putih berkibar dan lagu indonesia berkumandang, itu berarti atlet kita telah meraih medali" tegas Sri Endang.

Sri Endang menambahkan dukungan doa sangat diharapkan untuk atlet asal Sulsel, agar kondisi atlet tetap prima mengikuti semua cabang pertandingan.

Sulsel sendiri pada Asean Games XVIII ini mengirimkan 18 atlet terpilih yang terdiri dari beberapa cabang pertandingan. Sementara Dispora Sulsel juga mengirimkan pelatih yang juga atlet mewakili Indonesia.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Sulsel, Mukhlis menjelaskan jika selain atlet yang terpilih dan dipilih langsung dari Jakarta mewakili Indonesia, juga ada beberapa atlet yang terpilih yang merupakan pegawai di Dispora Sulsel.

"Pegawai dispora ini adalah atlet yang dipilih sekaligus adalah pelatih dari beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asean Games ke XVIII ini" ungkap Mukhlis

Ke 18 atlet itu yakni Syamsuddin Massa Uga (lari 3000 m,5000 m), Adit (Judo), Anwar Tarra, Syahrul, Sulfianto (Dayung), Novrisal, Ardiansyah, A.Putra, Kusnelia, Nurul Octaviani Basri, Zefanya Eldiva Finandika, Ismail Abdul Rahmat,(Layar), Yusri (Pentathlon)

Enam orang atlet yang juga pelatih dari Dispora Sulsel adalah Aswan Ali (pelatih) Erwin Abdullah ( angkat besi), Nur Qadri (sepak Takraw), Haidir Akbar ( Layar-selancar), Yanwar lukito ( Layar-selancar), Muh Basri ( Manajer Layar-selancar).

Atlet ini nantinya yang akan berlaga di beberapa cabang olahraga mewakili Indonesia melawan atlet dari negara lainnya.

(AndreowReza)

Manado, suarapembaharu.com - Salah satu perusahan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia, PT AIA Financial menggelar coaching clinic dan memberikan donasi bola untuk anak-anak Manado, di Stadion Klabat, Kamis (09/08/2018).



Direktur Hukum, Kepatuhan dan Resiko, PT AIA Financial, Rista Qatrini Manurung menjelaskan AIA merupakan sepak bola dalam negeri untuk memperkuat komitmen demi membantu masyarakat untuk lebih hidup sehat.

"Program ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap perkembangan sepak bola di indonesia melalui coaching clinic serta donasi bola kami memberikan kesempatan kepada anak-anak di Manado untuk mengembangkan bakat terhadap sepak bola," ungkap Rista.

Hal yang serupa dikatakan pelatih International Development, Tottenham Hotspur, Shaun Haris mengungkapkan telah melihat banyak bakat di indonesia.

"Saya beruntung mendapat kesempatan untuk bertemu dengan anak-anak yang luar biasa ini dan membantu mempertajam kemampuan mereka. Saya harap mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat dalamcoaching clinic ini dan membantu mereka untuk memaksimalkan potensi mereka serta menginspirasi mereka untuk menjalankan hidup sehat," bebernya.

Sementara itu, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Firman Utina merasa senang dapat bekerja sama dengan AIA dan International Development Coach Tottenham Hotspur, Shaun Harris untuk memberikan coaching clinic bagi anak-anak di Manado.

"Selama sesi latihan, anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti program latihan yang diberikan. Menurut saya, pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menerapkan disiplin dan memotivasi anak-anak untuk terus mengasah kemampuan jika mereka ingin mewujudkan impian mereka sebagai pemain sepak bola profesional, sehingga dapat memperoleh manfaat maksimal dari olahraga, baik di dalam maupun luar lapangan," pungkasnya.

(NanangNoholo)

Sangihe, Suarapembaharu.com - Atlet Karate Forki Kodim 1301/Sangihe, Erine B.A Potoroli (12) Siswi SD Gmist Zoar Bungalawang berhasil menjadi juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (O2SN-SD) tingkat Provinsi Sulawesi Utara dari cabang olahraga karate, yang berlangsung di Kota Manado.

Ajang ini sekaligus seleksi tingkat Provinsi dan juara pertama berhak mewakili Sulut untuk O2SN Tingkat Nasional di Yogyakarta.

Pembina Dojo Inkai Forki Kodim 1301/Sangihe, Letkol Inf Saiful Parenrengi turut mengucapkan selamat kepada Erine yang sudah menunjukkan kualitasnya di Sulut.

"Selamat kepada Erine yang sudah berhasil memberikan yang terbaik buat Karate Kodim 1301/Sangihe dan juga selamat untuk SD Gmist Zoar Bungalawang yang mewakili Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam seleksi tingkat Provinsi se Sulut ini," ujarnya pada Rabu (8/8/2018) sore.

Pihaknya berharap Erine selanjutnya dapat memberikan yang terbaik bagi Forki Kodim dan daerah Kepulauan Sangihe ditingkat Nasional.
(Mudatsir)

Manado, suarapembaharu.com - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado mengikuti senam Poco-poco bersama di Lapangan Lapas, Minggu (5/8/2018) pagi.



Senam poco-poco bersama menjadikan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) jadi penyumbang terbesar dalam pemecahan Quinness World Record 2018 dengan jumlah peserta terbanyak.

"Senam poco-poco dilakukan serentak diseluruh Lapas dan rutan se-Nusantara sebanyak 120 ribu peserta. Dan untuk Kemenkumham Sulut pesertanya kurang lebih ada 3000 yang ikut dalam senam poco-poco," ujar Kakanwil Kemenkumham Sulut, Pondang Tambunan saat di wawancarai awak media seusai senam poco-poco di Lapas Kelas II A Manado.

Lanjut Tambunan, senam poco-poco juga dapat menyehatkan jasmani dan menjaga kebugaran tubuh para warga binaan.

"Selain menyehatkan tubuh warga binaan, senam poco-poco dilakukan dalam rangka menyambut Asian Games 2018," lanjutnya.

Senam poco-poco bersama ini juga turut dihadiri Kepala Divisi Pemasyarakatan Sulut Edy Hardoyo dan Kepala Lapas Kelas II A Manado Sulistyo Wibowo.

(MudatsirSuleman)

Makassar, suarapembaharu.com - Tujuh petinju kota Makassar yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI 2018 di Pinrang akan melakukan try out ke Bali.



Rombongan yang terdiri tujuh atlet, dua pelatih dan seorang official ini dilepas oleh Ketua sasana tinju Hasanuddin, Kolonel CPM Yudha Adillah bersama Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) kota Makassar Muh Tawing SE, melepas rombongan di RM Torani, Sabtu (4/8/2018).

 ‘’Try out ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman, bukan untuk jalan. Saya harap seluruh atlet memanfaatkan kesempatan ini untuk berlatih dan menimba ilmu dengan pelatih dan atlet di daerah lain,” tegas Kolonel Yudha Adillah.

Kolonel Yudha Adillah yang juga menjabat Kepala Korps Peralatan Komando Daerah Militer (Kapaldam) XIV Hasanuddin,  ini menjelaskan para atlet akan menjalani try out ini di sasana milik Pino Bahari dan Zaenal Tayyeb.

Ketua Pertina kota Makassar M Tawing menjelaskan sasana tinju milik Pino Bahari  dan Ali Suwandana ini dipilih sebagai tempat karena kedua sasana ini telah banyak melahirkan atlet-atlet berkualitas di Indonesia dan dilatih oleh pelatih-pelatih berpengalaman.
 Pino Bahari adalah mantan atlet nasional tinju Indonesia. Sementara Ali Swandana adalah Ketua Pertina Provinsi Bali yang saat ini dipercaya menjadi Komisi Tehnik (Komtek) cabang olahraga tinju di Asian Games 2018.

 “Selain itu Bali juga dekat dengan Makassar. Pembinaan olahraga tinju di Bali cukup maju. Dua sasana itu dilatih oleh pelatih-pelatih berkualitas yang selama ini melahirkan banyak atlet-atlet berkulaitas penghuni pelatnas,” jelas M Tawing.

Ketujuh atlet kota Makassar tersebut yakni Yoshua Holy Masihor  yang akan turun di kelas 49 Kilogram (Kg), Abraham Masihor, kelas 52 Kg, Iknasius Pay (56 Kg), M Ridwan (60 Kg), Ivan Wahyudi (64 Kg), Gufron Radhan (69 Kg) dan Jhon Yambe (75 Kg). Di Bali mereka akan didampingi dua pelatih, Alberth Lalaar  dan Dufri Masihor. Selama di Bali para atlet tidak lagi fokus pada latihan fisik melainkan akan digembeleng latihan strategi.

‘’Kalau latihan fisik, selama ini para atlet sudah digembleng di sasana Hasanuddin Kodam XIV Hasanuddin. Selama try out kita lebih fokus pada latihan strategi. Karena itu materi latihan nanti akan lebih banyak pada sparing menghadapi petinju-petinju yang levelnya satu tingkat di atas atlet kami,” jelas Tawing.

Tawing juga berharap seluruh atlet bisa mengembangkan dan menambah kemampuan bertandingnya.

‘’Try out ini juga diharap bisa menambah semangat para atlet. Sekaligus meningkatkan sportivitas guna mempersiapkan diri menghadapi Porda Pinrang,” pungkasnya.

(AndreowReza)

Manado, suarapembaharu.com - Pekan Olahraga kota Manado ke VIII (Parkot) resmi dibuka di aula Pemkot Manado, Selasa (24/7/2018).



Pekan olaragah yang diikuti 25 cabang ini dibuka oleh Sekertaris Kota Manado, Barter Assa dan Kadispora Manado, Laurents Umboh serta Anggota DPRD, Hengky Kawalo selaku ketua Koni Manado.

"Pekan ke delapan olahraga kota Manado akan banyak menimbulkan bakat-bakat baru, ini pembinaan olahraga yang harus kita junjung tinggi. Mereka butuh spirit, mereka butuh dorongan dan itu ada pada kita semua," ucapnya Hengky.

Dia juga menambahkan, atlit-atlit kota Manado nantinya akan mengikuti Prapon di Papua.

"Kita akan mengikuti prapon di Papua di tahun 2020. Dan itu kita harus meraih banyak emas," tambahnya lagi dengan sorakan para peserta.

Tak luput juga dia menjelaskan, kisah atlit kota Manado yang menjadi sukses di international.

"Lihat saja liliana natsir, salah satu atlit terbaik yang ada di olahraga bulu tangkis, yang telah meraih medali emas. Dia langsung diangkat menjadi ASN oleh negara dan Berpangkat 3B. Dan mempunyai gaji sebesar 20 juta perbulan. Banyak yang mengatakan, atlit hanya dihargai saat masih berlaga dilapangan, padahal itu tidak, pemerintah sekarang telah memberikan penghargaan saat mereka sudah pensiun juga," tutupnya.

Sementara itu, perwakilan Pemkot Manado, Sekertaris kota Manado Bart Assa memberikan apresi atlet-atlen yang akan bertanding nanti.

"Kami sangat mengapresiasi para atlit-atlit yang akan bertanding, ciptakanlah fairplay dalam lapangan majulah para atlit-atlit muda berkaryalah, dan Resmi Porkot kota Manado hari ini saya buka," pungkasnya.

(Laks)

Manado, suarapembaharu.com - Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni, melepas 122 atlet Duta Kodam XIII/Merdeka pada perhelatan Pekan Olah Raga TNI AD (Porad), 21-30 Juli 2018, di Magelang Jawa Tengah.



Sebagai duta pilihan, di pundak kalianlah nama baik Kodam XIII/Merdeka dipertaruhkan. Dan jadikanlah amanah ini sebagai pembangkit semangat dan motivasi.

“Patut berbangga bahwa dari sekian ribu prajurit Kodam XIII/Merdeka, kalianlah yang terpilih untuk mengibarkan Pataka Kodam XIII/ Merdeka di ajang Porad TA 2018,” kata Madsuni, Senin (16/7/2018).

Madsuni berpesan, aga para atlet terus berlatih guna menjaga kebugaran tubuh dan memantapkan kesiapan menghadapi berbagai perlombaa maupun pertandingan. Manfaatkan juga waktu yang masih ada, untuk lebih memahami taktik dan strategi bertanding yang efektif dan efisien dari para pelatih/official.

Adapun cabang olah raga yang diikuti di antaranya, karate, tinju, renang, bola voli, atletik, sepak bola, dan tenis lapangan.

(MudatsirSuleman)

Sangihe, suarapembaharu.com - Turnamen Tenis Meja Kejari Cup dalam rangka "Hari Bhakti Adhyaksa ke 58 " dengan menjunjung tinggi sportivitas untuk mewujudkan soladiritas dan integeitas diri.



Dalam sambutanya Kepala Kejaksaan Negeri Tahuna Irwan Datuinding, SH MH mengatakan yang menjadi peserta lomba adalah dikhususkan untuk masyarakat sangihe sehingga  dengan kegiatan ini akan timbul bibit bibit unggul.

"Sehingga kedepan dapat merebut medali di iven-iven yang lebih bergengsi dan  berharap para peserta dapat bertanding dengan cara sportif," tutur Irwan.

Sementar itu, Bupati Kabupaten Sangihe, Jabes Ezar Gaghana dalam sambutannya mengatakan hari ini adalah sebuah proses dalam perjalanan pembinaan olaraga di kabupaten Sangihe yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Tahuna.

"Momentum ini terasa baik karena teman teman muspida telah sepakat meningkatkan olaraga di kabupaten sangihe, dan kiranya pihak panitia lomba dapat berkodinasi dengan koni agar  kiranya dapat menimbulkan bibit baru di sangihe," katanya.

Dalam kegiatan ini, kata Jabes, peserta dapat menjujung tinggi sportifitas dan saling menghargai, dan menjadi orang yang punya komitmen membangun olaraga tenis meja menjadi lebih baik di sangihe.

"Serta dapat membangun mental spiritual lewat olaraga, taklupa berterimah kasih kepada kejari suda mengagendakan kejari cup," Tutup Gaghana.

(ReynaldiTulong)

Bengkulu, suarapembaharu.com - Tujuh dari delapan petinju Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil melaju ke babak semifinal pada Kejuaraan Tinju antar PPLP, PPLPD dan SKO di Bengkulu.



Petinju terakhir yang meraih tiket semifinal yakni Arham Maulana. Turun di kelas 49 Kilogram (Kg) Arham menumbangkan petinju Maluku Utara, Hamzah Sugiono, Minggu (15/7/2018).

Sementara itu satu-satunya atlet yang gagal melaju ke babak selanjutnya yakni Nur Putrianti. Di hari yang sama petinju putri Sulsel yang turun di kelas 57 Kilogram (Kg) ini harus mengakui keunggulan petinju DKI Jakarta, Pricila Estevana.

Selain Arham, enam petinju lainnya yang selangkah lagi melaju ke babak final masing-masing tiga petinju putri yakni Andi Reza Ardhani (45 Kg), Annisa Amahoru (48 Kg) dan Fitri (54 Kg). Tiga lainnya yakni petinju putra. Mereka adalah Ariel Sharo Latuheru (46 Kg),  Muh Ricky Pratama Joni Muis (48 Kg), Arham Maulana (49 Kg),  dan  Abraham Masihor (50 Kg).

Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulsel Adi Rasyid Ali mengaku bangga dengan hasil yang diraih petinju Sulsel. Ia berharap dikejuraan ini ketujuh atlet tersebut mampu berprestasi pada level nasional.

‘’Saya bangga dengan hasil yang telah dicapai oleh para atlet Sulsel. Saya berharap mereka tidak cepat puas. Sebab masih selangkah lagi menuju partai final,” kata wakil Ketua DPRD Makasar yang juga Ketua DPCPartai Demokrat Makassar ini.

(AndreowReza)

Makassar, suarapembaharu.com - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan mengutus enam orang atletnya mengikuti Kejuaraan Internasional Tinju Kapolri Cup II yang akan berlangsung di  di Lapangan Koni, Sario, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 4 sampai 9 Juli 2018.



Keenam petinju Sulsel yakni Sahariani yang akan turun di kelas 48 kilogram (Kg), Wahyuni (52 Kg) dan Marhayati Kelas 54 kg masing-masing di kelas elite woman. Sementara tiga petinju putra yang akan turun di kelas elite man yakni John Holyfiel Latuheru (46 Kg), Budi Gunawan, 52 kg dan Sugito kelas 56 Kg.

Pada kejuaraan internasional yang diikuti 288 petinju dari 21 provinsi di Indonesia dan melibatkan 11 negara Asia ini Sulsel tidak membebankan target kepada para atletnya.  Apalagi ajang ini jadi tempat pemanasan bagi para atlet dari 10 negara yang akan turun di ajang sesungguhnya, yakni Asian Games September 2018 di Palembang dan Jakarta.

Ketua Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali menyebut event ini dijadikan sebagai ajang untuk menambah jam bertanding bagi para atlet Sulsel. Apalagi keenam atlet yang diturunkan merupakan atlet-atlet muda yang masih minim pengalaman bertanding pada even internasional.

‘’Kami harus realistis. Sebab lawan-lawan yang akan dihadapi adalah petinju dari 11 negara yang akan turun di Asian Games 2018, termasuk ada delapan atlet pelatnas Indonesia,” jelas ARA, sapaannya, Senin (02/07/2018).

Karena itu ia tidak membebani target apa-apa bagi para atlet Sulsel. Ia juga berharap event ini bisa jadi tempat belajar bagi petinju Sulsel dengan petinju-petinju luar yang persiapanya jauh lebih matang jelang menghadapi  Asian Games 2018.

Pada kejuaraan yang sama tahun lalu di Jambi, petinju Sulsel yang baru pertama kali turun di kejuarnas, Blasius Kuruop meraih medali perak. Di final kelas 64 Kg putra tersebut, ia kalah angka dari petinju Jawa barat, Michael Manopo.  Sementara dua atlet lainnya, satu putra dan satu putri gagal meraih prestasi.

ARA menyebut Petinju Sulsel saat ini cukup banyak. Tapi panitia pelaksana membatasi setiap kelas hanya bisa diikuti satu atlet dari satu daerah.

“Karena itu kami harus selektif. Karena negara-negara dan daerah lain juga menurunkan atlet terbaiknya,” ujar ARA yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Makassar ini.

Namun ARA mengakui akan memprioritaskan atlet yang masuk dalam Sulsel Prima untuk persiapan mengikuti Pra PON dan PON XX 2020 di Papua.

‘’Atlet yang kami siapkan ikut Pra PON  tentu harus jadi prioritas. Mereka harus punya jam terbang yang banyak. Event ini juga  sekaligus jadi ajang untuk mengukur kemampuan atlet Sulsel di level internasional  sekaligus  mengintip kekuatan lawan dari daerah lain,” katanya.

Komisi Bimtek Pertina Sulsel, Firmanto Muis yang mendampingi para atlet mengaku optimis atlet binaanya bisa meraih hasil maksimal.

‘’Kapolri Cup ini bukan hanya akan diikuti petinju Indonesia tetapi juga diikuti petinju dari negara lain. Kami masih buta dengan kekuatan mereka. Tapi saya optimis bisa mendapat hasil maksimal,’’  timpal Wakil Ketua Pertina Sulsel, DR Johni Muis.

Kejuaraan yang menyediakan total hadiah US $ 19000 atau Rp. 266 juta itu akan mempertandingkan kelas 46 kg hingga kelas 75 kg untuk putra. Sementara kelas putri akan dipertandingkan kelas 48 kg hingga kelas 64 kg.

Kejuaraan ini juga menjadi ajang tryout bagi petinju Pelatnas Asian Games, karena diikuti petinju-petinju dari negara-negara asia yang juga akan ikut bertanding di Asian Games nantinya.

Beberapa Negara yang akan ikut diantaranya Australia, Jepang, Jordania, Malaysia, Philipina, Singapura, Srilangka, Thailand, China Taipei dan Vietnam. Pada kejuaraan ini akan mempertandingkan 8 kelas putra dan 6 kelas putri.

Tim Pelatnas Tinju Asean Games yang saat ini sedang mengikuti Pelatnas di Manado Sulawesi Utara juga ikut di kejuaraan ini. Mereka adalah, Ingatan Ilahi di kelas 49 Kg, Jekri Riwu, kelas 60 Kg, Gregorius, kelas 64 Kg dan Saputra Samada di kelas 69 Kg. Sementara untuk tim putri, akan Aldriani Beatricx Suguro di kelas 51 Kg, Ainun Azisah, Kelas 51 Kg, Christina Warwam Jembav, kelas 57 Kg dan Huswatun Hasana di kelas 60 Kg.

(AndreowReza)

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.