![]() |
Joey Alexander (Istimewa) |
Setelah lancar, Joey kemudian meminta ayahnya menyingkir dari kursi keyboard dan dengan kemampuan Joey memainkan lagu Thelonius Monk, Well You Needn’t, membuat Denny dan Farra takjub hingga keduanya memutuskan untuk mendaftarkan Joey ke sekolah musik Purwacaraka dan berlanjut ke sekolah musik klasik Farabi di Jakarta.
Guru les Joey yang melihat bakat hebat anak ini langsung terpesona, karena jika siswa lain membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari satu, Joey menguasainya hanya dalam tiga pekan. Bahkan beberapa lagu tertentu bisa dipelajari Joey dalam waktu tiga hari.
Walau sempat mengikuti les piano klasik, Joey kemudian tidak melanjutkannya karena terlanjur mencintai musik jazz, yang baginya memberikan kebebasan, spontanitas, dan ekspresi. Sejak berusia 7 tahun, Joey tak lagi mengambil kursus musik klasik karena menurutnya teralu terpaku pada partitur dan terus menekuni musik jazz. Joey pun lebih suka belajar otodidak.
Di usia 8 tahun, Joey mendapat undangan dari pusat kebudayaan Amerika untuk bermain di depan ikon jazz Herbie Hancock, yang saat itu sedang bertandang ke Jakarta. Di hadapan Hancock, Joey pun membawakan Watermelon Man ciptaan Hancock yang membuat Hancock terpana dengan kemampuan Joey.
Dalam kesempatan itu, Hancock mengatakan bahwa ia percaya dengan kemampuan Joey dan penyampaiannya pesan tersebut yang memicu Joey untuk memutuskan mendedikasikan hidupnya untuk jazz hingga karier Joey pun terus melesat.
Di tahun 2014, Joey dan keluarga harus tinggal di Amerika Serikat dan Pemerintah Amerika Serikat memberi keluarga Joey visa tinggal bagi individu berkemampuan istimewa.
Tulisan ini diolah dari berbagai sumber
Post a Comment