Banten.
![]() |
Sekretaris PWPM Banten, Suparta Kurniawan |
Parta sapaan akrab Sekretaris PWPM Banten ini menambahkan, hal tersebut penting dilakukan agar keputusan tersebut tidak menjadi bola liar di tingkatan wilayah. Karena sejauh ini, dalam perjalanan pimpinan pusat pemuda muhammadiyah sudah menjadi fokus perhatian publik. Parta menilai, gerakan pemuda saat ini sudah berada pada posisi yang benar sesuai garisnya sebagai gerakan amal maruf nahi mungkar. Namun sayangnya keputusan reshufle yang ada, menjadi tidak berbanding lurus dengan polemik internal saat ini, yang kurang terkonsolidasikan antara satu pimpinan dengan pimpinan lainnya.
"Kami mendorong pimpinan umum, segera melakukan langkah-langkah penyejukan yang solutif, agar program PP Pemuda Muhammadiyah kedepan tidak terhambat dengan polemik internalnya. Kami percaya PP Pemuda Muhammadiyah adalah orang-orang hebat dan bijak dalam mengambil keputusan apapun untuk kebaikan organisasi," ungkapnya.
Jika kemudian muncul pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu, BPH PP Pemuda Muhammadiyah juga mesti memberikan ruang klarifikasi kepada seluruh pimpinan yang di reshufle. Artinya upaya formil dan upaya persuasif harus dilakukan untuk menghindari kegaduhan internal. Jika memang mereka yang di reshufle tidak sesuai dengan mekanisme sebagaimana diatur dalam AD/ART tentang reshufle, maka pimpinan umum harus legowo mengembalikan hak-hak kepimpinanan yang direshufle misalnya dikembalikan keposisinya semula.
"Beberapa PDPM di Banten sudah ada yang bertanya ke saya terkait SK tersebut. Saya sendiri belum bisa memberikan jawaban secara detail, karena kami belum mendapat informasi yang utuh dari Pimpian Pusat. Yang kami liat pasca tanwir di Banten, PP Pemuda Muhamadiyah sudah cukup bagus menampilkan kekompakan tapi malah sesudah tanwir muncul kegaduhan pasca resuhfle. Sekali lagi saya selaku sekretaris PWPM Banten mendorong Pimpinan Pusat untuk cepat dan bijaksana dalam menyelesaikan polemik internalnya," tegas Parta. (Sahrul)
Post a Comment