![]() |
Michael Jordan |
"Setiap kali berlatih dan merasa lelah, niat untuk menyerah mulai timbul. Saya kemudian akan menutup mata dan membayangkan daftar nama pemain di kamar ganti tanpa nama saya tertera di sana. Dan biasanya hal itu akan membuat saya bangkit kembali," kata Jordan.
Mike pun terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, tapi dirinya mampu mencetak skor meyakinkan sehingga akhirnya jadi pilihan utama.
"Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba," sebut Jordan mengungkap rahasia suksesnya.
Mike akhirnya baru berhasil menjadi anggota tim kampus dua tahun kemudian, dan memperoleh beasiswa ke University of North Carolina, lalu direkrut Chicago Bulls. Setidaknya, enam kali ia merebut kejuaraan NBA bersama klub Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998) dan merebut gelar pemain terbaik. Tapi ada juga tantangan dan halangannya selanjutnya ketika Mike mulai masuk tim profesional NBA. Karena memiliki prestasi cemerlang, Mike malah sempat dikucilkan oleh pemain senior.
"Saat kita ingin mencapai sesuatu, pasti akan ada halangan. Saya juga menjumpainya seperti juga orang lain. Tapi, seharusnya itu tak perlu menghentikan kita. Seperti saat mendapati tembok, jangan berpikir menyerah, tapi coba lompati dan lewati," ungkap Jordan.
Dengan keyakinan inilah, Jordan mampu mengubah tantangan itu sebagai batu loncatan mencapai sukses yang lebih maksimal. Michael Jordan pernah mengalami kegagalan demi kegagalan, ia juga tidak hanya berlatih sekali dua kali, tetapi berkali-kali sehingga bisa menjadi ikon basket seperti saat ini. Ia jadikan setiap rintangan dan tantangan hal yang harus dihadapi dan dilewati.
Post a Comment