Suara Pembaharu ideas 2018



Warga Pangiang yang mengunsi di Kantor DPRD Sulut, Rabu (10/6)

SUARA PEMBAHARU – Masalah sengketa tanah Pangian yang tak terselesaikan hingga sekarang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Warga Pangiang akhirnya harus meminta perlindungan Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Provinsi Sulut, walau hasilnya tak dapat sambutan.

Sekitar jam 18:15, Rabu (10/6), warga Pangiang berdatangan di DPRD Provinsi Sulut  untuk Meminta Perlindungan kepada para legislator DPRD Provinsi. Hasil pantauan wartawan suarapembaru.com. Mendapat ijin oleh pihak keamanan DPRD Sulut, warga Pangiang pun mendirikan tenda sebagai tempat tinggal mereka. Tapi disayangkan, kedatangan korban penggusuran Pengiang ini tak disambut satupun anggota DPRD Manado.

Salah satu korban penggusuran Pangian, Elisabet Lesawegen (46) mengatakan menyampaikan, perasaan kecewa dengan perlakuan pemerintah dan para anggota dewan saat ini.

“Disaat kami butuh dan mendatangi rumah rakyat ini, tak satupun sambutan yang didaptkan. Kami hanya dibiarkan dan tidak juga diijinkan masuk, padahal kami rakyat Sulut yang wajib diperjuangkan nasibnya. Kami hanya minta perlindungan dan bantuan, kepada anggota dewan terhormat untuk mengembalikan tempat kami,” jelas Ibu satu anak ini. (IH)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.