Penulis : Lia Kian (Kabid Ekonomi dan Kewirausahaan PP PM 2014-2018)
Prahara dan sensasi dibalik "Nalar Baru, Meninggikan Dakwah " adalah Nalar merupakan manifestasi rasionalisasi dalam semua perspektif, sedangkan meninggikan Dakwah merupakan bagian dari gerakan Amar Mahruf Nahi Mungkar. Hanya orang yang bernalar tinggilah dan punya komitmen tinggi dalam gerakan dakwah mampu menterjemahkan mana yang haq dan bathil dan bukan hanya kampulase, berlindung atau menutup tagline semu yang digadangkan oleh Seorang Dahnil Anzar Simanjuntak.
Organisasi besar tentu di pemimpin oleh seorang pemimpin yang besar, bukan pemimpin yang karbitan dan arogan, hari ini semua pimpinan wilayah Pemuda Muhammadiyah tahu dan merasakan bahwa, gerakan eksternalisasi oleh Dahnil Simanjuntak hanyalah tagline semu belaka keropos dan rapuh dalam tata kelola organisasi secara internal. Gerakan diam, selama ini oleh pimpinan harian pusat pemuda muhammadiyah semata - mata selalu untuk menjaga marwah organisasi, tetapi Hari Ini, hanya orang sadar filosopi nalar baru Dan meninggikan daqwah yang sebenarnya untuk bergerak bersama menentang pendholiman dan ketidak adilan.
Evaluasi kinerja kepemimpinan Dahnil Anzar Simanjuntak harus segera di Rekonstuksi dan di Resolusi untuk melakukan gerakan Muktmar Luar biasa di percepat. Rekonstruksi dan Resolusi ini dilakukan pada pokok permasalahan dan fakta organisasi yang banyak dilakukan unprosedural dan inskonstitusional:
1. Keputusan strategis organisasi tidak pernah melibatkan unsur pimpinan harian pusat melalui forum pengambilan keputusan tertinggi pada rapat pleno yang dihadiri oleh semua pimpinan harian.
2. Visi dan Misi Organisasi dengan membangun grand isu anti korupsi dan Madrasah Anti Korupsi hanya diputuskan sepihak oleh saudara Dahnil Anzar Simanjuntak.
3. Prinsip kolektif kolegial sebagai prinsip organisasi dalam gerakan organisasi diabaikan dan dilupakan dengan mendominasi gerakan "one man one show" oleh saudara Dahnil Anzar Simanjuntak.
4. Mekanisme dan prinsip prinsip dan etika organisasi banyak dilanggar, hal ini dibuktikan mereposisi dan meresuffle pimpinan harian merupakan formatur terpilih hasil forum tertinggi organisasi dari hasil pilihan muktamirin hanya diputuskan pada rapat harian organisasi.
5. Preseden Buruk dan Dosa Besar yang dilakukan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak dalam periodeisasi tertentu dapat di Adopsi oleh pimpinan berikut nya dengan mereshuffle Sekjend organisasi, dan dalam sejarahnya organisasi PP Pemuda Muhammadiyah tidak ada dan Jarang sekali dilakukan.
Dari hasil kajian mendalam dalam proses evaluasi kinerja kepimpinan nasional PP PM yang dipimpin oleh Dahnil Anzar Simanjutak sudah melakukan penyimpangan inskonstitutional yang sudah dijelaskan tersebut, maka tidak ada lagi kata kompromi "Halal " bagi pengurus harian pimpinan pusat dan Wilayah pemuda Muhammadiyah untuk melakukan rekonstruksi organisasi dengan mempercepat Muktamar Luar Biasa.
Post a Comment